Semua Sudah Hampir Injeksi, Seharusnya Bisa Menampilkan Indikator Berapa KM/Liter

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksist

Kali ini kita akan membahas tentang konsumsi BBM pada kendaraan (motor). Tentu sampai kapan pun topik ini akan menarik untuk dibahas. Banyak faktor kenapa ini sangat menarik. Di tengah makin berkurangnya pasokan bahan bakar mineral (minyak bumi), harga yang makin tidak bersahabat, dan juga faktor jual atau marketing dari sebuah pabrikan yang menonjolkan keiritan produknya, tentu menjadi konsen tersendiri bagi kita penikmat otomotif.

Seperti kita simak perkembangan akhir-akhir ini, pabrikan menonjolkan teknologi mesin yang makin canggih untuk menarik minat atau mempertahankan konsumennya. Salah satu yang paling berhubungan dengan topik kali ini adalah, injeksisasi (anggap saja benar ya tata bahasanya😀 ) seluruh line up produk masing-masing pabrikan. Nyaris semua pabrikan merubah atau mengupgrade produknya menjadi injeksi.

Sebetulnya menurut penulis, dengan injeksi justru lebih mudah mengukur keiritan/keborosan sebuah kendaraan. Dengan injeksi bisa diukur berapa asupan bahan bakar yang masuk ke dalam injektor tiap satuan waktu. Dari situ selanjutnya akan lebih mudah untuk menghitung berapa konsumsi bahan bakar per kilometernya melalui jarak tempuh yang sudah ada pada trip atau odometer speedo.

Ini akan jadi sangat positif bila kita melihat banyak sekali perbincangan seputar konsumsi bahan dari kendaraan yang kita pakai. Berbagai metode banyak diulas di berbagai tulisan maupun artikel. Dan tentu saja pasti melahirkan banyak perdebatan. Subyektifitas banyak berbicara jika diskusi tentang ini dikemukakan. Dari mulai metodenya yang hanya menggunakan teknik fulltank to fulltank, atau pakai gelas ukur. Dan jarak tempuh yang sebetulnya jujur saja menurut penulis kurang mewakili, sehingga hasilnya bisa sangat bias.

Sayangnya banyak pabrikan tidak terlalu tergerak untuk memberikan fitur ini pada produknya, kenapa ? Entahlah..

Salah satu contoh yang sudah menerapkan fitur ini (mungkin masbro/mbaksis sudah banyak tahu) adalah Duke series dari KTM.

kmpl-duke1kmpl-duke2Pada waktu ikut bergabung dengan Naked Wolves Indonesia Chapter Bandung awal bulan Maret lalu, penulis yang kebetulan menggunakan KTM Duke 200, mencoba memperhatikan dan sesekali capture hasil pengukuran sistem fitur ini. Hasilnya sangat variatif. Dari kondisi boros, ke kondisi sangat irit.

kmpl-duke3

Kondisi terboros yang pernah penulis perhatikan adalah ketika kemacetan. Konsumsi BBM yang di dapet di bawah 30 kmpl (kilometer per liter), tepatnya 27-29 km per liter (karena tiap kali berhenti, sistem di speedo mengkalkulasi hasil pengukurannya).

Sedangkan kondisi teriritnya mencapai rekor 65 kmpl (sayang ketika ini penulis tidak sempat capture, yang sempat capture hanya yang 55 kmpl). Ini dicapai saat jalanan turun ketika pulang dari arah Cisewu menuju Ciwidey. Wajar, mesin tidak banyak dituntut mengeluarkan tenaganya.

Nah.. menurut penulis, daripada banyak debat kusir tentang konsumsi, mending pabrikan langsung menyediakan fitur ini. Karena ini juga berfungsi bagi pemilik kendaraan ketika memperkirakan berapa bbm yang dia butuhkan untuk perjalanan sekian jauh. (Jika di Duke selain ada indikator berapa km/liter, juga ada berapa liter dibutuhkan untuk 100 km dari hasil perhitungan kmpl tadi).

Pertanyaannya, kenapa (banyak) pabrikan tidak menyediakan fitur ini ?

Semoga bermanfaat

Wassalam

*) jika ada kritik, saran ataupun masukan, monggo menghubungi lewat nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Semua Sudah Hampir Injeksi, Seharusnya Bisa Menampilkan Indikator Berapa KM/Liter

  1. Bapak'e Salma says:

    semoga saja ditiru pabrikan lainnya. Sangat bermanfaat fungsinya

    • boerhunt says:

      yup betul, kemaren itu kondisinya selepas dari bandung tidak ada pertamax plus, walau ada octan booster, tetap lebih prefer yg asli octannya, bisa memperkirakan kira2 cukup gk dari indikator kmpl dan liter per 100km

  2. ipanase says:

    di mobil maupun moge wajar
    ayo mocil kapan……..

  3. Arya Bisma says:

    tenang saja broo. nanti fitur ini bakalan ditambahkan pada edisi upgrade (all new) dengan harga naik 1 juta !!! hahahahaa

  4. Aa Ikhwan says:

    perlu tuh fitur tsb😀

  5. touringrider says:

    Seharusnya sih tapi ntar kemahalan gak.

  6. bogEl says:

    coba punya duit lebih pasti ğώ beli tu KTM duke ….

  7. bogEl says:

    Conba ğώ punya duit lebih ğώ beli tu KTM DUKE ….

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s