TIPS : Hati-hati Dalam Membeli Tiket (Kereta) Yang Lintas Hari

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis…

Kali ini penulis ingin berbagi pengalaman. Pengalaman pahit namun berharga untuk jadi pelajaran.

Ceritanya masih tentang liburan long week end yang lalu saat liburan imlek. Mengingat long week end, penulis sudah jauh-jauh hari memesan tiket. Sudah diputuskan untuk berangkat hari Kamis pagi dan pulang Sabtu malam. Nah.. pengalaman pahit ini berawal dari kata kunci “Sabtu malam”.πŸ˜€

Setelah memesan tiket untuk pergi Kamis pagi kereta Lodaya via online di kereta-api.co.id , penulis melanjutkan untuk mencari tiket pulang untuk hari Sabtu Malam. Tadinya memang rencana bukan Mutiara Selatan, tetapi Malabar, jadi mencari tiketnya tetap untuk hari Sabtu. Tetapi ternyata untuk Malabar eksekutifnya habis, dan kalau sama-sama bisnis, mending Mutiara Selatan yang berhenti di stasiun-nya tidak sebanyak Malabar, karena Malabar ada ekonominya, sehingga hampir setiap stasiun berhenti.

Maka tanpa cek ricek lagi, dengan masih ada mindset di otak, Sabtu Malam, dan sudah biasa berangkat dari Surabaya (Mutiara Selatan berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya), otomatis yang dipilih kereta Mutiara Selatan Sabtu !!

Tanpa ada kekhawatiran tiket bakal bermasalah, penulis menikmati liburan di Yogja dengan menggunakan motor sewaan yang cukup murah dan layanannya cukup memuaskan, yaitu Mandiri Motor (baca disini).

Cerita pahitnya dimulai di Sabtu malamnya. Sehabis Maghrib setelah meninggalkan penginapan, dan makan malam, melanjutkan menitipkan barang-barang dulu ke locker di Stasiun Tugu, dan selanjutnya jalan-jalan di Malioboro sambil mencari oleh-oleh (belum sadar nih tiket bakal bermasalah). Setelah puas selama 2 jam’an menyusuri Malioboro dengan tentengan oleh-oleh, baliklah ke Stasiun. Sampai stasiun masuk ruang tunggu dengan melalui pemeriksaan tiket dan mengambil barang-barang di locker. Untuk informasi masbro/mbaksis, locker tutup jam 11 malam (23.00 WIB). Jadi kalau masbro/mbaksis nitipkan barang di locker Stasiun Tugu, jangan terlalu asyik jalan-jalan malam di Malioboro hingga lupa. Bisa-bisa barang harus diambil esok hari karena udah tutup. Cilaka kan..

Setelah menunggu kurang lebih 2 jam menunggu, datanglah kereta MutiarSa Selatan. Penulis lupa jam berapa tepatnya. Dengan santai tanpa buru-buru, penulis menaiki kereta. Gerbong sekian no tempat duduk 6A. Setelah meletakkan barang bawaan, penulis duduk. Belum sampai 1 menit duduk, ada ibu-ibu (berempat) menanyakan tempat duduk. Ndilalah no gerbong dan tempat duduknya sama persis. Mencoba tenang dan menenangkan menunjukkan tiket masing-masing. Begitu tiket penulis dan teman ditunjukkan, si ibu berseru “Lho.. ini kan tiket Sabtu, sekarang udah Minggu dinihari !!”

Perhatikan jam-nya, harus hati-hati saat pemesanan

Perhatikan jam-nya, harus hati-hati saat pemesanan

Waduhh.. cilaka.. bener.. langsung penulis dan teman buru-buru turun dari gerbong dan ke loket penjualan langsung. Ternyata habis bis bis.. sodara-sodara..!! Tambah panik.. Mengingat ini liburan panjang, bisa jadi seluruh transportasi penuh semua… Dan benar, seluruh kereta jurusan Yogja – Bandung maupun Yogja – Jakarta untuk hari Minggu dari pagi hingga malamnya penuh semua !!

Oleh petugas loket yang melayani membantu mencarikan alternatif dengan baik hati disarankan untuk menunggu kereta pagi atau sorenya di hari Minggu, mungkin ada yang terlambat. Wah.. jelas tidak mungkin bagi penulis, karena belum tentu ada, sesuatu yang tidak pasti. Mending ambil keputusan yang lebih pasti.

