Ruang Henti Khusus (RHK) Idenya Bagus, Sayang Kurang Efektif, Ada Cara Yang Lebih Efektif

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis

Kali ini kita ngobrolin tentang Ruang Henti Khusus kendaraan roda dua alias motor yang disediakan di lampu sekitar lampu lalu lintas.

RHK-rambu2

Sebenarnya sudah agak lama fitur lalu lintas ini diberlakukan. Yang pertama kali menelorkan ide ini adalah kota Bandung. Penulis ingat awal diberlakukannya sistem RHK ini selalu disuarakan melalui pengeras suara di perlintasan jalan Junjunan Bandung dan Sukajadi-Pasir Kaliki di bawah flyover Pasupati sebagai usaha untuk mensosialisasikan. Saat ini pengeras suara sudah ditiadakan, karena masyarakat pasti pada tahu apa fungsinya. Namun penulis baru mengulaskannya sekarang karena butuh pengamatan dulu kira-kira bagaimana pelaksanaannya beberapa waktu.

Dasar Pertimbangan Penerapan

Secara resmi penulis belum menemukan dasar pertimbangan penerapannya, tetapi bisa penulis duga diterapkannya sistem ini untuk lebih merapikan lalu lintas, sehingga nampak lebih tertata dan tidak semerawut ketika berada di sekitaran lampu lalu lintas. Kalau tanpa RHK biasanya berselang seling antara mobil dan motor, dan banyak motor berada di antara mobil. Idenya sangat bagus.

Secara logis memang jika kendaraan kecil dikumpulkan dalam ruang tertentu (in case daerah lampu lalu lintas) dan kendaraan di ruang yang lain, cenderung akan lebih rapi dan lebih mudah terurai ketika lampu sudah menunjukkan hijau, dan lalu lintas relatif akan lebih lancar, mengingat saat lampu hijau cenderung motor lebih cepat melaju. Di samping biasanya ketika berada di lampu merah, pengemudi mobil seringkali memanfaatkan kondisi lampu merah untuk melakukan hal yang lain, seperti makan snack, minum, atau membaca dan membalas sms, atau juga bertelepon. Dan itu sudah mature. Pengendara motor pun terkadang juga melakukan hal yang sama, tetapi kesempatan untuk itu lebih banyak pada pengemudi mobil, sehingga ketika lampu berubah hijau, pengendara motor relatif lebih siap untuk langsung beranjak tarik gas.

Kelemahan Sistem RHK

Selama beberapa waktu penulis amati, selain dampak positifnya, ternyata juga ada kelemahannya. Apa itu ?

Kelemahannya terlihat seringkali Ruang Henti Khusus sepeda motor justru banyak kosongnya, lebih sering hanya beberapa gelintir kendaraan, bahkan tidak jarang juga penulis jumpai kosong melompong. Apa sebabnya ? Apakah memang jalan tersebut tidak boleh dilalui sepeda motor seperti jalan-jalan protokol Jakarta ? Hehehe.. tentu saja tidak. Banyak pengendara motor, tetapi posisinya dibelakang jajaran mobil yang berhenti sebelum RHK. Para pengendara motor tidak bisa menempati RHK karena terhalang mobil-mobil.

Kondisi ini ada dua kemungkinan, pertama karena kondisi jalan yang terhalang oleh mobil di tengah, batas trotoar yang tinggi di sebelah kiri, dan pembatas jalan di sebelah kanan. Atau kondisi kedua, yaitu ketika jajaran mobil berada didepan, pengendara motor tidak bisa melewati mobil karena seperti kita tahu, daerah lampu lalu lintas biasanya diberi marka jalan yang tidak terputus/bersambung yang memisahkan antara lajur belok kiri, lajur untuk lurus dan/atau belok kanan. Jika pengendara mau melewati mobil, mau tidak mau bakalan melanggar marka garis lurus tadi. Dan ini terjadi biasanya jika ada polisi yang berjaga-jaga, sehingga pengendara takut ditilang karena melanggar marka, kalau tidak ada polisi sih bablas hehehe…

Ruang yang mubazir di RHK. Kelemahan yang ada pada RHK

Ruang yang mubazir di RHK. Kelemahan yang ada pada RHK

Ilustrasi gambar di atas menunjukkan sebagai mana yang penulis sebutkan. Padahal kondisi lalulintas ketika itu cukup padat karena jam pulang kantor. Sayang sekali manfaatnya justru berkebalikan.

