Kawasaki-Bajaj (India) Pecah Kongsi, Konsumen (India) Menderita, Dampak Pecah Kongsi Di Indonesia ??

Lama gak buka blog, tiba-tiba baca kabar yang menarik sekaligus mengagetkan….

versysx250

Diberitakan di bikeadvice, bahwa Kawasaki-Bajaj India telah pecah kongsi. Banyak konsumen Kawasaki yang menderita akibat pecah kongsi tersebut. Hal ini disebabkan sedari awal memang Kawasaki sepenuhnya bergantung pada Bajaj di lini depan marketing, service, support dan maintenance. Bisa dibilang dimana ada Bajaj, disitu dijual juga produk Kawasaki.

Dan ndilalahnya juga, service center Bajaj-KTM tidak mau menerima service dari konsumen Kawasaki. Mungkin berbeda dengan di Indonesia, untuk bengkel-bengkel kecil masih menerima service merk lain, (duit kok ditolak yoh…xixixi) mungkin disana saklek hanya menerima berdasarkan merk yang secara resmi dilayani, penulis ndak tahu juga.

Dan lebih ndilalahnya juga, Kawasaki (India) sama sekali belum siap untuk memberikan service support dan maintenance untuk konsumennya di India setelah putusnya kongsi dengan Bajaj. Diberitakan juga tidak sedikit motor yang mangkrak akibat kondisi ini. Weladalah..

Banyak konsumen yang menyesalkan kondisi ini. Apalagi melihat ketidaksiapan Kawasaki dalam peralihan dengan perubahan keadaan ini. Tentunya kita tahu, untuk membangun jaringan Sales Service & Support tidak bisa dalam hitungan bulan, bisa jadi setahun, bisa lebih, kalaupun dikebut, tetap saja berbulan-bulan, apalagi India wilayahnya juga luas. Kasihan konsumennya.

Hmm.. kalo dipikir2, jadi terbersit sesuatu di dalam pikiran penulis.. Apakah ini dampak dari pemutusan kongsi Kawasaki Bajaj di Indonesia yang lalu ? Dengan penghentian support Kawasaki dalam pemasaran produk andalan Bajaj di Indonesia, yaitu Pulsar 200 NS, dilanjutkan penghentian support total Bajaj India untuk produk Kawasaki ?? Ndak tahu juga, namanya juga kira-kira.

Atau mungkin Bajaj ingin lebih fokus ke produk Bajaj dan KTM sendiri, yang notabene Bajaj sebagai pemilik saham yang cukup besar di KTM. Karena kita tahu, tahun ini KTM akan ikut kasta tertinggi balap motor paling bergengsi di dunia, yaitu MotoGP. Tentunya keikutsertaan ini harus didukung sepenuhnya oleh barisan terdepan dalam pengelolaan produk-produk yang dipasarkan. Bisa jadi… bisa jadi..

Gimana menurut masbro/mbaksis ??

Wassalam

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , | 1 Comment

MotoGP : Hasil Lengkap Klasemen Akhir MotoGP 2015

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Selamat untuk Jorge Lorenzo sebagai Juara Dunia MotoGP 2015 !

Selamat untuk Yamaha sebagai juara Constructor MotoGP 2015 !

Berikut klasemen akhir MotoGP Championship 2015, Riders, Constructor, Team, Open Championship Riders :

Riders Championship Classification

MotoGP-2015-KlasemenConstructors

MotoGP-2015-constructor

Teams

Motogp-2105-champion-team

Open Riders Classification

Motogp-2015-open

Semoga bermanfaat.

Wassalam

Tulisan terkait :

*) jika ada kritik, saran, atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

MotoGP : Hasil Lengkap MotoGP Valencia, Congrats To Jorge, MotoGP Champion 2015 !!!

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis…

Congratulation for Jorge Lorenzo, Juara Dunia MotoGP 2015 !

And.. what a fight from Rossi performance..!! You are really the great MotoGP rider ever !

Sekali lagi selamat buat Jorge Lorenzo, setelah mampu podium pertama sejak awal lap hingga akhir memimpin lomba hingga finish. What a perfect pace !

Sebuah drama MotoGP yang berakhir serasa tanpa klimak.

Berikut hasil lengkapnya :

MotoGP-2015-valenciaSelamat buat Spanyol yang all Spanish podium.

Salute buat Valentino Rossi yang sudah menunjukkan performa luar biasa yang start dari posisi akhir bisa meraih posisi 4. Sayang sekali hasil tersebut tidak mampu menjadikan doi juara dunia, karena poinnya dikalahkan Jorge Lorenzo yang podium satu, hingga poin akhir race Lorenzo unggul 12 poin dari Rossi. Dan poin championship Lorenzo unggul 5 poin.

