Kenaikan Tarif Kereta (Ekonomi) Adalah Bentuk Ketidakberpihakan Pemerintah Pada Rakyat Bawah

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis…

Kali ini kita membahas tentang kebijakan Pemerintah yang rencananya akan menaikkan tarif Kereta Api Ekonomi jarak menengah dan jauh sebesar 50 – 100 %. Penulis merasa perlu mengetengahkan topik ini, mengingat efeknya sangat memberatkan rakyat terutama rakyat kelas bawah yang secara langsung menjadi konsumen.

Seperti banyak kita ketahui, hingga saat ini kereta api adalah alternatif utama angkutan massal yang dipilih oleh masyarakat, terutama masyarakat bawah. Banyak alasan, di antaranya tingkat kenyamanan dalam hal perjalanan. Banyak juga orang yang mengalami mabuk darat ketika menggunakan mobil atau bus untuk jarak jauh (termasuk beberapa kenalan yang mengaku lebih suka menggunakan kereta karena sering mabuk jika naik bus). Dan juga untuk perjalanan jauh lebih asyik naik kereta, dimana jika kita bosan duduk di tempat kita, bisa jalan-jalan hingga nongkrong ngopi atau ngeteh di kereta makan. Berbeda sekali jika kita naik bus, yang bikin bosan hanya bisa duduk, terutama bagi mereka yang susah tidur ketika dalam perjalanan.

nunggu-kereta

Oke.. kembali ke topik…

Mungkin masbro/mbaksis bertanya-tanya.. kenapa judulnya terkesan agresif (waduh.. kayak model desain motor aja berkesan agresif😀 ). Atau lebih tepatnya terkesan bernada protes keras. Atau apa ya istilahnya… Ya pokoknya gitulah..😀

Tapi bagaimana lagi.. Memang kenyataannya kenaikan tarif kereta khususnya ekonomi yang demikian banyak hingga 100% pasti bakal menambah kesulitan yang sedang dialami masyarakat. Mari kita lihat apa yang saat ini menjadi beban masyarakat :

  • Kenaikan BBM (akibat pencabutan subsidi), yang jelas berimplikasi pada kenaikan hampir di semua aspek. Pemerintah pernah menyatakan, kenaikan BBM karena pencabutan subsidi yang berarti harga mengikuti harga pasar dunia. Artinya jika harga BBM dunia turun, maka harga-harga juga akan turun. Masbro/mbaksis percaya harga BBM yang turun bakal menurunkan harga-harga yang sudah terlanjur naik ? Faktanya.. sekali harga barang naik akibat BBM naik, jangan harap harga bakal otomatis turun. Karena kenaikan BBM jelas akan berefek domino pada segala aspek ekonomi. Efek naiknya cepat, tetapi efek turunnya sangat lambat, bahkan sering kali gak ngefek kalaupun harga BBM turun lagi. Orang awam pun tahu (karena merasakan langsung di lapangan). Cukup logis sih.. taruhlah, andaikan sebuah industri yang menghasilkan produk konsumsi masyarakat, akibat kenaikan BBM, harga bahan baku untuk produksi naik, biaya angkut, dan seluruh proses produksi akan ikutan naik. Nah.. ketika proses produksi selesai menghasilkan barang yg siap dikonsumsi masyarakat, lantas kemudian harga BBM terkoreksi turun, apakah harga jual barangnya akan turun mengikuti harga BBM ? Padahal ketika pembelian bahan baku, proses produksi, biaya angkut sudah naik ketika sebelumnya BBM naik. Jelas tidak bakal turun. Itu sebabnya sekali BBM naik, maka efek dominonya akan dengan cepat berefek pada segala aspek. Tetapi tidak berefek ketika turun. Sangat disayangkan pemerintah terlalu menyederhakan permasalahan (kalau tidak mau dikatakan terlalu naif) dengan mengatakan Kalau nanti harga BBM turun, otomatis harga-harga akan turun juga. Faktanya ?
  • Rupiah yang terus merosot terhadap dollar. Pemerintah bisa saja berkelit bahwa pelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga terhadap mata uang negara lain. Memang iya sih.. tetapi.. kenapa harus melihat efek kepada negara lain yang tentu berbeda atmosfer ekonominya. Bagaimanapun, mengingat tidak sedikit barang produksi, walau diproduksi dalam negeri, masih menggunakan bahan-bahan baku dari luar negeri yang tentu saja pembeliannya (baca : import) menggunakan dollar. Kecuali mungkin transaksinya bersifat barter, seperti pernah dilakukan pemerintah sebelumnya, yaitu transaksi barter antara produk dirgantara negeri kita, dengan kebutuhan pokok dari negara tetangga (Thailand atau Vietnam penulis lupa).
  • Sedikit atau banyak, 2 hal di atas, berpengaruh terhadap kebutuhan bahan pokok yang lain. Dan jelas makin menyulitkan masyarakat bawah. Bahkan beras pun ikut naik. Walau usaha pemerintah dalam operasi pasar juga perlu mendapat apresiasi

Tentunya beban akan semakin berat bagi masyarakat jika tarif angkutan kereta ekonomi dinaikkan dengan prosentase yang besar, 50-100%.

