Kenapa Sebuah Produk Spare Partnya Inden ?

Kata yang satu ini merupakan momok bagi konsumen apapun, tidak terkecuali otomotif roda dua. Begitu mendengar kata INDENT langsung bikin mules di perut. Baik itu ketika baru meminang sebuah produk, atau ketika ada suatu part yang dibutuhkan oleh motor yang sedang bermasalah.
Kalau masih baru akan beli sih bisa bersabar. Tetapi kalau urusan penggantian part, kata Indent benar-benar bikin kesal. Apalagi jika part itu susah dicari subtitusinya dan harus ada karena motor gak bisa dipakai tanpa part itu.
Nah..di artikel ini penulis mengajak menganalisa apa saja yang kira-kira menjadi sebab part sebuah produk harus indent untuk mendapatkannya.
Sebuah produk harus indent untuk mendapatkannya antara lain disebabkan oleh :

  • part-nya bukan fast moving, hal ini sudah mafhum, hanya produsen yang sudah mapan yang berani sedia part non fast moving dalam jumlah yang banyak.
  • produknya sendiri merupakan produk premium, tidak semua distributor/dealer akan menyediakan part untuk produk premiumnya. Cukup rasional, mengingat produknya premium tentunya partnya juga akan mahal. Distributor/dealer mana yang akan menyimpan part mahal berlama-lama di gudang. Sama sekali tidak menguntungkan secara bisnis. So penyediaan part hanya berdasarkan permintaan.
  • produknya import secara CBU (completely built up) atau CKD (completely knock down).
  • produsennya/produknya merupakan pemain/produk baru di tanah air. Hal ini sudah jelas. Contohnya pun sangat mudah, para konsumen Motor-motor India seperti Pulsar dan TVS, Minerva rider tentu sudah pernah atau paham banget akan hal ini. Bahkan produsen lama pun dengan produk barunya tidak luput dari masalah indent. Seperti kita sudah ketahui bersama, untuk pembelian Yamaha Byson mengalami inden di awal-awal peluncurannya.
  • produknya sendiri sudah stop produksi. Hal ini sudah jelas. Untuk otomotif roda empat aka mobil lebih diuntungkan dibanding roda dua, karena part yang disediakan biasanya waktunya lebih panjang dari sejak produknya sendiri sudah stop. Dan biasanya masa produksi mobil lebih lama dari roda dua. Tapi ada keuntungan lain dari motor dibanding mobil. Substitusi dengan produk lain lebih mudah dibanding mobil. Kita bisa dengan mudah menggunakan karburator dari merk lain dengan tidak terlalu banyak perubahan, tidak demikian dengan mobil.
  • partnya merupakan part generik. Yang penulis maksud dengan part generik disini adalah part-part yang dengan mudah kita dapatkan substitusinya. Contohnya velg, ban, spion, led/bohlam, rantai, gear, busi. Kenapa ini penulis masukkan sebagai penyebab indent?  Karena dengan banyaknya produk diluaran yang bisa dipakai sebagai pengganti, dealer justru tidak akan banyak menyimpan stok. Wajar sih..karena begitu banyak produk yg murah-murah dan model banyak diluaran, contohnya spion, tidak menguntungkan secara bisnis menyimpan stok banyak-banyak. Akibatnya ketika suatu saat berbarengan banyak yang membutuhkan yang ori, pastilah indent akan terjadi.
  • produknya gagal secara market. Ilustrasinya begini. Ketika sebuah produk diluncurkan, tentu ada tahap-tahap yang dilewati. Tahap pertama (setelah peluncuran) tentu penetrasi pasar. Dalam tahap ini produk masih baru. Dan secara natural tentu kerusakan masih sangat minim, kecuali karena insidental, sehingga spare part pun pasti tidak akan banyak. Nah dari tahap ini sebuah produk akan dinilai gagal secara market setelah satu atau dua semester. Ketika dianggap “gagal”, tentu dealer akan menahan diri dari menyimpan banyak stok partnya. Bagi analis pasar (dari pemilik produk tentunya), sebenarnya sudah bisa menilai berhasil tidaknya produk tersebut di pasar dalam 1 semester. Dan dari hasil analisis itu akan diambil langkah strategis thdp produk ybs. Tapi kita tidak membahas tentang itu di artikel ini😀

Sebuah produk yang bermasalah dengan indent part bisa jadi karena salah satu sebab di atas, bisa jadi pula karena beberapa sebab di atas sekaligus. Contohnya moge. Moge tentu barang CBU. Dan kalau moge-nya Hyosung tentu bisa dianggap sebagai pemain baru di jagad permotoran tanah air. Dan sebab-sebab di atas hanya apa yang terpikir dibenak penulis. Mungkin masbro/mbaksist bisa menambahkannya lagi. Tapi jangan dimasukkan sebab permintaan > persediaan, namanya juga indent sudah pasti kondisinya permintaan > persediaan hehe.