Akhirnya penulis putuskan untuk mencari alternatif transportasi lain. Tetapi semua penuh, travel penuh. Itupun hanya travel tertentu yang telponnya diangkat. Maklum sudah dinihari. Pesawat juga penuh. Padahal sudah mencari banyak alternatif, termasuk Solo-Bandung, Solo-Jakarta, Semarang-Bandung, Semarang-Jakarta. Ada Semarang-Jakarta, tetapi di harga 2 juta rupiah untuk Garuda. Waduh..

Setelah berpikir lebih tenang, akhirnya diputuskan, pakai bus Patas jarak pendek, walau jelas lebih menyita waktu, tetapi ada kepastian, daripada menunggu hingga siang yang belum tentu ada, kereta, pesawat, atau travel. Dan diputuskan ambil jurusan Yogja-Tasik, Tasik-Bandung, karena yang Bandung atau Bogor/Jakarta langsung termasuk bus malam, dan itu berangkatnya masih sore, belum tentu juga ada. Done..!!

Setelah menunggu Subuh, kami putuskan berangkat ke terminal Giwangan. Alhamdulillah di Terminal sudah ada bus (Budiman) yang menunggu penumpang untuk berangkat jam 6 lebih. Alhamdulillah… Dan setelah sampai Tasikmalaya kira-kira jam 2 lebih, kami lanjutkan dengan bus Budiman juga menuju Bandung. Alhamdulillah…sampai Bandung jelang Maghrib.

Beberapa hal yang penting dan unik dalam pengalaman ini :

  • Selalu pastikan tiket yang anda pesan sudah benar, terutama untuk kereta yang lintas hari, dan bukan tujuan utama (Mutiara Selatan bukan kereta Yogja, melainkan jurusan Surabaya-Bandung)
  • tidak semua stasiun membuka loker penyimpanan 24 jam, perhatikan jam-jam buka-nya. mengetahui jam-jam-nya itu penting. Selain menjaga agar jangan sampai ketika mau ambil barang lokernya udah tutup, juga untuk perhitungan waktu dalam menikmati waktu senggang menunggu jam-nya kereta yang masih lama. Yaitu ketika mempertimbangkan apakah mau menitipkan barang dulu baru kemudian jalan-jalan, atau tanpa menitipkan
  • yang unik dari pengalaman ini adalah.. ternyata bukan penulis saja yang salah melihat tiket (sebelum bentrok dengan tiket penumpang lain), petugas pemeriksa pun salah melihat. Dan dua kali kami memasuki area ruang tunggu selalu lolos, pertama saat menitipkan barang di locker (karena locker ada di ruang tunggu di dalam), dan kedua saat menunggu kereta. Seharusnya petugas tiket jika teliti bisa melihat bahwa tiket kami sebenarnya sudah expired (Sabtu dinihari) hehehe.
  • ini adalah pengalaman ketika membeli tiket online, kita harus lebih teliti. Berbeda dengan jika kita belinya di loket. Biasanya petugas di loket mengingatkan sekali lagi kalau tiketnya untuk kapan dan jam-nya secara pasti. Nah.. kalau tiket online sepenuhnya ada di keputusan kita. Tidak ada yang mengingatkan. Berdasarkan keterangan petugas tiket, sering juga terjadi penumpang seperti kami, akhirnya menginap di Stasiun.
  • sebenarnya jika penulis lebih tenang, ada lebih banyak alternatif dengan tetap menggunakan kereta. Misalkan dikatakan Yogya-Bandung penuh, kita bisa tanyakan apakah Yogja-Tasik ada. Karena bisa jadi yang penuh itu penumpang Tasik-Bandung, karena banyak juga penumpang yang lebih memilih kereta untuk Tasik-Bandung. Dan selanjutnya bisa ambil bus Tasik-Bandung. Ini sekedar tips dari penulis jika menghadapi situasi yang sama. Sayangnya penulis keburu panik hehehe.

Pengalaman pahit yang berharga, dan alhamdulillah tetap ada solusi.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan silahkan hubungi di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Transportasi, Trip & Kuliner and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s