Sudah Patut Dipertimbangkan Penerapan Ijin Berkendara Berdasarkan Usia Dan Power/Kubikasi Seperti Di Eropa

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Miris sekali membaca berita kecelakaan yang melibatkan pengendara  yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA/U) dengan motor sport-nya. Tragisnya kecelakaan tunggal itu menewaskan sang pengendara yang terluka sangat parah. Meninggal setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit.

Kondisi motor yang rusak parah

Kondisi motor yang rusak parah

kecelakaan2

Sumber foto : Group Facebook

Penulis mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas musibah ini. Dan semoga keluarga korban diberi ketabahan. Dan tidak lupa ini juga harus menjadi pelajaran bagi kita semua.

Makin banyaknya kecelakaan yang menimpa anak sekolahan, dengan melibatkan motor sport di jalan raya, membawa keprihatinan tersendiri bagi penulis.

Penulis jadi teringat betapa di Eropa ada aturan sendiri yang berkaitan ijin berkendara berdasarkan klasifikasi usia dan kubikasi dan atau power motor. Penulis pernah menyinggung masalah ini dalam tulisan lalu. Yaitu Moge Mulai Bermunculan, Akankah Regulasi Mengikutinya ??.

Beranjak dari situ, penulis melihat, 3 faktor pendorong kenapa batasan usia ini sangat penting dan telah dilakukan regulasi tentang batasan usia dan kubikasi dan atau power, yaitu :

Pertama, batasan itu memberikan kesempatan kepada pengendara-pengendara belia untuk belajar secara skill, sense, dan naluri berkendara dengan power yang lebih kecil agar belajar mengendalikan power dan kubikasi kecil sebelum beranjak ke power yang lebih besar yang tentu saja resikonya jauh lebih besar.

Kedua, batasan itu juga memberikan si pengendara belajar mengendalikan emosi, tidak ngotot ketika harus melakukan manuver. Di sirkuit saja bahaya, apalagi di jalan raya. Kebanyakan kecelakaan terjadi karena sering salah memperhitungkan resiko atas manuver yang dilakukan, sebabnya adalah kurang kontrol emosi, memaksakan diri.

Dua hal diatas yang penulis rasa menjadi asalan kenapa race dibuat berjenjang. Gak ada kan pembalap MotoGP yang langsung ke kelas puncak ? Pasti ada perjenjangan. Correct Me If I’m Wrong (CMIIW).

Dan last yang sangat cocok dengan iklim di masyarakat kita, faktor ketiga. Yaitu agar para orang tua yang “tidak berdaya” menghadapi tuntutan para putra(i)-nya untuk memiliki motor sport, punya alasan untuk menolak. Uang ada, SIM C ada (entah nembak atau beneran ujiannya), naik kelas di sekolah, nah.. apalagi yang bisa jadi alasan orang tua yang takut anaknya celaka di jalan untuk menolak tuntutan anak ?

Ketika orang tua memberi syarat jangan kebut-kebutan, terus dijawab sama si anak, iya bukan untuk kebut-kebutan, orang tua juga nyadar, gak mungkin anaknya beneran gak ngebut. Karena hal ini dialami oleh kenalan saudara yang anaknya tewas dengan motor sportnya yang menabrak truk yang berhenti di pinggir jalan. Berkali-kali bergumam, kenapa diturutin minta n*nja (yang kenceng), berkata pada dirinya sendiri.

Nah.. jika ini dibikin regulasinya, setidak-tidaknya orang tua seperti ini punya senjata terakhir, untuk menolak keinginan anak sampai si anak siap menurut orang tua (orang tua lah yang tahu karakter si anak bukan ?).

Bayangkan jika si orang tua punya kemampuan ekonomi yang tinggi, mampu membeli kendaraan sport apapun yang mahal, dan si anak menuntut. Masih ingat kasus kecelakaan yang melibatkan anak salah satu selebritis kondang kan ?

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, dan masukan monggo hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Sudah Patut Dipertimbangkan Penerapan Ijin Berkendara Berdasarkan Usia Dan Power/Kubikasi Seperti Di Eropa

  1. ipanase says:

    berduka dan semoga menjadi pembelajaran bersama

  2. Beqicot says:

    wah… para wakil rakyat harusnya cepet tanggap nih…
    inikan berhubungan dengan keselamatan warga negaranya dan masa depan generasi muda…

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s