Mengikuti Aturan Lalu Lintas Dan Berhati-hati Saja Tidak Cukup Untuk Menjaga Keselamatan Di Jalan, Perlu Upaya Lebih, Apa Itu ?

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis…

Seringkali kita sudah berhati-hati dalam berlalu lintas di jalan, tetapi justru celaka karena ulah orang lain yang ugal-ugalan atau lengah di jalan

Tentu masbro/mbaksis sering banget mendengar ungkapan di atas. Atau ungkapan berikut :

Kita udah hati-hati.. eh orang lain bikin kita celaka…

Yah… demikianlah apa yang terjadi di keseharian di jalan. Bahkan long weekend yang barusan juga penulis benar-benar mengalaminya. Penulis sedang mengemudikan mobil bersama keluarga balik dari liburan di kampung. Sudah menjaga jarak aman dengan mobil depan, saat mendekati perlintasan kereta ngerem perlahan-lahan, tiba-tiba gubraakk… ditubruk dari belakang. Sontak langsung menyuruh berhenti kendaraan yang persis dibelakang untuk minggir. Ternyata dan ternyata, mobilnya juga tertabrak dari belakang.. owalah.. beruntun toh 3 mobil. Padahal kondisi memang merambat, lah kok bisa tiba-tiba ada yang nabrak dari belakang sampai beruntun. Penyok deh pintu bagian bagasi.. mobil punya kakak pula.. hikss. Untungnya.. (dasar orang indonesia, ketabrak kok masih ada untungnya..) keponakan yang masih bayi tidak apa-apa duduk di tengah, cuma terbangun karena kaget hentakan, tapi tidak menangis.

Hikss... penyok deh...

Hikss… penyok deh…

Oke.. kembali ke topik.. Terus.. apakah dengan begitu kita kemudian juga akan ikut-ikutan tidak berhati-hati, ambil untung saja di jalan, selama diri aman libas saja ? Ataukah tetap yang penting aku hati-hati dan jika terjadi sesuatu atau incident tidak dalam kondisi melanggar ? Tidak usah terlalu perduli dengan orang lain ? Hmm.. sekilas benar, hanya.. coba pikirkan.. kalau sekedar mobil atau motor penyok sih .. masih bisa diperbaiki, kalau sampai melibatkan korban jiwa bagaimana ? Jadi sebaiknya bagaimana ?

Disinilah kuncinya.. memang kita tidak bisa sekedar benar sendiri (bukan benere dewe kata orang jawa ya, tetapi dalam arti cukup dengan diri sendiri melakukan yang benar). Kesalahan orang lain mau tidak mau pasti akan berdampak ke kita juga satu saat atau di lain saat. Kita tidak bisa berprinsip “yang penting aku tidak melanggar, peduli amat dengan orang lain, toh ada polisi yang ngatur“. Karena jalan yang dipakai sama, satu kesalahan oleh satu orang bisa berakibat ke orang lain. Satu kalimat pentingnya, kita juga harus perduli dengan kesalahan orang lain. Sama halnya dengan hal-hal yang bersifat umum, seperti lingkungan, udaranya sama yang dihirup, airnya juga sama yang dikonsumsi, ada satu orang yang merusak itu, maka dampaknya kena ke orang lain sekitar, bahkan bisa meluas efeknya.

Bagi masbro/mbaksis yang beragama Islam tentu mengetahui, bahwa dasar-dasar agama selain mematuhi perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya, ada satu kewajiban lagi. Yaitu amar ma’ruf nahi munkar, artinya mengajak kepada kebaikan, dan mencegah (orang lain) dari kejahatan/kejelekan. Tidak cukup hanya kita sendiri yang mengerjakan kebaikan itu, atau mencegah (diri) dari kejahatan itu, melainkan harus juga mengajak orang lain seperti kita. Atau dalam bahasa umumnya, dengan satu bumi yang kita pijak, satu langit, satu udara yang kita hirup, tidak bisa kita merasa cukup kita telah berbuat yang baik dan mencegah diri melakukan kerusakan, kecuali juga dengan mengajak orang lain, atau mencegahnya dari melakukan kejelekan. Karena kejahatan, kerusakan, atau keburukan itu pasti akan berdampak ke kita atau meluas cepat atau lambat. Urusanmu urusanmu, ini urusanku sendiri… tidak bisa seperti itu.

