(Pikirkan) Berapa Persen Yang Kesetrum Dibanding Yang Tewas Tertabrak Gara-gara Melanggar ??

berita insiden kesetrum di jembatan penyeberangan

Sebelumnya penulis menyampaikan duka sedalam-dalamnya terhadap korban, semoga jasa-jasanya dibalas oleh Yang Mahakuasa…

Membaca berita diatas, dan komentar-komentar seputar kasus ini kok jadi seolah-olah pembenaran terhadap yang salah.

Menyeberang di tempat yang seharusnya dilakukan di jembatan penyeberangan tetapi tidak digunakan tetap saja salah, jangan jadi pembenaran terhadap pelanggaran. Ente bisa saja keseterum kalau ada air tergenang dan kabel listrik telanjang menjuntai.

Kasus ini jelas harus diusut, dan harus ada yang bertanggung jawab, tapi kita juga harus bersikap dewasa.

Berapa persen sih kasus seperti ini dibanding kecelakaan di bawah/dekat jembatan penyeberangan yang melibatkan penyeberang jalan ??  So don’t be so childish..!

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to (Pikirkan) Berapa Persen Yang Kesetrum Dibanding Yang Tewas Tertabrak Gara-gara Melanggar ??

    • boerhunt says:

      tidak semua bisa pake zebra cross om, terutama jalan yang memang lalu lintasnya cenderung high speed, mau gk mau jembatan penyeberangan..spt di pasteur, zebra cross malah gk nyebrang2..

  1. vixy182 says:

    kok bisa nyetrum lwt jmbtn penyebrangn

    • boerhunt says:

      petugas bersih2, bukan pejalan kaki2, dan yg bikin kesetrum bukan dr atas, melainkan korsleting yg dibawah tanah, kalo kondisinya begitu kena pohon pun bisa nyetrum (kalo ini sering kejadian sampe meninggal)..jd gk masuk akal kalo krn ini trus ogah pake jembatan penyeberangan

  2. Aa Ikhwan says:

    ane turut berduka cita jg.

    kecelakaan kesetrum tersebut memang mengkhawatirkan dan tidak disengaja maksudnya korban pun gak tau itu ada aliran setrumnya,..lah kalo yang nyeberang di bawah jembatan penyeberangan pasti sudah tau bahayanya tapi mesti tetap disengaja menyeberang.

    memang dilema juga di saat banyaknya jembatan penyeberangan yang tidak aman bagi penyeberangnya,..mungkin jembatan penyeberangan meti dibuat nyaman, terang kalau malam hari dan mungkin mesti sering2 dicek kondisinya baik sedang sepi ataupun rame.

  3. Gogo says:

    miris ,baru tau ad persitiwi begini. terlihat jls fasilitas publik dah diacuhkan negara..

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s