MotoGP : Hasil Lengkap Austin, Texas Amerika Serikat, Marquez Back On Track !

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera..

Masbro/mbaksis yang ikut menyimak MotoGP Seri Austin dini hari tadi tentu sudah melihat banyak bagaimana pertarungan antar para pembalap. Bagaimana Marquez mampu merangsek menjadi yang pertama. Sejak lap keempat MM93 sudah mampu mengasapi Dovizioso yang tadinya berada terdepan, hingga menjaga jarak lebih dari 2 detik didepan lawan-lawannya. Lap-lap terakhir MM93 baru mulai mengendorkan gas demi menjaga posisi aman.

Sedangkan aksi salip menyalip terjadi antara 2 kelompok terdepan, yaitu antara Rossi dan Dovi, serta grup kedua Lorenzo-Bradley Smith-Iannone. Saat Marquez sudah melesat di depan sendirian, Rossi sempat menyalip Dovizioso secara cantik untuk menyodok di posisi kedua. Dan mampu mempertahankan posisi kedua hingga 5-6 lap terakhir, namun kembali Dovizioso mengambil alih posisi kedua dengan cantik pula di tikungan lebar dari luar karena rupanya Rossi sudah mulai keteteran dengan ban yang mulai aus. Dan Dovizioso mempertahankan posisi keduanya hingga akhir.

Sementara di group kedua, terjadi aksi salip menyalip antara 3 pembalap. Awal lap berada di posisi ketiga, Lorenzo tak mampu mempertahankan berada grup terdepan bersama Marquez, Dovi dan Rossi, hingga merosot ke empat dan menjauh menjadi grup kedua bersama Iannone dan Smith. Lorenzo kesulitan menjauh dari kedua pembalap tersebut. Malah sempat diasapi oleh Bradley Smith yang mampu mengejar grup terdepan, walau akhirnya kembali menjauh. Penampilan impresif ditunjukkan oleh Iannone yang awalnya sempat berada agak jauh di belakang grup kedua, secara bagus merangsak mendekati Bradley dan Lorenzo. Terjadi aksi saling salip dengan ketiga pembalap, malah Lorenzo sempat berada paling belakang di grup ini. Namun akhirnya karena Iannone yang mulai kedodoran, yang kemungkinan mengendorkan gas untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, kembali disalip oleh Lorenzo, dengan kedudukan akhir Lorenzo ke empat, Iannone kelima, dan Bradley Smith ke enam.

Secara keseluruhan, hasil race kali memberi catatan penting, Marquez tetap mampu tampil dominan. He’s back on track !

Tapi yang juga perlu dicatat, trek ini memang menjadi favorit bagi tim Repsol. Sedangkan untuk tim Yamaha, jelas merupakan trek yang sangat berat. Sehingga masih tetap pembuktian bagi Marquez di race berikutnya. Sedangkan untuk Ducati, penulis masih belum bisa membuat sebuah kesimpulan bagaimana trek favorit maupun yang non favorit bagi Ducati, mengingat perubahan yang cukup besar telah terjadi pada motor Ducati. Yang jelas bagi tim Yamaha peluang akan bertambah berat.

Berikut hasil lengkapnya :

motogp-2015-austin

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , , | 5 Comments

Musim Hujan, Gak Bawa Mantel/Jas Hujan, Berteduh, Bego ? Eit.. Belum Tentu, Baca Ini

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera..

Masbro/mbaksis di musim hujan yang hampir tiap hari hujan gini, bahkan bisa tiga kali hujan dalam sehari, pasti sering banget melihat banyak pengendara motor berlindung saat hujan mendera. Nah.. jika masbro/mbaksis melihat ada banyak pengendara motor yang sedang berteduh, apa yang ada dibenak anda-anda ? Adakah sambil terus riding (karena memang sedang menggunakan mantel/jas hujan) terbersit pikiran dalam benak masbro/mbaksis seperti ini “dasar bego.. udah tahu musim hujan malah gak bawa mantel/jas hujan, siapin donk..”

