Bukan Knalpot, Tetapi Yang Lain Jika Motor Menerobos Banjir Yang Dikhawatirkan Bikin Mogok

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera masbro/mbaksist..

Banjir di mana-mana, hampir tidak ada daerah pesisir yang aman dari banjir. Memberikan dampak yang dahsyat secara merata dan seluruh aspek kehidupan ekonomi masyarakat, dari level bawah sampai atas. Oke, kita di sini tidak membahas bagaimana banjirnya, penanggulangannya, karena sesuai topic di artikel-artikel blog ini hanya membahas dunia otomotif, terutama roda dua.

Di mana ada banjir, hampir pasti ada kendaraan mogok, roda dua maupun roda empat. Tetapi uniknya justru ada rekan-rekan biker yang mencoba motor-nya yang katanya anti banjir. Fine…😀 Ini akibat “promo” produsen si motor melalui dunia maya mengekspos kehandalan produknya terhadap genangan air. Tentu masbro/mbaksist tahu, ya.. produknya adalah Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS (dan saudara sepupunya Duke200).

Apakah benar itu kehebatan KBP200NS (only) ? Ternyata tidak, beredar pula di dunia maya banyak motor lain yang tidak mogok ketika menerobos banjir.

Sesuai judul, penulis ingin meluruskan pemahaman yang mungkin keliru (maaf jika penulis yang salah mohon koreksi). Ada beberapa bagian-bagian yang lebih penting diperhatikan dari motor jika kita akan menerobos banjir, dan itu bukan knalpot. Kenapa dan apa itu yang lebih penting dari knalpot ?

Pertama, sifat dasar knalpot sebetulnya berfungsi sebagai saluran pembuangan, alias exhaust. Bukan sebagai aliran masuk (ke mesin). Secara ideal, kekhawatiran air masuk ke mesin melalui knalpot bisa dibilang tidak perlu. Karena dengan kondisi standar dan termaintain (packingnya) dengan baik, air tidak mungkin masuk melalui knalpot.

Kedua, tekanan yang dihasilkan oleh mesin untuk mengeluarkan buangan dari mesin ke knalpot itu jauh lebih besar dibanding tekanan udara luar atau jika terendam air dalam ukuran tertentu. Tekanan ini berasal dari “ledakan” di mesin hasil pembakaran bensin aka bahan bakar. Selama aliran air banjir itu tidak melawan arah buangan gas knalpot, atau kalaupun melawan tidak cukup deras, masih kalah dengan tekanan udara keluar dari knalpot. Apalagi jika motor kita saat akan menerobos sedang dalam keadaan menyala mesinnya.

Ketiga, katup dari mesin yang mengarah ke knalpot aka katup pembuangan, hanya terbuka ketika mesin pada fase pembuangan, bukan pada saat fase hisap. Ingat prinsip kerja motor 4 tak.

Nah.. setelah kita paham bahwa bukan knalpot yang seharusnya kita khawatirkan, kita akan bahas apa saja yang justru kita khawatirkan, yaitu :

  1. wiring atau pengkabelan, pastikan seluruh sambungan yang berhubungan dengan kelistrikan aman dari basah-basah, semuanya tidak terkecuali cop busi aka koil. Pertanyaan menariknya, apa ya kita harus mencek saat mau nerobos banjir ? Ya tentu tidak, jika kita sayang motor kita, tentu sering kita cek secara berkala, sehingga ketika saatnya tiba harus menerobos banjir, kita sudah yakin kabel-kabel aman, ya toh..😀
  2. pastikan seluruh selang pernafasan/saluran udara masuk bebas dari genangan air, bahkan satu tetes pun jangan sampai masuk, apa saja itu :
  • pernafasan karbu (jika ada) atau air filter aka filter udara, ini yang berfungsi menyerap oksigen dari udara sebagai bahan campuran dengan bahan bakar yang akan masuk ke mesin, baik pada injeksi ataupun karburator
  • selang pernafasan tangki, fungsinya agar bensin bisa turun ke karbu, apa maksudnya ? ini sesuai dengan hukum fisika (entah yang mana, archimides kali yah hehehe), jika ada yang keluar (bensin), harus ada yang masuk untuk mengganti ruang di dalam tangki, kalau tidak maka bensin tidak akan keluar. Kalau bagian ini terendam air, bisa jadi bukan udara pengganti yang masuk tangki, tetapi air yang masuk melalui ujung selang.