Antisipasinya
Nah..dari sebab-sebab itulah baru kita bisa mengambil langkah antisipasi atau solusinya. Paling tidak kita bisa mengambil sikap yang benar. Sudah tahu barang premium ya jangan berharap sparepartnya akan mudah tersedia. Sudah tahu banyak banget substitusinya yang bisa dipakai tanpa mengurangi fungsi atau berpengaruh pada motor (contoh spion) ngapain masih maksain beli yang ori sampe perlu indent lama. Ya toh..
Saran jitu dari temen-temen biker mengenai masalah inden part, banyak-banyaklah cari informasi, terutama mengenai substitusi part. Dan informasi seperti itu bisa banyak kita dapatkan melalui komunitas atau forum. Tidak harus ikut club motor, cukup komunitas yang sesuai dengan produk kita dimana mereka biasa saling berbagi informasi. Tapi hati-hati dengan ratjoen-ratjoen yang tersebar, maksudnya ratjoen modifikasi hehe..

Oke penulis akhiri dulu biar gak kepanjangan..semoga memberi manfaat.

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in mobil, Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

35 Responses to Kenapa Sebuah Produk Spare Partnya Inden ?

  1. Over Price says:

    kalau inden dijanjiin seminggu dan tepat waktu ya masih wajar. kalau lebih dan molor-molor ya terserah enilaian masing-masing:mrgreen:

  2. lumayan masih bisa inden, lagh kalau ga ada

  3. nanared says:

    jgnkan motor india,nmp aja didaerah nyari businya setengah mati,beli busi bwat nmpku bukannya di AHASS malah di BeRes Yamaha,

  4. smartf41z says:

    Pars Tiger aja kadang masih inden.

  5. FGAH PZZO says:

    Nais Inpoh… betul2 pencerdasan otomotif…

  6. Rudy Sou1 says:

    rata rata part motor itu indent klo belinya di dealer resmi😀

  7. A.S.K says:

    sayang yg di sebut Pulsar, bukan Bajaj, karena Bajaj mewakili XCD 125 yg terlupakan😦

  8. uDien D'kab says:

    pilih motor sejuta umat aja dech …😀

  9. RGoh says:

    satu lagi…alasan salah tulis karna perbedaan tanda baca =___=;’
    di indonesia pesen misal karet intake 1.000
    di india bacanya sama dengan 1, harusnya pese 1,000 pake koma (,)

  10. LintangSelatan says:

    NMP udah jalan setahun, nyari ban sama lampu sein aja inden lhoo,,, edan tenan… padahal nih atpm sudah puluhan tahun menjajah endonesia…:mrgreen:

  11. ipanase says:

    aku aja yang inden motornya 4 bulan tetep sabar, tapi yang bikin panas,,,,beli sparepartnya malah ready,,aneh,,,,,kebo

  12. hoeda says:

    kl fxr150 ane, spartpartnya langka…tp tetep seneng aja tuh…soalnya jd lebih banyak kenalan saat hunting spare part

  13. inden parts paling parah di pabrikan Jepang terjadi di Suzuki😡

    <<dah pernah ngerasain soalnya, ini juga inden part2 cakram gak dateng2, katanya gara2 dealer pusat kemaren libur natal….jadi harus order ulang…

    wah, bingung dah pokokna mah:mrgreen:

    • boerhunt says:

      Gk bisa pake aftermarket bro? Sejak jetcooled rc80/100 muncul ane gk pernah punya lg motor suzuki, jd gk faham bener, tp nurut temen sih (shogun pertama) emang kawenya part suzuki jarang banget dan orinya mahal, tp worth it lah dibanding kawean H yg paling bagus (pengalaman ane make karisma125 thn 2001/2)
      O ya ane jg sempat make supra pertama thn 1998..kaweannya banyak hehehe

      • KWnya sedikit, palingan KW Indoparts. Tapi sekalipun ada KWnya, tetep pilih ori om.

        hehehe…Honda memang KWnya bejibun, kayak Yamaha juga gitu. Yang jarang KWnya itu Suzuki dan Kawasaki.

      • boerhunt says:

        Iya sih..pengalaman dulu supraku yg thn 1998 (sebelum punya karisma) belinya supra seken, blm terlalu ngerti part, bbrp wkt make langsamnya sering gk normal bahkan sering mati, pas dibawa ke beres lgs di vonis karbunya palsu alias kw, ternyata diganti sebelum dijual ke ane.. solusinya ganti hikss..

      • Begitulah resikonya kalo beli bekasan motor yang KWnya banyak bro😦

      • boerhunt says:

        Kalo di mobil toyota yg byk kaweannya🙂

  14. Pingback: Kenaikan Spare Part Bajaj : Apa Kira-kira Implikasinya (Negatif/Positif) Bagi Konsumen « Boerhunt's Blog

  15. Pingback: BAI Akan Angkat Kaki, Seperti Tidak, Alasannya ? « Boerhunt's Blog

  16. Pingback: BAI Akan Angkat Kaki, Sepertinya Tidak, Alasannya ? « Boerhunt's Blog

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s