Hayooo.. ngaku.. pasti pernah terbersit hehehe…

(sumber : otomotifnet)

(sumber : otomotifnet)

Sebenarnya di antara mereka itu ada yang justru memang sengaja. Lho kok bisa.. ?? Yuk dibahas…

Beberapa alasan kenapa (di musim hujan) pengendara motor tidak membawa mantel ketika hujan, dengan asumsi motor yang dipakai motor sendiri, yaitu :

Tidak Punya Jas Hujan

Nah.. kalau sebabnya ini, jelas ini asli bego. Ndak ada alasan untuk tidak memiliki jas hujan kalau punya motor. Alasan gak punya uang sama sekali gak bisa diterima, karena banyak kok tukang becak yang notabene kurang mampu aja masih mengusahakan untuk memiliki mantel hujan, walau dalam bentuk plastik tebal. Apalagi ada kok jas hujan kresek yang dari bahan kertas kresek harga 5 ribuan. Malu ? Mau malu atau basah kuyub ? :D

Jas Hujan Tidak Kebawa

Kalau yang seperti ini bisa dianggap ada bego-bego-nya dikit, tetapi lebih banyak alpa atau teledornya. Bego-nya ya seharusnya kalau sudah rutin berangkat kantor, kuliah atau sekolah, disiapin dari malam, atau pagi-pagi sekali di cek apa yang perlu dibawa… Idihhh.. kayak masih sekolah aja yah perlu diingatkan ibunda untuk disiapin keperluan besok sekolah.. hahahaha.. Nah penulis termasuk yang satu ini, sering lupa kalau jas hujan habis dijemur karena belepotan lumpur, di semprot air, terus dijereng aka dijemur. Dan penulis juga tipe yang kurang tertib, makanya kadang lupa.. hehehe..

Sengaja Tidak Bawa (??)

Ah.. masa sih.. Hehehe.. iya masbro/mbaksis.. Kok bisa ya ? Ya bisa donk..

Mereka yang sengaja tidak bawa jas hujan biasanya sedang bersama pacarnya, gebetannya, atau cewek yang sedang dia incar. Lhoo.. kok bisa.. ? Pikiren Dewe yo masbro/mbaksis… yang jelas alasannya biar bisa makin berlama-lama sama si cewek, atau malah sekalian riding berhujan-hujan ria… co cwiiiiiittt… jiakakaka

Nah.. setelah tahu ini, buat mbaksis-mbaksis semua yang ndak mau dimodus saat dibonceng cowok, siapin aja tuh jas hujan kresek di dalam tas.. Tapi ya kalau memang sengaja ingin dimodus.. what eper… banyak cewek jaman sekarang seperti ulo marani gebug..(kata kang Heri Setiawan hehehe)

Semoga bermanfaat

Wassalam.

*) jika ada kritik, saran, atau masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Lain-lain, Unik & lucu | Tagged , , , | 12 Comments

MotoGP : Pengganti Pedrosa Adalah Stoner ? Memang Kemungkinannya Kecil

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Terang sudah siapa yang akan menggantikan posisi Pedrosa sebagai pembalap Repsol Honda Team yang akan menjalani operasi hari Jumat ini di Madrid seperti yang direncanakan. Penggantinya telah diputuskan pada beberapa menit ketika permasalahan cedera Pedrosa diumumkan, yaitu bukanlah Stoner sebagaimana yang diramalkan banyak pihak, melainkan Hiroshi Aoyama !

Ngomong-ngomong tentang Stoner, yang keluar bukan hanya dari tim Repsol Honda, melainkan sekaligus pensiun dini dari MotoGP, memang menarik. Apalagi dikaitkan dengan pengganti Pedrosa selama absen operasi. Banyak yang meramalkan (sebetulnya meramal atau berharap yah.. hehehe) Stoner lah pengganti yang cocok agar performa Honda secara tim akan tetap mampu bersaing. Hmm…

Casey Stoner, Juara MotoGP 2011

Casey Stoner, Juara MotoGP 2011 Bersama Repsol Honda Team

IMHO…menurut penulis sih memang kemungkinannya kecil untuk menggantikan Pedrosa. Kata kuncinya menurut penulis ada pada satu kata EGO. Menurut penulis, kepergian Stoner karena didasari Ego, baik di sisi tim maupun Stoner sendiri. Dan yang pergi karena ego biasanya susah untuk balik. Sama seperti Rossi ketika pergi dari tim Honda dulu. Pergi dengan ego. Sekedar remembering.. Makanya ketika galau bersama Ducati prestasinya tidak bagus, tim yang paling tidak memungkinkan bagi Rossi untuk pindah adalah Honda. Berbeda ketika Rossi pindah dari Yamaha (ke Ducati), jadi lebih mungkin balik ke Yamaha.