Dalih bahwa pemerintah menaikkan tarif kereta ekonomi karena harga BBM yang naik, dan dollar yang makin tinggi terhadap rupiah, sungguh tidak beralasan. Karena hal-hal berikut  :

  • Pemerintah sudah mencabut subsidi BBM, artinya pemerintah sendiri yang menaikkan BBM, tetapi kemudian Kereta Api yang seharusnya menjadi alat untuk pendorong perekonomian rakyat di bidang transportasi juga dinaikkan. Bukankah itu jadi berlipat bagi masyarakat ?
  • Pencabutan subsidi BBM, menurut pemerintah sendiri telah memberikan ruang fiskal yang cukup besar bagi pemerintah untuk pembangunan. Kenapa ruang fiskal yang besar itu sebagian tidak digunakan untuk tetap mensubsidi transportasi massal seperti kereta api. Dengan terjangkaunya angkutan massal, akan menjadi pendorong gerak aktifitas ekonomi di masyarakat.
  • Bukankah sudah disadari oleh semua lapisan dan golongan, terutama lapisan pemerintah dari kota hingga pusat, bahwa transportasi massal adalah harga mati yang harus disolusikan dengan segera, sebelum jalanan akan semakin padat dengan kendaraan pribadi. Nah.. apakah menaikkan tarif kereta ekonomi bukannya justru kontraproduktif terhadap semangat mendorong masyarakat untuk lebih mencintai angkutan massal ? Masyarakat jelas akan lebih memilih yang lebih ekonomis. Dan jika tarif kereta ekonomi mahal, pasti akan lebih memilih yang ekonomis seperti motor misalnya. Padahal penggunaan motor untuk jarak jauh akan berpeluang semakin meningkatkan angka kecelakaan.
  • Dan satu hal yang juga sangat penting, seharusnya Kereta Api tetaplah sebagai salah satu motor penggerak perekonomian. Dengan begitu, Kereta Api bukan menjadi pesaing bagi jenis angkutan-angkutan lain, sehingga bukan lagi sebagai lahan bagi pemerintah mencari untung, melainkan salah satu agent pendukung pembangunan. Kereta Api tidak perlu dibebani untuk profit, apalagi jika itu harus menaikkan kelas ekonomi. Mungkin diantara masbro/mbaksis bertanya, jika tidak boleh profit, dari mana Kereta Api akan menggaji karyawan atau pegawainya ? Dengan menjadikan agen pembangunan, jelaslah itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah, sama seperti pegawai-pegawai pemerintah yang lain. Sehingga pihak Kereta Api Indonesia bisa lebih fokus dalam melayani kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat akan lebih mencintai transportasi massal daripada harus memenuhi ruang jalan dengan kendaraan pribadi.

Yah.. itu sih pendapat pribadi penulis. Rada malas sebetulnya membahas ini, karena pasti ada saja yang melihatnya dari sudut pandang politis, mengingat suhu politik yang sama sekali belum kondusif sejak pemilu yang baru lalu. Tetapi sebagai insan yang memimpikan transportasi massal yang baik dan terjangkau, yang bisa menjadi pilihan utama dibanding kendaraan pribadi, topic ini menjadi sorotan penulis.

Lebih kurangnya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran atau masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Transportasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kenaikan Tarif Kereta (Ekonomi) Adalah Bentuk Ketidakberpihakan Pemerintah Pada Rakyat Bawah

  1. fapfap says:

    Biar naik tapi pelayanannya beda coy sekarang udah gak ada lagi pengamen,pedagang asongan yg naik ke gerbong selain itu lebih bersih juga,intinnya lebih profesional lah sekarang

    • boerhunt says:

      itu kan udah lama, itu juga udah naik brp persen sejak kondisi masih spt itu dibenahi.. dilihat aja secara gambaran besarnya, penyediaan angkutan massal adalah kewajiban pemerintah, bukan sebaliknya tempat pemerintah mencari keuntungan..spt point terakhir, coba disimak

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s