Tentang TVS, Bajaj, Kawasaki, Strategi (Marketing) Berbeda Pabrikan India Di Tanah Air, Dan Rumor Hengkang

tvs-logo

Di tengah gonjang ganjing rumor santer hengkangnya Bajaj dari tanah air dengan bendera sendiri (karena mungkin ke depan akan dibawah KMI untuk pemasaran produknya – P200NS), dengan di tandai “gugur”-nya dealer-dealer resmi yang sudah ada, tentu topik yang penulis hadirkan kali ini cukup menarik untuk kita bahas. Sekedar obrolan warung kopi dengan analisis ecek-ecek.

bajaj01

Lohh..kok ada Kawasaki, kan tentang marketing pabrikan India ? Ya, karena dalam opini penulis, ada kaitannya alasan kenapa Bajaj menarik diri. Yuk..kita bahas sedikit. (Kita asumsikan saja rumor Bajaj akan menarik diri benar).

Kedua pabrikan India ini (Bajaj dan TVS) jelas memiliki jalan yang berbeda dalam marketing di tanah air. Ada beberapa poin :

  • Pemasaran Bajaj melalui produk andalannya pulsar, dilakukan secara agresif, bahkan cenderung offensif, terutama dalam hal iklan dan jargon-jargonnya, salah satunya dengan mengusung jargon motor batangan pasti lelaki. Dari sudut pandang marketing, sebagai pemain baru sikap agresif yang berbau kontroversi kadang memang efektif. Lihat saja dunia selebritis, mau dikenal ya bikin kontroversi dulu dengan sikap berani, baru setelah itu memperbaiki citra perlahan-lahan..sudah modus😀. Nah ini berbeda sekali dengan TVS, dengan pemasaran adem ayem, cukup menggelar sebanyak-banyaknya dealer di kota-kota potensial, tanpa harus iklan yang terkesan “menyerang”. Dalam jangka pendek, memang strategi Bajaj cukup memberi hasil. Ibaratnya dengan kontroversi yang ditampilkan, walau tentu juga mendapat banyak kecaman, ternyata justru menarik perhatian untuk mengetahui lebih jauh, alias untuk mengenal produknya. Sayangnya langkah ini tidak diikuti dengan langkah yang lebih nyata seperti TVS dengan membangun pabrik sendiri di tanah air.
  • Bajaj tidak berkehendak untuk serius membangun pabrik dimana di region yang memiliki potensial pasar yang cukup besar seperti Asia Tenggara dengan Indonesia (misalnya) sebagai basis produksi. Mungkin ini dikarenakan prinsip Bajaj, bahwa produknya bersifat global, dengan tipe sama, produknya akan sama plek di seluruh dunia. Hmm..sebuah prinsip yang entah menguntungkan atau merugikan. Nah dengan adanya pabrik lain Bajaj di tanah air, bisa jadi akan berpotensi produk Bajaj versi Indonesia akan berbeda dengan produk India. Dan ini terjadi hampir di semua barang atau produk, gak cuma motor, sangat sulit dihindari terjadinya perbedaan. Dan itu tabu bagi Bajaj. Sedangkan kebalikannya, sepertinya TVS tidak tabu terhadap hal itu, sehingga menjadikan Indonesia basis produksi di Asia Tenggara. Masuk akal, karena justru Indonesia sebenarnya bisa dijadikan basis produksi untuk pasar Asia Tenggara. Seandainya langkah ini diambil Bajaj sebagaimana langkah TVS, mungkin ceritanya akan lain😀
  • TVS bernaung dalam AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia) sedangkan Bajaj enggan bergabung. Penulis tidak berani menebak lebih jauh kenapa keduanya mengambil sikap berbeda, selain mungkin Bajaj belum melihat manfaat dari bergabung dalam AISI. Wajar dalam bisnis, tentu sudah ada hitungannya, sewajar keputusan TVS yang bergabung. Alasan lain penulis tidak mampu menebak.