Nah.. sekarang kita tahu, knalpot bukan kekhawatiran utama kita, melainkan bbrp bagian di atas.Mungkin masih ada hal-hal lain, tetapi itu bukan knalpot. Penulis hanya ingin memfokuskan terhadap ini.

Mungkin ada yang berkomentar.. “Wahh.. kalo gitu promo anti banjir dari produk knalpot underbelly boong donk..”.

Jawabnya… Tidak !

Coba anda perhatikan, apa sebenarnya message atau pesan dari video yang sudah sangat sering ditampilkan ? Pesannya adalah.. “jangan kuatir dengan knalpot di bawah, ini aman kok”. Pesan itu tidak berkata “motor ini berkat knalpot underbelly-nya jadi aman dari banjir, lebih aman dari motor lain“.

Yeehhhaaaa… Itulah masbro sebenarnya pesan yang ingin ditampilkan…kalau pesan itu dilanjutkan lebih panjang “Jangan kuatir dengan knalpot di bawah, ini aman kok, apalagi jika diletakkan di atas”. Terus pertanyaan lagi buat apa bikin di bawah kalau bukan mencari tahan banjir ? Lahh.. yang dikejar model knalpot underbelly BUKAN tahan banjir, tetapi center of gravity yang lebih baik untuk motor dibanding knalpot konvensional. Kenapa mesti terjebak banjir..eh terjebak mindset tahan banjir ? Hahahaha..

Dengan tulisan ini penulis bukan memprovokasi agar pembaca menerobos banjir, semua tergantung kondisi masing-masing dan pertimbangan yang matang, dan resiko ditanggung sendiri, tetapi jika kondisi terpaksa ada yang menerobos, bukan knalpot yang harus diperhatikan, tetapi nyawa kita.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

Artikel terkait :

Wow..Ternyata Juga Ada Test Knalpot Pulsar 200NS

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Bukan Knalpot, Tetapi Yang Lain Jika Motor Menerobos Banjir Yang Dikhawatirkan Bikin Mogok

  1. pecintapulsar says:

    Nah kalau mesin di matikan berarti ga ada tendangan udara dari dalam knalpot apa air tidak masuk ke dalam knalpot dan apakah semua motor jika knalpot sdh terendam air dan mesin dimatikan beberapa menit trus bisa di hidupkan lagi

    • boerhunt says:

      silahkan yg punya motor lain ditest, direndam sampe knalpotnya terendam bbrp wkt lama, trus dinyalain, tp resiko tanggung sendiri ya..😀

    • Ade Cahya says:

      Yg bikin ns aman, menurut analisa ngasal saya adalah “leher angsa” knalpotnya. Itulah yg bikin aer susah naek ke atas ketika motor dihidupkan walau knalpotnya terendam aer. Kalo knalpot samping, kemungkinan aer naek lebih besar karna lurus2 aja lehernya.

      Kalo cuma nerobos, motor apapun bisa selama semua kelistrikan dan paking2 aman. Asal banjirnya jangan nutupin tangki.

  2. macantua says:

    mak cesssss……

  3. hmm, marketing bgt kata-katanya harus hati-hati mencerna iklan. hehe

    http://beritayangterunik.wordpress.com/

    • boerhunt says:

      wah gitu ya om, gk ngerti marketing, coz dr sekolah sampe kuliah berkutat dgn teknik, sampe kerja pun gk pernah keluar dr teknik, amin deh moga ada promosi buat ane di kantor utk marketing, bosen di teknik mulu, aamiiinn🙂

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s