Antara Spare Part Ori Vs Third-Party Part (kasus Pulsar series)

Sebagaimana konsumen Pulsar yang lain, tentu saja saya pribadi juga sangat mengharapkan keseriusan BAI untuk membereskan permasalahan 3S, terutama menyangkut spare part.
Memang sampai sejauh ini alhamdulillah saya belum menemui kendala berarti dalam hal sparepart. Ganti kampas rem belakang tidak masalah. Pernah beli shock breaker belakang P200 untuk mendekin motor biar bisa benar-benar napak sempurna, inden sekitar 2-3 minggu. Begitu barang ada langsung ditelpon sama Beres (bengkel resmi). Kabel kopling tidak perlu inden, begitu juga ketika kemaren di Surabaya saya coba beli oil filter di bengkel baru di daerah Ngagel juga ready.

Tetapi tidak bisa dipungkiri beberapa teman yang saya kenal mengalami masalah sparepart, terutama mereka yang habis mengalami kerusakan akibat terjatuh/kecelakaan, dan harus ganti batok lampu, terpaksa inden cukup lama.
Bahkan sudah diulas oleh bro suhu turing Rial Hamzah tentang kampas cakram untuk Pulsar 220-nya yang sampai tulisan beliau ditulis masih inden. Mungkin sekarang sudah beres.. i hope..

(gambar diambil dari otomotifnet)

Kalau melihat alasan BAI, entah benar entah tidak, mengenai titik atau koma yang jadi sebab masalah, memang terkesan menggelikan, tetapi bagi saya yang sudah beberapa kali berinteraksi dengan orang-orang India dalam bidang IT, bisa saja terjadi. Jika orang-orang kita, begitu melihat ada keanehan list order dalam jumlah, biasanya akan dilakukan cross check, “bener gk sampeyan order cuma segini…”, atau sebanyak ini (kalau dinilai terlalu banyak), apalagi ini overseas. Tetapi beda budaya beda kebiasaan, orang India akan cuek aja order itu langsung diteruskan untuk proses procurement hingga delivery.
Tetapi bagi kita sebagai konsumen, apapun alasan BAI, yang penting spare part ada, ya toh..

Memang ada kabar yang agak menggembirakan dengan adanya produsen sparepart non Bajaj yang juga menyediakan sparepart untuk Pulsar, walau baru sebatas filter udara, seperti diulas kang haji Taufik disini. Tapi itupun bukan lokal😦 .
Sebetulnya walaupun kondisi sparepart Bajaj yang seret, kita bisa mengharapkan dari pemain ketiga yang akan menyediakan third-party part (*) untuk Pulsar.

Dilihat makin ramainya pengendara Pulsar, biasanya sih ada pihak ketiga yang menangkap peluang yang menyediakan sparepart Pulsar ditengah langkanya sparepart utama. Tapi anehnya sampai sekarang belum ada CMIIW.
Saya menduga ini disebabkan karena harga sparepart Pulsar yang relatif lebih murah dibanding produk Jepang. Kecuali beberapa part yang berbahan karet, shield dan baut-baut tertentu, kualitas sparepart Pulsar cukup bagus. Jadi dengan kualitas yang lumayan tapi harga ori yang cukup murah, tentu membuat para penyedia sparepart alternatif akan berpikir dua kali untuk ikut bermain.
Sedang dengan produk Jepang, bagi pemain ketiga masih ada celah peluang untuk menyediakan sparepart dengan harga yang lebih murah. Baik itu dengan merk sendiri maupun berupa produk kw 1 kw 2.

Tetapi lepas dari itu, disisi lain, keberadaan third-party part ini sebenarnya juga bisa jadi dilema, yaitu mendatangkan kerugian pabrikan jika lebih banyak konsumen memilih part non ori yang notabene lebih murah. Tentu kita masih ingat, sejak awal 2000an, dalam iklan-iklannya Honda selalu menyampaikan pesan untuk memilih sparepart yang Honda Genuin Part. Tentu itu bukan tanpa alasan, disamping perhatian terhadap kepentingan konsumen sendiri agar motornya tidak cepat rusak dan mudah dalam penanganan service secara standar, pasti juga karena alasan bisnis, agar sparepart ori laku ditengah gempuran sparepart kw yang lebih murah🙂 .
Monggo masbro mbaksist tanggapannya..

