Beberapa Kondisi Yang (Rasanya) Tidak Pantas (Improperly) Membunyikan Klakson

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Lama banget rasanya tidak corat coret di blog ini dengan topic bahasan.. Maaf lagi rada-rada malas nulis.. hehehe

no-klakson

Oke.. topic kali ini adalah tentang kapan selayaknya atau justru tidak selayaknya membunyikan klakson (kendaraan). Inspirasinya datang dari pengalaman (seringkali) penulis berkendara di jalan. Dan penulis rasa hampir semua pernah mengalaminya.

Jika kita sedang menunggu ijo-nya lampu lalu lintas, saat baru saja ijo, atau bahkan baru proses kuning menyala bareng merah, kendaraan belakang sudah membunyikan klakson, gimana masbro/mbaksis, kesel kan ?

Atau ketika kita sedang memberikan jalan penyeberang jalan, tiba-tiba kendaraan di belakang membunyikan klakson berulang-ulang, kesel gak ? Hehehe…

Oke, di sini penulis ingin berbagi opini (pribadi) kondisi apa yang tidak selayaknya (improperly) membunyikan klakson. Yaitu (kecuali yang jelas bertanda trompet dicoret, seperti di sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan lain-lain) :

  • membunyikan klakson kepada penyeberang jalan, apalagi jika menyeberangnya di zebra cross dan lampu lalu lintas memang “jatah” penyeberang jalan, KECUALI penyeberangnya berlambat-lambat dalam menyeberang, atau sambil asyik bermain gadget
  • membunyikan klakson kepada kendaraan lain yang nampak dengan jelas sedang memberi kesempatan penyeberang jalan dengan cara yang benar
  • membunyikan klakson sesaat lampu berubah dari merah ke hijau, atau bahkan baru lampu kuning (menjelang hijau) yang menyala, KECUALI memang nampak pengguna jalan di depan kita memang sedang sibuk dengan sesuatu yang mengalihkan perhatian dari perubahan lampu lalu lintas
  • sudah tahu macet, sedikit-sedikit membunyikan klakson, padahal nampak jelas pengguna jalan lain tidak sedang memperlambat lalu lintas dengan tidak patut, bahasa halusnya, nikmati sajalah, jangan menambah keruwetan dengan bisingnya klakson
  • nah yang terakhir, kuranglah patut membunyikan klakson untuk minta dibukakan pagar garasi jika kondisinya mengganggu tetangga di malam hari. Kan ada HP, tinggal call no rumah or no hp orang yang ada di rumah, daripada mengganggu tetangga yang sedang beristirahat (topic ini pernah penulis ulas di tulisan lalu).

* All those above are really annoying, isn’t it guys ?

Yup… ini hanya opini pribadi penulis, boleh setuju boleh tidak, but.. melihat kondisi di jalanan saat ini, sebaiknya masyarakat kita memang kudu belajar kapan bisa membunyikan klakson, dan kapan tidak patut membunyikan klakson. Itulah etika pengguna jalan yang tidak sekedar benar salah berdasarkan aturan, tetapi beradab.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran atau masukan, bisa hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Lain-lain, lalu lintas, mobil, Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Beberapa Kondisi Yang (Rasanya) Tidak Pantas (Improperly) Membunyikan Klakson

  1. agoey says:

    Ya…apalagi yg di trafic light..paling bkin jengkel.. Bru jg ijo dah tan tin tan tin..

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s