Selain Merazia Kelengkapan Berkendara/Mengemudi, Seharusnya Razia Yang Ini Lebih Digiatkan, Jika Perlu Setiap Saat

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Seperti masbro/mbaksis ketahui bersama, saat ini Kepolisian sedang giat melakukan operasi zebra di seluruh wilayah Indonesia secara serentak. Operasi ini rencananya akan berlangsung sejak 26 November, hingga akhir Desember nanti.

Dan rupanya, hingga hari ini cukup banyak pelanggar yang terjaring razia, baik itu kelengkapan surat-surat berkendara, maupun kelengkapan kendaraan dan pribadi pengguna kendaraan. Di Jakarta saja selama 4 hari operasi zebra Jaya telah terjaring 22 ribu lebih pelanggar. Begitu juga dengan daerah propinsi lain, dalam satu hari pertama sudah ribuan terjaring operasi zebra.

(sumber : tempo.co )

(sumber : tempo.co )

Hmm.. cukup sukses juga jajaran kepolisian dalam menyelenggarakan operasi zebra kali ini. Tetapi dalam pantauan sekilas penulis, yang penulis lihat di lingkungan harian penulis, operasi zebra lebih banyak menjaring permasalahan kelengkapan motor dan surat-surat. Cukup bagus sih.. tetapi ada catatan penting menurut penulis dalam operasi zebra kali ini.

Melihat kondisi para pengemudi dan pengendara atau pengguna jalan sehari-hari, rasanya ada yang lebih penting dan terus menerus dilakukan oleh jajaran kepolisian, yaitu razia terhadap pelanggar rambu-rambu dan lampu lalu lintas. Melawan arus, menerobos lampu merah, sepertinya sudah menjadi hal yang biasa bagi para pelanggar. Dan mirisnya, hal ini bukan hanya dilakukan oleh para pengendara alay yang didominasi anak-anak muda dan ABG, melainkan juga oleh ibu-ibu yang membonceng anaknya !! Coba saja masbro/mbaksis perhatikan, menerobos lampu merah sudah bukan lagi pelanggaran yang hanya dilakukan oleh pengendara/pengemudi alay. Sungguh miris, bahwa hal itu berbahaya tidak saja bagi orang lain, tetapi juga bagi diri sendiri sudah tidak menjadi prioritas mereka.

Dan hal seperti itu penulis alami sendiri, yaitu ketika suatu hari penulis sedang melalui jalan Surya Sumantri Bandung. Kondisi macet, dengan jalan dua arah yang sudah terpisah oleh separator, ada seorang ibu sedang membonceng anaknya, dengan santai menerobos berlawanan arah di jalur yang salah. Kontan saja penulis tegur, “Bu, ini macet, jangan melawan arus !” Dengan santainya si ibu menjawab, “iya.. ini deket kok”. Sebenarnya maksud penulis, bukan berarti jika tidak macet boleh melawan arus. Tetapi sudah kondisi macet masih juga melawan arus membahayakan nyawa diri dan anaknya. Kalau boleh penulis bilang.. “are you insane…..???

Nah.. inilah yang menurut penulis perlu dirazia dan jika perlu secara terus menerus, agar mengembalikan lagi kepedulian terhadap keselamatan di jalan. Karena kita pun sesama pengguna jalan tidak bisa apa-apa, menegur terus menerus kontan akan menimbulkan perkara baru di jalan seperti pertengkaran yang kita semua tidak menginginkannya, sedangkan petugas lalu lintas sendiri terlihat membiarkan sebelum ada kejadian (kecelakaan).

Mimpi penulis sih, ada sebuah komunitas yang konsen terhadap pelanggaran-pelanggaran seperti ini, terutama yang melanggar lampu lalu lintas. Komunitas yang bukan dari kesatuan apapun, bukan dari pemerintah, tetapi dari sesama pengguna jalan, dengan aksi moral, yang jika ada pelanggar lampu merah, komunitas ini serentak membunyikan klakson dengan kode tertentu, yang seolah menyampaikan pesan kepada pelanggar “shame on you… shame on you.. shame on you..”. Ini supaya memberikan rasa malu dan jera kepada pelanggar. Dan komunitas seperti ini punya pandangan, urusan surat menyurat kendaraan adalah urusan anda dengan negara dan aparat, tetapi anda melanggar lampu merah, melawan arus, itu urusan nyawa kami, nyawa saudara kami, nyawa adik kami, nyawa kerabat kami, nyawa teman-teman kami yang anda bahayakan dengan pelanggaran yang anda lakukan.

Yahh.. tapi itu baru sebatas mimpi…

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, ataupun masukan,  silahkan hubungi ke nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Selain Merazia Kelengkapan Berkendara/Mengemudi, Seharusnya Razia Yang Ini Lebih Digiatkan, Jika Perlu Setiap Saat

  1. kutukamus says:

    Untung di Surya Sumantri trotoarnya lumayan kacau ya, terutama yang arah turun. Kalau bagus, mungkin dipakai lewat motor juga.

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s