Bagaimana dengan Marquez ? Hmm… agak aneh, kenapa tidak pernah terlihat usaha untuk mengambil alih Lorenzo sejak lap awal. Baru ketika Pedrosa mampu mengambil alihnya di posisi 2 di akhir lap, Marquez dengan segera mengambil alih kembali… ahh.. jangan su’udzon gitu ah..dosa tauk.. qiqiqiqi

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

*) jika ada kritik, saran, atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment

MotoGP : (Opini) Sikap Kontroversi Jorge Lorenzo Atas Insiden Sepang

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Tuntas sudah perjuangan Rossi untuk meringankan hukuman penaltinya, setelah bandingnya ke pihak CAS (Court of Arbitration for Sport) ditolak. Dan bukan lagi grid terakhir di mana Rossi harus memulai balapan nanti, malah diurutan paling buncit di grid. Apesmu paklik..Tapi Rossi tetaplah Rossi, tidak akan menyerah hingga garis finish yang menentukan. Go Vale46 !

Tapi di tulisan kali ini penulis bukan ingin membahas itu, melainkan ingin menyoroti sikap Jorge Lorenzo yang menurut penulis sedikit kontroversial, baik sikap maupun komentarnya. Oke, coba simak kronologisnya hingga kemudian CAS menolak banding Rossi :

  • Selesai race Sepang yang berakhir dengan crash Marquez akibat bersenggolan dengan Rossi, Lorenzo langsung mengecam tindakan Rossi yang dia anggap menendang, padahal dia hanya melihat satu kali (sebagaimana yang dia katakan sendiri “I saw it once
  • Dan tidak lama kemudian Lorenzo melayangkan protes cukup keras, karena dirasanya hukuman penalti untuk Rossi dianggap terlalu ringan
  • Sikap Lorenzo tidak berubah sepanjang usaha Rossi untuk terus banding dari mulai RD, FIM, hingga pengajuan ke CAS.
  • Cukup banyak komentar yang dilontarkan Lorenzo terkait insiden Sepang
  • Lorenzo berusaha untuk ikut intervensi dalam pengajuan Rossi ke CAS, yang kemudian ditolak oleh CAS (dianggap tidak relevan keles) dan ini cukup membuat pihak Yamaha tidak suka terhadap Lorenzo
  • Dan terakhir, saat usaha Rossi sudah kandas untuk banding hingga CAS, dengan enteng Lorenzo berkomentar “Keputusan yang diumumkan CAS pada hari ini tidak berpengaruh buat saya. Jika pun mereka (CAS) mengubah sanksi, saya akan tetap tampil dengan motivasi yang sama.” (Kutipan aslinya : ““It doesn’t matter the decision that they make today [CAS], the sanction is the same. If they changed the sanction, I would race completely the same on Sunday, so this will not change my way of riding, my way of thinking about the race”) Really Jorge ?? why do you bother going to intervene in the trial CAS if so ?? Dan Jorge juga meminta maaf atas sikapnya yang kurang pantas saat podium di Sepang. Baru sekarang setelah banding CAS sebagai langkah akhir selesai ? 😀

Menurut penulis sih, ada kemungkinan Jorge bersikap demikian punya maksud tertentu. Seperti yang penulis singgung dalam tulisan sebelumnya disini , sebetulnya sikap awalnya dengan melakukan protes dengan menganggap hukuman terhadap Rossi terlalu ringan merupakan hal yang bisa dianggap sikap kurang respek terhadap tim-nya sendiri Yamaha. Bagaimana pun Rossi adalah rekan satu tim. Bukan berarti harus membela Rossi tanpa melihat kesalahan Rossi (in case sengaja melebar dan melambat menyebabkan Marquez keluar line), tetapi sikap diam lebih baik. Toh dia yang diuntungkan dengan penalti Rossi mempermudah gelar jurdun-nya.

Menebak-nebak Sikap Lorenzo

Masih ingat dengan ulasan penulis tentang warning Repsol Honda terhadap Pedrosa ? (Baca : MotoGP : Posisi Dani Pedrosa Di Repsol Honda Sudah Tidak Aman, Terlebih Jika….). Nah… baru ngeh kan .. Ya..dengan posisi klasemen seperti sekarang, tentu posisi Pedrosa jelas tidak aman, walaupun masih ada argumen bahwa Pedrosa tidak ikut seluruh seri secara full mengingat cederanya di awal musim ini. Tetapi perlu juga diingat, bahwa Pedrosa bukan lagi icon Spanyol di Repsol Honda, sudah ada Marqeuz yang lebih impressive. Di tulisan tersebut penulis mengisyaratkan Alex Marquez sebagai pengganti, tetapi ternyata Alex kedodoran di Moto2 sekarang. Jika demikian siapa ??

Jangan-jangan Lorenzo sedang mengincar posisi Pedrosa, mengingat sikap Lorenzo yang nampak jelas lebih memihak tim Honda. Bisa jadi.. bisa jadi.. Walau bisa jadi sih..Lorenzo bersikap demikian demi dia sendiri untuk gelar juara. Tapi bagaimanapun ini masalah bisnis jika dilihat dari sudut pandang Lorenzo.

Bagaimana menurut masbro/mbaksis.. ?

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , , , | 5 Comments

Yamaha MT03, Produk Yamaha Indonesia, Hanya Untuk Ekspor, Bagus Sih, Tapi…

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera semuanya..

