Bidang Ekonomi Kreatif, Tidak Ada Satupun Yang Nyenggol Otomotif, Hiksss….

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Mengamati keberpihakan pemerintah kali ini dalam mengembangkan ekonomi kreatif cukup menggembirakan. Walau pemerintah sebelumnya juga sudah memperhatikan hal tersebut. Namun sepertinya pemerintah saat ini lebih serius dengan mengucurkan dana besar untuk bidang ekonomi kreatif.

Namun, bagi kita yang konsen dan menyukai bidang otomotif dan mengikuti perkembangan otomotif nasional, penulis sangat menyayangkan dari seluruh bidang ekonomi kreatif yang akan diseriusi pemerintah, tidak ada satupun yang menyangkut atau menyenggol bidang otomotif. Berikut 14 bidang yang dibawahi oleh ekonomi kreatif :

  • Periklanan (advertising)
  • Arsitektur
  • Art Market
  • Craft
  • Desain, grafis, interior
  • Fesyen/ fashion
  • Video, Film, dan fotografi
  • Game
  • Musik
  • Showbiz
  • Penerbitan dan Percetakan
  • Software (IT)
  • Broadcasting
  • R&D Teknologi

Hmm… sayang banget yah.. padahal di bidang otomotif banyak sekali kegiatan yang bisa dianggap bidang kreatif, modifikasi motor, baik daleman atawa mesin, body mesin, dan semua tetek bengeknya, seperti modifikasi knalpot. Dan tidak melulu tentang motor, mobil pun bisa.

Menurut penulis bidang otomotif ini sangat penting dimasukkan dalam ekonomi kreatif, alasannya :

  • sampai saat ini pemerintah belum bisa memberikan kontribusi dalam skala masive dalam mengembangkan industri otomotif dalam negeri sendiri, semuanya mendompleng pabrikan dari negeri lain dengan bentuk kebijakan-kebijakan yang juga cenderung menguntungkan pabrikan (besar), dengan memberikan kesempatan industri otomotif dalam negeri melalui ekonomi kreatif, paling tidak akan memberikan angin segar bagi dunia otomotif nasional, tidak hanya jadi target pasar bagi pabrikan luar, walopun mereka bikin pabrik banyak di Indonesia, tetap saja tidak ada kebanggaan nasional
  • banyaknya kreatifitas anak negeri yang menyangkut otomotif, seperti yang penulis perhatikan, tidak sedikit modifikasi bagus-bagus yang dimiliki anak negeri yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik, difasilitasi. Selama ini mereka jalan sendiri-sendiri, gak pake sponsor-sponsoran segala, tidak ada wadah ataupun kegiatan yang secara penuh di dukung oleh pemerintah
  • jika masbro/mbaksis perhatikan, di antara 14 bidang ekonomi kreatif di atas yang penulis sebutkan, mayoritas mengenai dunia hiburan, seperti fesyen, musik, film, fotografi, showbiz, broadcasting. Padahal di bidang itu sponsorship sangat mudah didapatkan. Para sponsor berbondong-bondong untuk menggelontorkan dana untuk itu. Sementara bidang otomotif, terutama dalam kreasi, jauh lebih sepi sponsorship yang bisa didapat, kecuali hanya ketika ada gelaran seperti road race, dan perlombaan lainnya. Padahal kebutuhannya tidak hanya itu. Modifikasi-modifikasi yang sifatnya komersial susah mendapatkan sponsor. Singkatnya yang ingin penulis sampaikan, bidang otomotif lebih membutuhkan perhatian.

Untuk lebih jelasnya penulis ambil contoh tentang knalpot yang akhir-akhir ini sering jadi perbincangan, terutama dengan gencarnya razia knalpot standard. Di satu sisi, pemerintah ingin memberikan kenyamanan bagi masyarakat, yaitu dengan membatasi kebisingan dengan merazia knalpot yang notabene brisik. Dan itu banyak dijumpai pada knalpot custom atau bahkan knalpot standar yang dibobok. Tetapi di sisi lain, petugas-petugas tidak memiliki standar acuan yang jelas, serta tidak memiliki kelengkapan untuk mengukur, apakah knalpot (yang bukan standar) tersebut memang memiliki emisi gas buang yang melebihi ambang batas, termasuk tingkat kebisingan yang dibolehkan.

Nah.. keterbatasan inilah yang membuat petugas memutuskan, semua knalpot yang tidak standar harus dirazia. Implikasi dari keputusan ini banyak, bagaimana dengan motor-motor lawas yang knalpot standarnya sudah tidak diproduksi ? Setahu penulis, knalpot bukan part yang diproduksi dalam jumlah banyak seperti spion dan lain-lain. Dan yang terpenting juga implikasinya akan mematikan ruang kreatifitas dari industri lokal knalpot. Padahal yang penulis dengar, knalpot buatan dalam negeri juga banyak yang sampai dikirim ke luar. CMIIW.

Pertanyaan penting penulis, kenapa pemerintah tidak memfasilitasi saja industri-industri kecil – dalam hal ini industri knalpot – dengan membuat regulasi, memungkinkan mereka untuk meregistrasi produknya untuk uji lolos baik emisi maupun tingkat kebisingan. Sehingga mereka bisa dengan bebas menjual produknya yang sudah tersertifikasi lolos uji.

Membuat sertifikasi dan proses registrasi, tentu butuh resource dan effort, yang ujung-ujungnya biaya. Nah.. biaya inilah yang seharusnya masuk dalam bidang ekonomi kreatif bantuan pemerintah.

Itu baru knalpot, belum mesin dan rangka. Sepanjang pengetahuan penulis, kita selalu kesulitan untuk menjadikan hasil modifikasi kendaraan laik jalan secara legal. Mesin ini dicangkok ke body itu atau yang lain dengan tujuan tertentu. Terus terang penulis terpengaruh tontonan di Discovery Channel tentang American Chopper. Ide-ide kreatifitasnya muncul mengalir tanpa dibatasi oleh keribetan pengurusan legalitas kendaraan.

Last… penulis berharap pemerintah tidak hanya terlalu fokus di dunia hiburan hanya melihat kilaunya dunia K-Pop. Kita kan tidak ingin negeri kita dikenal sebagai negeri penghibur. Kreatifitas tidak hanya menyangkut musik, nyanyi dan tari. Toh yang nonton juga masyarakat kita sendiri. Show ke Hongkong, atau negeri-negeri tetangga ternyata yang banyak nonton juga pekerja kita yang ada di sono.. Dan lagi sudah banyak sponsor produk segala tetek bengek yang bisa mensupport.

Dunia hiburan hanya ada di panggung, tanpa panggung, tidak ada apa-apanya, sementara panggung sudah amat banyak sponsor. Sudah sangat menjual untuk sponsor.

Sebaliknya bidang otomotif, kita hanya menjadi konsumen produk-produk luar negeri (walaupun dipabrikasi disini). Tidak ada sponsor bagi produsen-produsen kecil, kecuali hanya saat ajang-ajang macam roadrace, kompetisi. Padahal jika kita maju di bidang ini, modifikasi otomotif, kita akan bisa banyak menjual hasil anak-anak bangsa keluar. Dan akan lebih dikenal sebagai negeri produktif bukan sekedar negeri penghibur.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, maupun masukan silahkan hubungi di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Lain-lain, Otomotif and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Bidang Ekonomi Kreatif, Tidak Ada Satupun Yang Nyenggol Otomotif, Hiksss….

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s