Jangan Melihat (Punya) Orang Lain, Lihatlah Punya Sendiri..

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Judul di atas memang sedikit membingungkan bagi yang membaca, dan mungkin salah mengira hehe. Ini sebetulnya menyangkut lalu lintas, apa itu ..?

Bagi kita yang hidup di kota besar (kalau tidak mau dibilang metropolis) setiap keluar menggunakan kendaraan, pribadi maupun umum, pasti akan melewati yang namanya lampu lalu lintas. Nah.. di sini ceritanya..

lampu-merah

Pengalaman penulis di lampu lalu lintas ini banyak sekali yang unik, salah satunya yang sering penulis temui adalah dimana para pengguna jalan, terutama motor, seringkali langsung tancap gas ketika lampu jelas-jelas masih merah, belum hijau, bahkan belum ada transisi ke kuning (di sebagian lampu lalu lintas, proses dari merah ke hijau biasanya ada transisi lampu kuning yang menyala bersamaan dengan merah). Sebetulnya sudah lama sih, hanya saja baru sempat dituangkan di tulisan. Dulu sekali sempat bertanya-tanya, apa sih yang menyebabkan mereka tancap gas padahal belum hijau. Kalau ada timer mungkin wajar, karena sudah pasti akan gilirannya, hanya tidak sabar menunggu giliran hijaunya lampu. Tetapi di perlintasan yang tidak ada timernya ternyata sama. Dari mana tahunya ?

Kebanyakan pelanggar seperti ini merasa lebih aman tancap gas dibanding menerobos ketika lampu baru saja merah, karena yang seperti ini biasanya sudah ada bapak polisi yang menunggu, jika ada yang menerobos langsung disuruh minggir. Nah.. yang ini berbeda, karena pelanggar ini menerobosnya sesaat sebelum lampu jatahnya hijau.

Tetapi penulis tidak berlama-lama bingung, ternyata para pelanggar tipe ini lebih sering melihat lampu lalu lintas di pihak lawan yang terakhir sebelum giliranya. Biasanya antara jalur yang satu dengan yang giliran berikutnya ada jeda sekian detik. Sudah diatur sedemikian rupa, jika jalur A sudah berubah merah, jalur B yang jatuh giliran selanjutnya tidak langsung hijau, melainkan ada sekian detik bergantung pada kepadatan lalu lintas disitu, minimal sih pengamatan penulis 3 detik sampai lebih dari 5 detik. Dan disinilah kebiasaan jelek para pelanggar tipe ini. Yang mereka lihat bukan jatah hijaunya mereka, melainkan mengintip status lampu di pihak lawan.

Padahal… hal ini sama bahayanya dengan ketika kita menerobos saat perubahan dari hijau ke merah. Karena apa ? Karena di pihak lawan juga tancap gas ketika perubahan hijau/kuning ke merah. Dan jika terjadi apa-apa, para pelanggar tipe ini sering merasa menang, karena pasti yang menjadi lawannya nerobos saat sudah merah. Tapi.. apa ya masih relevan mana yang paling salah kalau sudah celaka babak bundas, apalagi kalau taruhannya nyawa.

Jadi.. daripada melihat jatahnya orang lain, mending fokus yang menjadi jatahnya sendiri (lampu hijau). Lebih aman dan selamat. Dan saran penulis untuk pengatur lalu lintas, agar lampu hanya bisa dilihat oleh yang memang jatahnya saja, tidak terlihat bagi yang bukan jatahnya, agar tidak mendorong orang-orang mencoba membahayakan diri dan orang lain karena ketidaksabaran.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan silahkan hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Jangan Melihat (Punya) Orang Lain, Lihatlah Punya Sendiri..

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s