Yamaha MT03, Produk Yamaha Indonesia, Hanya Untuk Ekspor, Bagus Sih, Tapi…

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera semuanya..

Sudah kita ketahui bersama masbro/mbaksis, Yamaha Indonesia (YIMM) telah ditunjuk untuk memproduksi naked bike andalan Yamaha untuk kelas entry level, yaitu Yamaha MT03, yang didukung mesin berkubikasi 320cc, untuk pasar internasional, terutama untuk Eropa.

Namun sayangnya produk yang dibikin di dalam negeri ini hanya dipasarkan di luar, tidak di dalam negeri. Sebagaimana dilansir di media-media seperti diungkapkan oleh petinggi Yamaha Indonesia.

MT03

“Kami ekspor MT25, MT03, dan MX King. Untuk MT03 tidak dijual di Indonesia, tetapi kami ekspor” kata Bpk Maryanto, General Manager Produksi YIMM. Bagus sih.. secara makro akan menambah devisa bagi negara… tapiii.. gimana yah..

Yah.. masbro/mbaksis dan pemerhati otomotif pasti bisa menebak, alasan utamanya adalah skenario pajak dalam negeri yang tidak menguntungkan yang membuat MT-03 ini akan jauh lebih mahal dari harga seharusnya, karena akan dianggap sebagai barang mewah, sebab kubikasinya di atas 250cc. Dengan demikian harganya akan berlipat dibanding yang 250 cc seperti R25 atau MT25 yang sudah dijual secara resmi. Padahal spesifikasinya tidak terlalu jauh. Itu menurut penulis. Dan jelas potensi tidak laku akan besar karena harga yang tidak menarik.

Terlepas dari harga, menurut penulis, ditinjau dari sisi lokasi produksi dan market yang disasar, produk (dalam hal ini otomotif) terbagi atas beberapa, yaitu :

Produk dalam negeri, dijual di dalam negeri

Yang seperti ini jelas wajar, seharusnya manufaktur mendekati pasarnya yang disasar. Agar bisa efisien memangkas harga produksi.

Produk dalam negeri, dijual di dalam negeri dan di export

Ini jelas lebih bagus lagi. Artinya produknya punya standar internasional. Ada beberapa contoh, seperti Suzuki Address yang di export ke Eropa, MT25, MX King, dll. Di samping itu juga memberi keuntungan bagi Indonesia untuk menambah devisa.

Produk luar negeri, dijual di dalam negeri

Untuk yang seperti ini ada banyak skenario dan sebab, karena regulasi, ada yang utuh diimport, ada yang CKD (completely knocked down).

Tetapi jika dilihat dari sebabnya ada beberapa. Pertama produknya terbatas, baik dari sisi pabrikan secara total, maupun dari sisi produk sendiri yang bersifat terbatas. Dan ini biasanya berlaku untuk motor-motor (kita berbicara tentang roda 2) kelas premium. Namanya juga premium, bukan mass product. Tentu pabriknya pun hanya akan bikin manufaktur yang menurut pabriknya paling representatif. Contoh disini biasanya motor-motor premium dari Eropa, seperti Ducati, KTM (walau KTM juga bikin pabrik di India untuk kelas entry level), BMW, dll.

Atau mungkin produsen motornya merupakan produsen baru yang menjajal market Indonesia, sementara secara terbatas pabriknya hanya ada di negaranya sendiri. Namanya juga menjajal pasar wajar-wajar saja. Secara hitungan bisnis ini lumrah. Makanya aneh kalau ada pabrikan baru, terus ada yang bilang, bikin pabrik donk di Indonesia. Kalau kita sebagai produsen misalnya, mau merambah negara lain pasti akan melewati masa ini, penjajagan pasar. Contoh dari ini ada banyak, seperti Hyosung, Kymco, Bajaj, Benneli, dan lain-lain.

Yang belum bisa dimaklumi ketika pabrikannya adalah pabrikan besar di Indonesia, market sharenya termasuk besar, produknya pun produk massal, ditambah lagi konsumennya justru lebih banyak di Indonesia, kenapa harus import dan tidak bikin pabrik di Indonesia ?? Nggak logis kan jika dilihat dari banyak sudut pandang.

Produknya dibikin di dalam negeri (Indonesia), tetapi hanya untuk di export.

Kalau untuk yang seperti ini, seperti MT03 mungkin masih bisa dimaklumi, mengingat skema pajak yang tidak menguntungkan baik bagi produsen maupun konsumen tanah air, terutama untuk kubikasi yang mepet-mepet macam MT03. Tetapi menurut penulis ada baiknya, tetap dijual di tanah air secara terbatas, pesanan khusus misalnya. Penulis sih kurang tahu persis perbedaan signifikan MT03 dengan MT25, apakah hanya kubikasi atau banyak hal lainnya. Kalau tidak jauh-jauh amat kan secara support dan service masih bisa ditangani, artinya untuk mendukung MT03 tidak membutuhkan support dan service khusus.

Yahh.. tapi itu hanya sekedar opini penulis, mungkin YIMM punya pertimbangan strategis. Hanya tetap saja masih kurang legowo rasanya, karena sasaran pasar MT03 salah satunya India. Lagi-lagi konsumen India lebih dimanjakan.😦

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan, silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Yamaha MT03, Produk Yamaha Indonesia, Hanya Untuk Ekspor, Bagus Sih, Tapi…

    • boerhunt says:

      menurut kawasaki spt-nya sama, harga gk bakalan menarik, tetapi produk MT03 kan di produksi di Indonesia, harusnya lebih menjanjikan dijual disini dibanding produk Kawasaki yg Ninja300 pabrikannya diluar

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s