Apalagi penggantian Pedrosa hanya bersifat sementara, rasanya kok gak mungkin Stoner mau menggantikan Pedrosa selama absen cedera.

Dan alasan kedua jelas, sisi teknis, setelah absen lama di MotoGP akan menyulitkan tim Honda untuk mengkodisikan Stoner siap di track. Apalagi sejak ditinggalkan oleh Stoner, sudah banyak perubahan yang dilakukan. Pasti membutuhkan adaptasi yang cukup banyak baik dari waktu maupun kesempatan practice bagi Stoner agar siap, adaptasi terhadap motor maupun sirkuit. Karena sebagaimana masbro ketahui, dua sirkuit berikutnya asing bagi Stoner.

Jadi mungkin bagi Stoner lover harus legowo tidak atau belum bisa melihat Stoner kembali mereng-mereng di trek.

Sekarang pertanyaan pentingnya, seberapa mampukah Hirosi Aoyama memberikan kontribusi kepada tim menggantikan Pedrosa ? Apakah justru lebih baik ? Only time will tell….

Semoga bermanfaat.

Tulisan terkait :

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, ataupun masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , | Leave a comment

Inspiring : Winning Mindset

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera..

Kebetulan hari ini (Kamis, 2 April, saat tulisan disusun) penulis mengikuti sebuah acara yang menghadirkan presentasi dari seorang tokoh muda, yaitu Jimmy Gani. Presentasinya sangat impresif dan juga sangat menginspirasi. Tetapi kali ini penulis tidak membahas latar belakang atau riwayat beliau, melainkan materi yang disampaikan beliau. Secara umum tema dalam presentasinya adalah tentang pengembangan talent putra putri bangsa. Dan fokusnya adalah tentang bagaimana meraih sukses baik secara personal maupun sebagai anak bangsa.

Tetapi yang lebih menarik lagi adalah bagaimana mindset dalam memandang kesuksesan, kegagalan, dan bagaimana memenangkannya, karena keberhasilan atau kesuksesan sesungguhnya berangkat dari mindset yang benar. Di sinilah penulis ingin berbagi dari apa yang bisa ditangkap dari presentasi yang sangat bermanfaat.

Agar lebih mudahnya langsung saja penulis sampaikan 2 tokoh inspiring dalam memandang keberhasilan dengan pendapatnya.

Gary Player Dan Keberuntungan

Gary Player yang lahir 1 November 2035, dikenal sebagai salah satu legenda golf profesional dunia. Prestasinya di bidang olahraga golf menjadikannya salah satu pegolf terbesar sepanjang masa dengan 9 gelar Major sepanjang hidupnya (Jack Nicklaus 18 Major, sedangkan Tiger Woods 14 Major). Dan salah satu yang paling dikenang dari Gary Player adalah terkenal dengan keberuntungannya sering mendapatkan Hole In One. Total dalam karir profesionalnya dan turnamen resmi Gary Player mencatatkan 19 kali Hole In One !

Untuk diketahui, Hole In One adalah ketika pegolf mampu memasukkan bole ke dalam lubang dalam sekali pukul, yang biasanya seharusnya dilakukan (sesuai jatah – par) dalam 3 pukulan. Dan untuk turnamen resmi, apalagi profesional, hampir selalu ada hadiah untuk hole tertentu (Hole PAR 3 – jatah 3 pukulan).

Apakah hanya Gary Player yang sering Hole In One ? Tentu tidak, tetapi yang menarik adalah pendapat dia ketika masalah “how lucky he was (betapa beruntungnya dia)” ditanyakan kepadanya. Ketika itu ditanyakan padanya.. dijawabnya dengan kalimat sederhana :

The harder I practice, the luckier I get (Semakin keras saya berlatih, semakin besar keberuntungan yang saya dapatkan)

Super… artinya sedikit atau banyak, keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya, keberuntungan itu bisa diciptakan, bisa dikondisikan, yaitu dengan berlatih keras, atau bekerja keras. Keberuntungan juga akan berpihak pada mereka yang berusaha.

