When Women Drive …

Turut prihatin terhadap kecelakaan yang menimpa belasan murid Taman Kanak-kanak di Medan oleh gurunya sendiri Jumat kemaren.

Berita belasan murid TK tertabrak Guru

Entah kenapa, dari kronologis yang penulis baca, mengingatkan penulis pada sebuah topik, When Women Drive..

Suatu hari penulis dikirimi email yang berisi foto-foto yang bertemakan When Women Drive.. Beberapa fotonya bisa disimak berikut :

(sumber onepoll.com)

bisa dibayangkan bagaimana bisa seperti itu ? (sumber onepoll.com)

How come...? (sumber : onepoll.com)

kayak kodok lagi kawin..(sumber squido.com)

Dan masih banyak lagi kalau kita mau googling di internet dengan keyword “when women drive”. Dan memang beberapa situs yang mengangkat topik tersebut cenderung melecehkan kemampuan wanita dalam berkendara.

Tetapi di sini penulis tidak mempermasalahkan gender. Karena toh kenyataannya banyak wanita yang cakap dalam mengendarai, bahkan jadi pembalap. Malah kebalikannya ada juga pria yang tidak cakap dalam menyetir.

Namun memang faktanya, dan juga berdasarkan penelitian, wanita cenderung lebih mudah panik dibanding pria. Kalau kita lihat kronologis kecelakaan dari berita tersebut, jelas unsur kepanikan menambah parah akibat dari kecelakaan yang terjadi. Sepertinya – IMHO – unsur kepanikan itu pulalah yang mengakibatkan kecelakaan mobil yang terjun bebas dari lantai 7 (cmiiw) parkiran di salah satu gedung di Jakarta beberapa waktu lalu. Memang unsur keamanan gedung jadi sorotan, tetapi jika diteliti lebih dalam, dari kronologisnya menurut penulis tidak lepas dari unsur kepanikan.

Sekali lagi penulis tidak mempermasalahkan masalah gender, tetapi penulis lebih ingin menyoroti regulasi. Dimana seharusnya ada ujian juga untuk lisensi berkendara, jika seorang pengemudi mengalami kepanikan, bagaimana dia bisa mengatasi kepanikan itu. Karena :

Kepanikan di belakang kemudi, hampir pasti akan berakibat fatal, baik bagi pengemudi/pengendara sendiri, maupun bagi yang lain. Atau memperparah akibat dari kecelakaan.

Di Jerman sendiri pernah ada penilitian yang menghasilkan sebuah kesimpulan, bahwa wanita punya reputasi buruk dalam perparkiran dibanding pria. Bukankah itu juga yang mendasari kenapa di sebagian besar gedung perparkiran ada tempat khusus wanita ?

In My Humble Opinion, pengkhususan seperti di atas sebenarnya tidak perlu. Jika memang tidak cakap dalam mengemudi/berkendara (parkir saja kesulitan), sebaiknya jadi penumpang saja, naik angkutan umum atau taksi, daripada malah membahayakan keselamatan diri dan orang lain di jalan. Pengkhususan tersebut lebih pantas, lebih layak, dan lebih berguna bagi difable driver/biker.

Kembali ke cerita teman.. Di lain waktu teman penulis juga pernah mengalami, ketika disopiri oleh istrinya. Dalam sebuah perjalanan, posisi mereka ada dibelakang mobil yang tidak jelas maunya. Dimana jalan searah 2 jalur, dan sepi. Mobil di depan mereka nanggung, tidak ke kanan tidak ke kiri, sehingga didahului pun susah, padahal jalannya pelan. Diklakson pun tidak mau minggir. Ketika agak lama kemudian sudah berhasil mendahului mobil tersebut, si istri teman melihat yang mengemudikan mobil tersebut ternyata seorang wanita. Spontan si istri langsung berucap “Dasar ibu-ibu kalo nyetir ..”. Terang saja teman penulis bengong, dipikirnya “lah kamu sendiri kan ibu-ibu”. Tapi hanya bisa ngempet ngguyu, maklum si istri lagi kesal, hanya menceritakan kepada penulis.😀

Semoga bermanfaat.

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, mobil, Otomotif, Roda Dua and tagged , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to When Women Drive …

  1. Aa Ikhwan says:

    udh banyak kasus memang… tp ya itulah mesti yg emang bener2 mahir mengemudi.. jangankan mobil motor yg roda 2 pun kadang ngeri liat wanita yg megendarainya baik itu sruntulan, atau pelan di tengah jalan bahaya. tapi gak semua ya😀

  2. warung DOHC says:

    selain gampang panik.. kadang juga tledor… meski ga semunya …. lho ya

  3. Karis says:

    emosi wanita lebih dominan dibanding logikanya

  4. Yoshi says:

    He he . . .
    gambarnya lucu-lucu😀

  5. kawanlama95 says:

    Ya postingan ini bisa jadi mengambarkan kejadian sehari hari namun itu memang banyak kejadian pria ugal-ugalan di jalan . Paling tidak postingan ini mengingatkan pada kita kecerobohan mengakibatkan buruk untuk orang lain.

    • boerhunt says:

      Betul masbro..kalo saya membagi sebab kecelakaan menjadi 2 bagian besar, sebab krn kesalahan pengendara, ugal2an, keteledoran dll, yg kedua diluar pengendara termasuk infrastruktur dan regulasi, kecelakaan krn byk wanita panik ini saya masukkan sebab kedua, krn seharusnya pengendara yg tidak siap secara mental di belakang kemudi seharusnya tdk mendpt lisensi itu, kalo sy nilai kasihan banget itu ibu guru, pasti dia mengalami trouma yg dalam dan panjang, yg ditabrak murid sendiri pula (dr informasi media)

  6. Gogo says:

    imagenya emang spt itu, mngkin klo wanita bnyk pikirannya jg pas berkendara kadang ga fokus..

  7. tongsam says:

    tulisan sampeyan apik… sopan… objektif….😛

  8. iwip says:

    buset ngeri ye gan ….

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s