Per 1 Januari 2015, Subsidi Untuk Kereta Ekonomi Jarak Sedang Dan Jauh Dicabut, Dan Kembalilah Para Pemudik Melirik Roda 2

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Berita yang kurang mengenakkan bagi pengguna kereta api ekonomi terutama jarak jauh dan menengah baru saja terbit, yaitu rencana penghapusan subsidi untuk kereta api ekonomi jarak jauh dan menengah, sebagaimana berita berikut ini yang dilansir oleh okezone.com :

JAKARTA – Terhitung per 1 Januari 2015, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan terkait pengalihan public service obligation (PSO) atau subsidi untuk kereta api ekonomi jarak jauh dan jarak sedang ke kereta api lokal dan komuter. Nantinya, harga tiket kereta api dengan rute tertentu akan kembali normal.

“Misalnya rute dari Kertajaya I, Surabaya Pasar Turi-Tanjung Priok, dulu harganya masih di PSO Rp50.000, sedangkan jika dihapus PSO-nya akan menjadi Rp135.000,” ucap Executive Vice President Passenger Transport Marketing and Sales KAI, Totok Suryono di Gedung Jakarta Railway Center, Djuanda, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2014).

Totok mencontohakn, KA jarak jauh dengan tujuan dari Tanjung Priok-Purwosari yang menjadi Rp105.000 dari harga Rp50.000. Sedangkan tiket dari Malang-Pasar Senen pun naik dari Rp65.000 menjadi Rp150.000.

“Contohnya harga tiket KA jarak sedang Tawangjaya I PSO sebesar Rp45 ribu per orang. Setlah dicabut subsidinya, tarifnya menjadi Rp80 ribu per orang,” pungkasnya.

Belum dijelaskan secara terperinci berapa saja masing-masing peningkatan harga tiket kereta untuk masing-masing tujuan.

Bagi penulis ini amat sangat disayangkan. Seperti kita tahu, dengan adanya subsidi yang diterapkan pemerintah untuk kereta ekonomi jarak jauh dan menengah dalam 2 tahun belakangan, ternyata punya implikasi yang cukup signifikan dalam menurunkan tingkat kecelakaan, terutama di saat mudik. Yang mayoritas kecelakaan itu menimpa pemudik bermotor.

Sebagaimana dilansir oleh Kemenhub bulan Agustus lalu, penggunaan kereta api sebagai angkutan moda untuk mudik naik hingga 14-15 persen, sebaliknya untuk kendaraan pribadi seperti mobil dan roda dua mengalami penurunan, yang terbanyak di roda dua. Tren ini jelas menunjukkan perubahan pola transportasi yang dipilih oleh pemudik. Dan ini juga berimplikasi pada penurunan kecelakaan, baik yang meninggal atau luka, sebesar 13,4 % !

Memang kita tidak bisa menentukan, bahwa pemberian subsidi kereta ekonomi jarak jauh ini menurunkan tingkat kecelakaan secara langsung. Tetapi dari tren yang terlihat dari statistik, ada korelasi yang cukup signifikan dari kenaikan penggunaan kereta, dan penurunan penggunaan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi mudik pada angka kecelakaan.

Dan penulis melihat akan dicabutnya subsidi kereta ekonomi jarak jauh dan menengah ini akan membuat banyak pemudik, terutama pemotor, akan kembali seperti sedia kala, yaitu menggunakan motor untuk mudik. Dan ini sumber potensi kecelakaan terbesar di saat mudik.

Semoga ini dipertimbangkan kembali oleh pemerintah.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, maupun masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, mobil, Otomotif, Roda Dua, Transportasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s