Pembatasan Kecepatan Motor Tidak Akan Berdampak Secara Efektif Dari Sisi Keselamatan, Kenapa ?

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksist

Baru-baru ini diberitakan oleh media (motoplus-online.com) bahwa ada wacana pembatasan kecepatan untuk roda dua.

(sumber : motorplus-online.com)

(sumber : motorplus-online.com)

Yup, sebagaimana dirilis oleh media di atas, wacana itu dilontarkan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono :

Angka kecepatan maksimalnya belum. Akan dikaji keseluruhan, termasuk dampak ekonominya. Apakah dengan pembatasan ini, akan mengurangi produksi kendaraan. Ini perlu studi lebih mendalam

Jelas ini bukan hanya bikin ketar ketir para speed freak’ers, tetapi juga pabrikan. Betapa tidak, dengan pembatasan seperti ini, tentu akan berdampak secara signifikan pada pabrikan motor yang justru sedang gencar-gencarnya menyasar segmen ini, bahkan di segmen premium.

Ada sih manfaat positif yang jelas dari pembatasan ini. Yaitu untuk menekan angka kecelakaan roda dua yang tidak jarang jatuh korban jiwa. Ada banyak contoh kecelakaan fatal yang diakibatkan oleh kecepatan tinggi dari roda dua. Yang cukup terkenal dan masih kita ingat adalah kecelakaan yang menimpa almarhum ustadz Uje dengan motor gede-nya.

Penulis pernah menyinggung mengenai makin maraknya moge bermunculan secara resmi, bahwa hal tersebut harus diikuti oleh regulasi yang mengatur dengan lebih ketat, yaitu Moge Mulai Bermunculan (resmi), akankah regulasi mengikutinya ??.

Tetapi regulasi yang penulis maksud yang perlu diperketat bukan tentang batasan kecepatan secara umum, melainkan siapa yang berhak menggunakan. Semakin tinggi kecepatan roda dua, dan atau semakin besar power serta kubikasi motornya, maka semakin ketat pula kriteria untuk mendapatkan ijin untuk mengendarainya. Misalkan SIM C1, C2, C3 dan seterusnya berdasarkan spesifikasi kendaraan (roda dua) nya.

Jika pemberlakuan ini bersifat secara umum, maka ini akan menjadi anti klimaks. Buat apa motor dibikin kenceng, kalau dibatasi.

Fakta dilapangan juga membuktikan, di jalan tol yang ada batas kecepatan dan terukur melalui alat juga penegakannya sangat minim. Jauh lebih banyak kendaraan yang melebihi kecepatan yang dibolehkan daripada mengikuti aturan batas kecepatan. Padahal itu di jalan tol yang relatif lebih bisa diatur. Bagaimana dengan jalan umum ?

Menurut penulis, yang perlu di upgrade adalah mental pengendarannya, dengan berbagai regulasi untuk bisa mendapatkan ijin mengendarai seperti yang penulis maksud di atas. Bisa saja melalui test psikologi. Mungkin gak ? Mungkin saja menurut penulis. Untuk bisa dapat ijin hanya menggunakan motor kecil, tidak perlu sampai test psikologi, tetapi ketika dia butuh ijin untuk motor yang lebih besar dan lebih tinggi powernya, baru dia butuh test ini.

Gimana menurut masbro/mbaksis ?

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Pembatasan Kecepatan Motor Tidak Akan Berdampak Secara Efektif Dari Sisi Keselamatan, Kenapa ?

  1. andhi_125 says:

    betul…kecepatan bukan satu-satunya faktor…masih banyak lainnya, termasuk calo😆

    • boerhunt says:

      hahaha…bisa aja..

      • andhi_125 says:

        iyah kang, calo sim???😉

      • boerhunt says:

        Calo SIM skrg beda, mrk jg gk bisa gantiin kita, cuma nganter2 doank tempat ini itu bawain berkas, cuma masalah antri doank, sisanya tetep aja disuruh test😀

      • andhi_125 says:

        tapi tes-nya cuma buat syarat ajah, kalo di daerah saia sih…
        soalnya dah pasti lulus (en jadi SIM-nya)

      • boerhunt says:

        huwah.. ditempatku malah gk lulus ya gk lulus, suruh ulang minggu depan, kalo gk lulus, minggu dpn lagi..kalo gk lulus lagi, tunggu bbrp bulan (3 bulan kalo gk salah), krn ada yg pernah ngalamin, gagal di test jawaban online, drpd harus cuti bolak balik, berhbung SIM lama masih berlaku dr daerah sebelumnya, ya udah drpd repot mutasi SIM aja😀

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s