Thomas Alfa Edison (1847 – 1931) Dan Mindset Tentang Kegagalan

Siapa yang tidak kenal tokoh satu ini, tokoh yang paling berpengaruh dalam dunia modern dengan buanyak temuannya yang bermanfaat bagi kehidupan modern. Tidak perlu penulis sebutkan bukan penemu bola lampu yang setiap rumah pasti menggunakannya. Padahal beliau  drop out dari sekolah. Yang menarik dari beliau adalah cara pandangnya.

Pernah dikatakan kepadanya.. bahwa anda (Thomas Alfa Edison) berhasil melakukan percobaan setelah ratusan kali menemui kegagalan. Maka dengan lugas Thomas Alfa Edison menyanggahnya, (yang kurang lebih kata-katanya..)

“Saya bukan menemui kegagalan ratusan kali sebelum menemui keberhasilan, tetapi saya BERHASIL menemukan kesalahan ratusan kali sebelum akhirnya BERHASIL menemukan bahwa yang saya lakukan benar”

Sekali lagi Super…!! Di sinilah perbedaannya dibanding kita-kita, termasuk penulis, dalam memandang keberhasilan dan kegagalan. Kenapa kita tidak memandang yang kita sebut dengan kegagalan itu sebagai keberhasilan menemukan kesalahan, sehingga membuka peluang bagi kita untuk menemukan yang benar. Bayangkan.. ratusan kali, sementara kita jangankan ratusan, puluhan atau bahkan belasan kali pasti sudah menyerah. Bahkan lebih sering kegagalan 2 kali sudah dirasa cukup untuk terus berusaha.

Meningkatkan Peluang Keberuntungan

Jika kita kembali pada prinsip Gary Player di atas, kita bisa melihat hikmah yang tersirat, yaitu

Berapapun kecilnya peluang keberuntungan kita, pasti akan kita dapatkan jika kita terus berusaha. Jika peluang keberhasilan kita 10%, artinya setidaknya kita harus terus berusaha hingga 10 kali, apalagi kita tidak tahu saat mencoba keberapa kali kita berhasil, yang ke 10, ke 5 atau bahkan saat pertama kali. Namanya juga peluang kan. Sebaliknya berapapun besarnya peluang keberuntungan kita, tidak akan pernah kita dapatkan kalau kita tidak pernah mencobanya. Peluang 100% berhasil pun tidak akan pernah kita dapatkan kecuali kita mencobanya at least sekali.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Lain-lain | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

MotoGP : Podiumnya Dua Ducati, Membawa Konsekwensi Regulasi, Apa Itu ?

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera..

Masbro/mbaksis… ternyata di balik cerita unik (melorot) dan mengharukan (cedera yang menghantui), race perdana di Losail, Qatar, kali ini juga menyisakan sebuah konsekuensi dalam hal regulasi pada tim Ducati. Yaitu karena mereka mampu menempatkan dua pembalapnya di podium.

Sebagaimana masbro ketahui, saat ini MotoGP terbagi menjadi 3 kelas. Kelas pertama adalah Factory, kelas kedua adalah Factory 2 atau Factory dengan konsesi, dan kelas Open. Ada perbedaan yang cukup signifikan di antar kelas-kelas tersebut. Untuk lebih jelasnya mungkin kita simak kembali jenis-jenis kelas ini dengan kriterianya.