Salam

Catatan :
*) saya menyebut third-party part untuk produk sparepart yg disediakan oleh non pabrikan, baik itu dengan merk yang sama dengan yang ori alias palsu, maupun dengan merk sendiri.

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Antara Spare Part Ori Vs Third-Party Part (kasus Pulsar series)

  1. dani says:

    pernah pake tuh third party gear set PIBO UG3 harga 175 rebu, buatan Bandung, gantinya di Cianjur dan pemakaian dah 12000km oke juga walau mulai kendor…waktu itu ori habis

    • boerhunt says:

      Iya bro, utk part2 hasil modifikasi bengkel dr part merk lain sudah byk dilakukan, contoh yg byk dibahas adalah kabel kopling substitusi vespa, tinggal diiket atau dipotong sebagian, bisa digunakan jika suatu saat putus dan tidak ada bengkel Bajaj yang buka (krn libur atau jauh dr jangkauan), nah kalo ada produsen sparepart utk pulsar diluar bajaj, tentu nanti akan mudah dicari di bengkel2 umum tanpa perlu memodifikasi part dr merk lain.

  2. dani says:

    Tapi yang ori emang kualitas dan bahan lebih bagus, plat baja hitam..wuihhh keren…

    • boerhunt says:

      Kalo sparepart yg spt itu memang kualitasnya bisa dipercaya, anehnya knp sebagian baut ada yg mudah patah, info yg paling sering adalah baut kenalpot, apa beda produksi utk baut dan sparepartnya?

  3. speed_lover says:

    bagi yang sayang sama motornya pasti beli sparepartnya nggak asal-asalan alias ori(itu yg punya prinsip),, sementara OI(orang india) di tanya tehnologi saya kira orang indonesia lebih pintar dari OI dalam hal tehnologi…kalo dari thailand beda lagi ,, mereka (orang-orang thailand) memang lebih pinter dari kita..

  4. motoisme says:

    nice inpoh…semoga bmas bro semua rider bajaj bisa senang dengan berita ini😀

    http://motoisme.wordpress.com/2011/09/04/rossi-frustasi-curhat-di-helm/

  5. mbr666 says:

    laik dis artikel🙂

  6. Rainbow says:

    saya sih lebih suka dengan pemborosan otomotif… hehehe…. apa sebab?

    penggemar pulsar terkenal akan kreativitasnya mengkanibal parts merek lain…. udah ada buktinya kan….. nah mungkin mikirnya mereka, lebih baik banyakin aja parts buat merek jepang, toh bisa juga kan dipake buat pulsar:mrgreen:

  7. dwi says:

    Moga aja ada pwngusaha lokal yg melihat peluang ini..jadi volunter terutama utk yg fast moving..thats our hope

  8. uDien d'kab says:

    mungkin lebih mantep jika pihak non pabrik bekerja sama dengan pabrikan bajaj nyediain spare part yang ori …

    • boerhunt says:

      Lebih tepatnya pihak BAI, drpd mrk impor dr indihe😀

    • susah om. dulu saya pernah kok usul begitu, tapi kalo begitu, harga bisa mahal. info yang saya pernah dapet (dulu 2010), kampas rem ori kenapa murah karena mereka ada subsidi silang + produksi dalam jumlah besar (memenuhi pasar global).

      lha kalo BAI produksi part di sini, berapa produksinya? berapa biayanya? berapa harga jualnya? bagaimana dengan control dari India-nya? gak mungkinkan part beda2?

      IMHO

      • boerhunt says:

        Thx om infonya, brarti ada benarnya dugaan saya, pihak ke-3 enggan bikin part utk Pulsar krn harga ori sdh murah, wkt pertama beli filter oli yg ori, dgn harga cuma 7500 perak lgs kepikir, trus kalo ada kw dihargai brapa ??😀 mengenai ada subsidi silang baru tau nih infonya dr om ade, thx om

  9. v1d32 says:

    ikut nyimak dulu…

  10. Pingback: Kenaikan Spare Part Bajaj : Apa Kira-kira Implikasinya (Negatif/Positif) Bagi Konsumen « Boerhunt's Blog

  11. Pingback: BAI Akan Angkat Kaki, Seperti Tidak, Alasannya ? « Boerhunt's Blog

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s