Kalau kata ulama (dalam agama), amar ma’ruf nahi munkar (terutama nahi munkar – mencegah orang lain berbuat munkar) diibaratkan seperti sekelompok orang yang sedang bersama-sama di dalam perahu yang sama sedang mengarungi lautan. Bagaimana menurut masbro/mbaksis jika ada 1 saja orang yang dengan cueknya melobangi dasar kapal, apakah yang lain bisa atau boleh diam saja tidak mencegah ? Dan cuek dengan prinsip urusanmu urusanmu, urusanku ya urusanku ? Tentu saja tidak bisa, karena perbuatan orang yang melobangi kapal itu akan menenggelamkan seluruh orang yang ada di kapal. Akibatnya tidak hanya terkena bagi yang melobangi saja. Sebuah pengibaratan yang bagus penulis rasa.

Dalam lingkup kecilnya lalu lintas pun tidak berbeda. Kesalahan 1 orang bisa berdampak pada orang yang lain. Itu sebabnya kita seharusnya tidak cukup hanya dengan diri sendiri yang sudah ikutin aturan saja, tetapi sebisa mungkin mengajak orang lain, mensosialisasikannya semampu yang kita bisa. Memang yang seperti ini tidaklah mudah. Melihat pengalaman, apalagi di dunia sosmed, tidak jarang orang yang mencoba melakukannya justru dibully. Dan selain tidak mudah, efeknya juga tidak akan langsung terasa memberi manfaat, melainkan perlu waktu yang cukup panjang. Dan tentu saja perlu kesabaran.

Pertanyaan pentingnya, bagaimana melakukan itu dengan cara yang paling baik ? Wah kalau sampai sini penulis sih tidak punya gambaran jelas bagaimana melakukannya. Rasanya para pembaca masbro/mbaksis pasti lebih tahu dibanding penulis. Disamping penulis tidak mau sok tau, pasti masbro/mbaksis lebih tahu kondisi masing-masing di saat itu dibutuhkan. Yang jelas kita tidak mungkin langsung memarahi orang yang melanggar begitu saja di jalanan. Faktanya yang melanggar sekarang selain berjama’ah, juga lebih galak kalau ditegur, bisa babak belur konyol kita hehehe…

Pernah mengobrol dengan teman, alasan dia kenapa ikut komunitas/klub motor, dan kenapa komunitas/klub motor itu yang dipilih, alasannya adalah karena komunitas itu justru punya prinsip untuk patuh pada peraturan lalu lintas di jalan, dan berusaha mensosialisasikannya, serta juga menjaga agar anggotanya dari pelanggaran-pelanggaran yang demikian dengan cara menghukum. Hmmm…pemikiran yang sangat bagus. Karena biasanya orang sendirian yang benar itu sering kalah dengan yang salah tapi banyak. Itu satu hal, hal lainnya, dengan berkelompok mensosialisasikannya bisa jadi lebih efektif.

Yah… itulah gambaran yang bisa penulis paparan, sekedar gambaran global, bagaimana aplikasi dan detilnya, tentu masbro/mbaksis lebih paham di lapangan di banding penulis sendiri.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Mengikuti Aturan Lalu Lintas Dan Berhati-hati Saja Tidak Cukup Untuk Menjaga Keselamatan Di Jalan, Perlu Upaya Lebih, Apa Itu ?

  1. Pingback: Peraturan Yang Lemah Atau Penegakannya Yang Lemah ? Dan Sikap Yang Seharusnya ..(Bagian 2 dari 2) | Boerhunt's Blog

  2. Pingback: Dua Kesalahan Terbesar Orang Tua Melanggar Lalin | Boerhunt's Blog

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s