Fakta Menarik Tentang Konsumen Motor Indonesia Dari Sudut Pandang Pabrikan.. Gitu Ya…

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksis..

Beberapa hari lalu Kawasaki (aka KMI) sebagai pabrikan yang bekerja sama dengan Bajaj dalam memasarkan produk terbaru Bajaj, yaitu Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS (KBP200NS), menggelar acara penting dan bagus, yaitu Kawasaki Product Gathering. Dan kali ini yang diundang para konsumen KBP200NS.

Tentu saja acara seperti ini bertujuan untuk menggali informasi, saran, maupun acara tanya jawab antara pihak pabrikan dengan konsumen langsung, tentang produknya. Dan pasti yang seperti ini menarik.

Nah.. di antara tanya jawab itu ada satu pertanyaan dan jawaban yang menurut penulis sangat menarik. Bukan tentang produknya sendiri, melainkan tentang konsumen Indonesia. Coba simak gambar yang penulis cuplik dari blog-nya mas IWB berikut ini.

doyanngebutBiker Indonesia doyan ngebut ?? Masa iya sih.. emmm.. ah mosoo…

Tapi… ada benarnya juga.. apalagi ngelihat gambar ini…

ngebutTapi.. ada tapinya lagi, sengebut2nya di atas sampai berapa kmpj sih, paling2 kecepatan realnya gak bakal sampe 150 kmpj. Padahal kalau diluar kan kecepatannya dengan motor-motor berkubikasi besar jelas jauh lebih dari itu. Buktinya banyak kok di youtube cuplikan-cuplikan yang menggambarkan seorang rider ngebut hingga di atas 200 kmpj. Lah terus kenapa kita dibilang lebih suka ngebut ? Hmmm…

Lama penulis berpikir, mungkin ini jawabannya..

Biker Indonesia sering mem-push tunggangannya sampai melebihi batas dari kemampuan tunggangannya. Yang kondisi standar diubah-ubah dari mulai hanya setingan hingga mengganti part-part yang mahal agar tunggangannya makin kenceng. Merubah dari moped yang untuk harian menjadi motor monster berujud bebek. Mungkin logikanya menurut mereka kalau mau motor kenceng ya beli motor kenceng. Jangan push tunggangan hingga melebihi batas kemampuannya. Bisa sih bisa, tetapi…

Mungkin itu yang mendasari mereka menganggap biker Indonesia dianggap suka ngebut. Toh dalam setiap diskusi tentang motor baru biasanya juga yang sering ditanya berapa topspeed-nya. Dan mungkin karena anggapan ini pula makanya speedometer kendaraan-kendaraan banyak mark up -nya. Baru ketahuan setelah sekarang-sekarang ini GPS dengan mudah didapatkan dengan murah. Piye iki masbro/mbaksis.. bener opo ora ? Hehehehe…

Semoga bermanfaat.

Wassalam

*) jika ada kritik, saran, atau masukan monggo hubungi penulis di nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Fakta Menarik Tentang Konsumen Motor Indonesia Dari Sudut Pandang Pabrikan.. Gitu Ya…

  1. Yoshi says:

    Josss …
    Di india harga bensin sangat mahal, jadi motor yg irit yg laku, meski harus mengorbankan performance mesin. Di indonesia bensin murah …

  2. mas huda says:

    Suka ngebut walaupun motornya g sesuai..
    Wah ternyata dibalik gedung ini ada hal yang menarik sekali http://bit.ly/1mTlybq

  3. orong-orong says:

    di indonesia orang lebih suka motor kencang daripada irit. namun kalau bisa keduanya ya beruntung

  4. adityaprad says:

    Pendapat yang masuk akal bro🙂

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s