Pengalaman Antri Cek In, Ternyata Masih Ada Yang Tidak Paham Arti Garis Antri

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Dibilang pengalaman gak enak sebetulnya juga nggak, tetapi pengalaman menyenangkan juga jelas bertolak belakang. Tetapi ya begitulah.. pengalaman yang bikin geleng-geleng kepala..

Cerita hari Senin lalu penulis menempuh perjalanan dari Surabaya ke Bandung. Dengan menggunakan pesawat pagi – tidak terlalu pagi, karena takut tidak nutut nanti sampai bandara (Juanda) – penulis ikut mengantri untuk check in di depan counter. Tidak banyak yang antri, di depan penulis hanya ada 2 calon penumpang dengan 1 orang yang sudah dilayani petugas counter.

Setelah calon penumpang di depan penulis maju ke meja counter, penulis ikut maju sampai batas garis antri yang berwarna kuning. Tidak lama sekitar 1 menitan, sambil mengamati calon penumpang dilayani petugas counter, penulis mendengar suara dari belakang,

mas mas.. maju mas.. “.

Karena tidak merasa bahwa penulis yang harus maju, (karena kan sudah di batas garis antri), penulis cuek aja. Baru juga sekian detik, ternyata laki-laki yang ngomong tadi langsung nyerobot di depan penulis. Kontan saja penulis menegur

“Lho… kok nyerobot  ??!”

Eh dia menimpali sambil kembali mundur “Iya mas maju..”

Dengan nada sedikit marah penulis berkata “ini kan sudah batas antri” sambil penulis tunjuk garis persis di depan kaki.

Sungguh sebuah tindakan yang tidak menyenangkan dari seorang yang menurut penulis tidak tahu etika.

Kenapa penulis menyebut tidak tahu etika, karena ada beberapa alasan melihat situasi check in, yaitu

  • kondisi antrian check in tidak rush, antrian di belakang penulis hanya 3 orang termasuk penyerobot tadi
  • jadual terbang masih lama, hampir 2 jam, kalau penumpang dari kota yang jauh dari Surabaya, masih sempat tidur sejenak setelah check in barang 1/2 – 1 jam hingga ada panggilan boarding, seperti kebiasaan penulis
  • jelas-jelas posisi penulis berdiri antri sudah mepet di garis kuning batas antri
  • kalaupun misalnya dia kebelet atau apa, antri yang tidak panjang, waktu yang ada masih panjang untuk itu, atau biasanya minta ijin sama dibelakang kita untuk ke toilet dulu dan nanti akan menyela kembali. Hal demikian sudah biasa, bahkan penulis juga pernah melakukan, dan baik-baik saja

Lain cerita kalau kondisinya antrian mengular panjang, yang biasanya lebih bijak kalau antrian lebih mepet namun masih cukup nyaman tidak terlalu mepet-mepet banget.

Rupanya masih ada saja orang yang tidak paham, kenapa garis batas antri dibikin agak jauh dari posisi meja counter check in.

Garis batas antri dibuat agak jauh dari meja counter (kira-kira 1,5 meter tergantung SOP bandara ybs), untuk memberi ruang gerak bagi calon penumpang, untuk mengurus barangnya, seperti mengurus bagasi, atau membuka dompet atau tas secara bebas tanpa terganggu atau bahkan tanpa ada kekhawatiran barang-barang tercecer. Seperti kartu identitas, surat-surat kecil, struk tanda bukti bayar dari ATM yang mungkin terjatuh ketika kita mengeluarkan atau memasukkan tiket dari kantong, tas, atau dompet. Jika terlalu rapat garis antrinya, dikhawatirkan kita tidak awas saat ada yang jatuh, beruntung jika ada orang sekitar yang melihat dan mengingatkan. Masalahnya kita tidak bisa bergantung pada orang lain, karena orang lain pasti punya kesibukan dan fokus pada hal lainnya. Itulah kebebasan yang diberikan pada orang yang sedang beraktifitas dengan meja counter.

Itu yang seharusnya dipahami oleh seluruh orang yang antri di depan counter, sehingga tidak memaksakan diri maju melewati garis antri, kecuali jika dalam kondisi tertentu diperintah oleh petugas bandara yang mengawasi untuk lebih maju.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Lain-lain and tagged , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Pengalaman Antri Cek In, Ternyata Masih Ada Yang Tidak Paham Arti Garis Antri

  1. mad ass says:

    selamat datang di indonesia he he he…budaya antri katanya merupakan budaya indonesia, tapi faktanya???

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s