Factory

Untuk kelas Factory,

  • ECU yang digunakan untuk hardware ditentukan oleh Official MotoGP, sedangkan softwarenya ditentukan sendiri alias di desain oleh pabrikan.
  • Kapasitas bensin 20 liter untuk tiap race
  • Penggantian mesin 5 kali selama satu musim dengan mesin yang identik
  • Tidak ada pengembangan selama satu musim penuh

Open

  • ECU yang digunakan sepenuhnya oleh Official MotoGP, baik hardware maupun software
  • Kapasitas bensin maksimum 24 liter untuk tiap race
  • Penggantian mesin hingga 12 kali sepanjang musim
  • Selama satu musim diberi kesempatan pengembangan, dan diberi peluang yang jauh lebih banyak untuk pengetesan dibanding Factory
  • Boleh menggunakan ban belakang compound soft

Factory Dengan Konsensi

  • ECU yang digunakan sama seperti Factory, yaitu Hardware oleh Official MotoGP, dan software oleh pabrikan
  • Kapasitas bensin maksimum 24 liter setiap race
  • Penggantian mesin hingga 12 kali sepanjang musim
  • Sepanjang satu musim berlangsung boleh melakukan pengembangan dan diberi peluang lebih banyak untuk pengetesan
  • Compound band yang soft untuk belakang

Kelas Factory 2 atau dengan konsesi ini sebetulnya bisa disebut kelas ketiga. Tetapi keberadaan kelas ini ada dengan semangat agar race bisa lebih kompetitif dan menarik. Artinya yang jadi juara tidak itu-itu saja pabrikannya, yaitu sebagai penjembatan, terutama bagi pabrikan-pabrikan yang baru masuk, agar mampu bersaing dengan pemain lama. Dalam hal ini Suzuki dan Aprillia. Sedangkan Ducati bisa masuk karena Ducati tidak atau belum memenuhi kriteria untuk masuk di kelas Factory. Kriterianya adalah Tim harus pernah memenangkan podium kedua dua kali, atau total podium dengan dry condition sebanyak 3 kali, terhitung sejak musim 2014.

Regulasi yang rada njelimet ini mungkin (opini penulis) untuk mengurangi kesan kemenangan yang diraih karena kebetulan. Sebaliknya dengan syarat ini juga untuk mencegah pabrikan absen 1 musim, terus masuk lagi sebagai tim baru, sehingga masuk kriteria yang kesempatannya sama dengan Open Class. Jadi misalkan pabrikan keluar karena suatu hal, mungkin financial, terus musim depan lagi masuk, jadi kriteria Open (jika tidak ada Factory 2), pengembangan terus menerus, maka bisa jadi tim pabrikan ini akan juara. Untuk itu jika tim pabrikan sudah memenangkan 2 kali podium kedua, atau 3 kali podium, maka keringanan-keringanan yang diberikan sebagaimana open class akan dikurangi sebagian. Ibaratnya.. udah mampu podium kok masih minta keringanan.. Hehehe..

Nah.. dengan kemenangan dua podium (kedua dan ketiga) dua pembalap Ducati minggu lalu memberikan konsekuensi keringanan-keringanan yang diberikan kepada tim Ducati dikurangi langsung, karena sudah 3 kali podium, termasuk podium ketiga Dovizioso di Austin musim kemaren (2014). Dan pemberlakuannya ada pada kapasitas maksimum bahan bakar yang dibolehkan, yaitu dari 24 liter dikurangi hingga 22 liter.

Regulasi ini juga berdampak pada Tim Ducati yang lain, yaitu dari Tim Pramac Racing, Danilo Petrucci dan Yonny Hernandez. Sedangkan yang open Class dari Ducati, yaitu Avintia Racing, yaitu Hector Barbera dan Mike DiMeglio tidak terkena dampak karena memang Open Class.

Pertanyaannya, apakah ngefek bagi tim Ducati ? Ternyata tidak juga masbro, karena tim Ducati sendiri mengakui, dalam 1 race full mereka bilang tidak butuh hingga 22 liter bahan bakar. Kalau 20 liter seperti Factory ? Tidak disebutkan untuk 20 liter. Yang jelas tidak berpengaruh bagi mereka pembatasan hingga 22 liter.

Namun jika ternyata Ducati mampu kembali menempatkan pembalapnya 3 kali podium dalam kondisi dry, maka mereka akan kehilangan kesempatan untuk menggunakan soft compound pada ban belakang. Sedangkan keringanan regulasi yang lain (seperti pengembangan, jumlah mesin cadangan, dan testing) tetap mereka dapatkan hingga akhir musim.

Sing penting seru lah.. ndak mbosein.. ya toh masbro/mbaksis…

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran maupun masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , , , , | 7 Comments