Sudah kita ketahui bersama masbro/mbaksis, Yamaha Indonesia (YIMM) telah ditunjuk untuk memproduksi naked bike andalan Yamaha untuk kelas entry level, yaitu Yamaha MT03, yang didukung mesin berkubikasi 320cc, untuk pasar internasional, terutama untuk Eropa.

Namun sayangnya produk yang dibikin di dalam negeri ini hanya dipasarkan di luar, tidak di dalam negeri. Sebagaimana dilansir di media-media seperti diungkapkan oleh petinggi Yamaha Indonesia.

MT03

“Kami ekspor MT25, MT03, dan MX King. Untuk MT03 tidak dijual di Indonesia, tetapi kami ekspor” kata Bpk Maryanto, General Manager Produksi YIMM. Bagus sih.. secara makro akan menambah devisa bagi negara… tapiii.. gimana yah..

Yah.. masbro/mbaksis dan pemerhati otomotif pasti bisa menebak, alasan utamanya adalah skenario pajak dalam negeri yang tidak menguntungkan yang membuat MT-03 ini akan jauh lebih mahal dari harga seharusnya, karena akan dianggap sebagai barang mewah, sebab kubikasinya di atas 250cc. Dengan demikian harganya akan berlipat dibanding yang 250 cc seperti R25 atau MT25 yang sudah dijual secara resmi. Padahal spesifikasinya tidak terlalu jauh. Itu menurut penulis. Dan jelas potensi tidak laku akan besar karena harga yang tidak menarik.

Terlepas dari harga, menurut penulis, ditinjau dari sisi lokasi produksi dan market yang disasar, produk (dalam hal ini otomotif) terbagi atas beberapa, yaitu :

Produk dalam negeri, dijual di dalam negeri

Yang seperti ini jelas wajar, seharusnya manufaktur mendekati pasarnya yang disasar. Agar bisa efisien memangkas harga produksi.

Produk dalam negeri, dijual di dalam negeri dan di export

Ini jelas lebih bagus lagi. Artinya produknya punya standar internasional. Ada beberapa contoh, seperti Suzuki Address yang di export ke Eropa, MT25, MX King, dll. Di samping itu juga memberi keuntungan bagi Indonesia untuk menambah devisa.

Produk luar negeri, dijual di dalam negeri

Untuk yang seperti ini ada banyak skenario dan sebab, karena regulasi, ada yang utuh diimport, ada yang CKD (completely knocked down).

Tetapi jika dilihat dari sebabnya ada beberapa. Pertama produknya terbatas, baik dari sisi pabrikan secara total, maupun dari sisi produk sendiri yang bersifat terbatas. Dan ini biasanya berlaku untuk motor-motor (kita berbicara tentang roda 2) kelas premium. Namanya juga premium, bukan mass product. Tentu pabriknya pun hanya akan bikin manufaktur yang menurut pabriknya paling representatif. Contoh disini biasanya motor-motor premium dari Eropa, seperti Ducati, KTM (walau KTM juga bikin pabrik di India untuk kelas entry level), BMW, dll.

Atau mungkin produsen motornya merupakan produsen baru yang menjajal market Indonesia, sementara secara terbatas pabriknya hanya ada di negaranya sendiri. Namanya juga menjajal pasar wajar-wajar saja. Secara hitungan bisnis ini lumrah. Makanya aneh kalau ada pabrikan baru, terus ada yang bilang, bikin pabrik donk di Indonesia. Kalau kita sebagai produsen misalnya, mau merambah negara lain pasti akan melewati masa ini, penjajagan pasar. Contoh dari ini ada banyak, seperti Hyosung, Kymco, Bajaj, Benneli, dan lain-lain.

Yang belum bisa dimaklumi ketika pabrikannya adalah pabrikan besar di Indonesia, market sharenya termasuk besar, produknya pun produk massal, ditambah lagi konsumennya justru lebih banyak di Indonesia, kenapa harus import dan tidak bikin pabrik di Indonesia ?? Nggak logis kan jika dilihat dari banyak sudut pandang.

Produknya dibikin di dalam negeri (Indonesia), tetapi hanya untuk di export.

Kalau untuk yang seperti ini, seperti MT03 mungkin masih bisa dimaklumi, mengingat skema pajak yang tidak menguntungkan baik bagi produsen maupun konsumen tanah air, terutama untuk kubikasi yang mepet-mepet macam MT03. Tetapi menurut penulis ada baiknya, tetap dijual di tanah air secara terbatas, pesanan khusus misalnya. Penulis sih kurang tahu persis perbedaan signifikan MT03 dengan MT25, apakah hanya kubikasi atau banyak hal lainnya. Kalau tidak jauh-jauh amat kan secara support dan service masih bisa ditangani, artinya untuk mendukung MT03 tidak membutuhkan support dan service khusus.

Yahh.. tapi itu hanya sekedar opini penulis, mungkin YIMM punya pertimbangan strategis. Hanya tetap saja masih kurang legowo rasanya, karena sasaran pasar MT03 salah satunya India. Lagi-lagi konsumen India lebih dimanjakan. 😦

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

Posted in Otomotif, Roda Dua | Tagged , , , , , , | 2 Comments