Anak Sudah Patuh, Orang Tuanya Yang Alay

Assalamu’alaikum wr wb dan salam sejahtera semua masbro mbaksist…

Ketika mampir di Surabaya waktu pulang liburan, iseng ngebaca judul sebuah berita di salah satu koran lokal.

new-ortu-alay

“MAU NAIK MOTOR TIDAK BOLEH SAMA PAPA”…

Ckckck… Bagaimana menurut masbro mbaksist semua ? Miris kan…

Tidak dipungkiri, banyak sekali faktor yang mendorong para pengguna jalan bersikap alay. Tetapi sungguh sangat disesalkan jika itu didorong oleh sikap orang tuanya. Belum lama peristiwa kecelakaan yang melibatkan AQJ di tol Jagorawi, masih belum sadarkah para orang tua ??

Oke asumsi saja faktanya memang demikian seperti jawaban si anak, tapi penulis tidak menutup kemungkinan itu hanya usaha si anak untuk berkelit karena takut.

Jika memang demikian, sungguh kita patut miris. Kenapa ? Belum cukup usia, tidak punya surat ijin mengemudi, dibiarkan saja bahkan difasilitasi untuk menggunakan mobil oleh orang tuanya. Ini yang penulis sebut sesuai judul, anak sudah patuh, orangtuanya yang alay. (Kepatuhan si anak terlihat dia menurut tidak pakai motor).

Itu baru satu sudut pandang, jika dari sudut pandang yang lain, akan terlihat lebih salah.

Coba masbro/mbaksist perhatikan, lebih bahaya bagi yang dibelakang kemudi/kendali, mobil ataukah motor ? Tentu lebih bahaya motor. Akibat dari kelalaian pengemudi mobil lebih banyak pada pengguna jalan lain dibanding pengemudinya sendiri. Sedangkan motor, justru lebih banyak bahaya kepada pengendaranya sendiri.

Menurut penulis yang awam, lebih baik belajar motor dan menggunakan motor terlebih dahulu daripada langsung menggunakan mobil. Karena dengan motor, si anak belajar menjaga keselamatan dirinya sebelum dia menggunakan kendaraan yang akibatnya lebih banyak ke orang lain. Bagaimana dia akan care terhadap orang lain, jika terhadap dirinya sendirinya tidak care.

Secara kasarnya penulis mengatakan, orang tua yang melarang anaknya naik motor tapi memberikan fasilitas mobil (padahal belum cukup memenuhi syarat), seperti mengatakan “biar saja orang lain yang jadi korban jika ada apa-apa, kalau pakai motor anakku yang celaka”, begitukah ??

Berpikirlah kembali sebelum memberi fasilitas kendaraan pada anak, apalagi jika dibarengi dengan pembiaran si anak menggunakannya tanpa surat ijin yang memadai.

Dan terakhir, buat jajaran terkait, teruslah lakukan penertiban secara konsisten, agar tidak terjadi lagi kecelakaan tragis seperti kasus kecelakaan maut tol Jagorawi.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Anak Sudah Patuh, Orang Tuanya Yang Alay

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s