Penulis sebut ini kelemahan dari sistem ini, bukan karena banyak pelanggaran. Justru ketika para pengendara dan pengemudi mobil taat peraturan, hasilnya justru tidak bisa memaksimalkan fungsinya. Pengemudi mobil sudah benar tidak maju atau memasuki RHK, sementara pengendara motor juga tidak bisa memasuki RHK yang kosong karena terhalang mobil atau marka garis sambung, padahal RHK kosong. Jadi mubazir ruang itu, padahal kondisi dibelakang lalu lintas padat menunggu lampu merah. Peraturan yang bagus seharusnya memudahkan sekaligus memberi manfaat, bukan mempersulit.

Nah.. penulis rasanya saat ini RHK sudah perlu dievaluasi bagaimana penerapannya oleh pihak berwenang, agar manfaatnya lebih maksimal.

Desain Yang Lebih Efektif

Penulis memiliki sebuah pemikiran ecek-ecek yang mungkin bisa bermanfaat. Ide RHK sudah bagus, penulis akui, tetapi desainnya yang kurang maksimal sehingga manfaatnya kadang justru hilang bahkan mubazir. Ide penulis seperti gambar berikut :

Penulis menyebutnya Enhanced Ruang Henti Khusus atau ERHK :D

Penulis menyebutnya Enhanced Ruang Henti Khusus atau ERHK😀

Dari gambar ilustrasi di atas terlihat ada penambahan ruang atau lajur khusus untuk sepeda motor. Keterangannya sebagai berikut :

    • Lajur khusus sepeda motor dibuat agar memudahkan pengendara motor melalui mobil yang sudah menempati ruang sebelum RHK. Dengan lajur khusus ini pengendara motor tidak perlu khawatir melanggar marka jalan yang bersambung (garis putih bersambung)
    • Lajur khusus sepeda motor ini bisa berada di kiri saja atau ditambah lajur kanan jika memungkinkan, lajur kanan fungsinya jika persimpangan itu ada arah belok kanan, sehingga pengendara yang ingin belok kanan ambil lajur yang kanan, bukan lajur kiri kemudian memotong ke kanan. Dan hanya cukup untuk satu motor tetapi tanpa harus khawatir menyenggol mobil, dengan catatan posisinya semua benar.

Jatah mobil atau kendaraan bebas sebelum RHK memang menyempit dengan adanya lajur khusus ini, tetapi perlu diingat, kendaraan diam memerlukan space lebar yang lebih sempit dibanding mobil yang sedang bergerak, sehingga tidak masalah ada sedikit penyempitan.

Sebenarnya lajur khusus ini sudah sering dan lama diterapkan di beberapa kota, tetapi lajurnya di mixed dengan angkutan umum, contohnya di beberapa tempat di kota Surabaya. Lajur khusus sepeda motor dan angkutan umum disediakan di lajur paling kiri. Ide penulis hanya mengkombinasikan lajur model ini dengan RHK yang sudah ada. Dengan model enhanced seperti ini – penulis menyebutnya Enhanced-RHK – diharapkan lebih efektif dalam memanfaatkan ruang dalam mengurangi dan mengurai kemacetan di sekitar lampu lalu lintas.

Bagaimana masbro/mbaksis ?

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Ruang Henti Khusus (RHK) Idenya Bagus, Sayang Kurang Efektif, Ada Cara Yang Lebih Efektif

  1. yoga says:

    Contoh di Depok udah dibikin spt itu masih banyak bikers gak gak mau tertib malahan sangat banyak yg bergerombol lewatin garis. Malah hampir disetiap lampu merah sangat byk bikers yg bergerombol lewatin garis dan itu dianggap HALAL DAN SAH bagi bikers, Naudzubillah….. Tetep aja byk bikers yg gak mau tertib dan sesuai dgn FAKTA klo bikers amat sangat susah diatur, beda jauh dgn Drivers (mobil pribadi) gampang diatur. Tp gak usah heran biar bgm pun IMAGE BIKERS DIJALAN UDAH BANYAK YG GAK BENER, cuma gak semua org mau ngomong secara terus terang krn gak mau bikin org lain TERSINGGUNG jd mau gak mau didepan bikers atau org nya HARUS BILANG BAIK, PRO, DUKUNG SPY HATI NYA SENENG PADAHAL MUNA jd intinya HARUS BELAJAR MUNAFIK DAN EXTRA SABAR KLO DISKUSI DGN BIKERS SPY GAK TERSINGGUNG/MARAH.

    Biasanya klo saya udah komen spt ini mayoritas bikers, blogger dan komentator tetap tersinggung/marah dgn komen saya krn dianggap GAK DUKUNG LAH, GAK PRO LAH. Klo gak percaya coba liat sendiri komen dibawah saya, yukk kita liat……

  2. achepysupriatna says:

    Yupz ide bagus.
    Saya sempat heran karena pertama kali ke bandung daerah cihammpelas ada marka jln sperti yg disebutkan di atas. karena di jkt juga saya jarang jalan jadi ga tau di jkt ada atau gak. hehehe

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s