Nah.. dari 3 major kebijakan yang berbeda tersebut, ayo kita berangkat pada faktor-faktor yang MUNGKIN mendorong Bajaj hengkang dari tanah air.

Faktor Internal

  • Jika dilihat secara global, pemasaran produk Bajaj di tanah sebetulnya kecil. Dengan total penjualan global di angka jutaan, tentu pemasaran di tanah air tidak lebih dari 1 digit secara prosentase. Dan ini memberikan banyak hal bagi semua kebijakan Bajaj, seperti pembangunan pabrik, keseriusan dalam totalitas mengambil pasar di tanah air. Bajaj bukanlah pabrikan Jepang, pabrikan jepang lahan jualannya ya di tanah air dan kawasan Asia Tenggara lain. Mau jualan di Jepang negara asalnya ? Siapa yang mau beli motor banyak-banyak di Jepang, apalagi untuk low end. Sedangkan untuk Bajaj yang asalnya India, market di negeri asalnya masih sangat potensial. Belum lagi negara-negara tetangganya seperti Bangladesh, Pakistan, Srilanka yang lebih dekat. Daripada bertarung berdarah-darah di Indonesia yang secara psikologis masyarakatnya sudah berurat akar dengan produk Jepang. Dan mungkin Bajaj sudah merasa melalui pengalaman sejak tahun 2006, betapa sulitnya melakukan penetrasi di tanah air bersaing dengan pabrikan Jepang yang siap kamikaze karena gak bisa jualan di negerinya sendiri😀.
  • Prinsip produk global-nya Bajaj, dimana produknya akan sama di seluruh dunia “mengekang” Bajaj untuk membuka pabrik di luar pabrik utamanya. Sementara kepercayaan masyarakat tanah air juga terletak pada keseriusan pabrikan (tidak hanya Bajaj) untuk mensupport produknya, melalui pendirian pabrik. Dua hal yang berseberangan ini tentu menghambat penjualan Bajaj, yang secara otomatis berimbas pada keputusan hengkang (sekali lagi jika rumor itu benar).

Faktor External

  • Trend penurunan penjualan sepeda motor tahun-tahun ke depan. Diprediksi tahun 2013 dan tahun-tahun ke depan akan terjadi penurunan penjualan untuk total roda dua. Bahkan AISI sendiri sudah memprediksi, walaupun tahun 2012 tembus di angka 7,14 juta, tahun 2013 total penjualan roda dua akan menurun hingga di angka 6 jutaan. Tentu ini sebuah hal yang sangat tidak menarik bagi pabrikan “kecil” (skala nasional) disamping harus survive dengan merebut sedikit jatah kue, juga harus menghadapi penurunan secara total
  • Keseriusan Pemda (DKI) dalam membangun transportasi publik. Jika dilihat perkembangan terakhir, tidak seperti pemegang pemerintahan (daerah) sebelumnya, Pemda DKI yang dikomandoi Pak Jokowi, sangat serius dalam membangun MRT sebagai penyedia sarana transportasi publik. Mau tidak mau jika program ini berjalan sukses, akan terjadi penurunan secara drastis demand akan roda dua. Kita tahu pasar terbesar dari roda dua adalah Jakarta dan kota-kota satelit pendukung industrinya
  • Keberadaan Kawasaki sebagai salah satu pemain roda dua di tanah air melalui KMI. Secara historis, Kawasaki memiliki ikatan (bisnis) cukup kuat dengan Bajaj. Sudah banyak yang tahu, pemasaran Ninja series di negeri Hindustan dilakukan dibawah marketing Bajaj. Adalah sebuah langkah realistis sekaligus prospektif jika kemudian untuk pemasaran dilakukan melalui tangan KMI di tanah air. Kawasaki lebih memiliki kekuatan dibanding Bajaj yang belum lama bermain. Kekuatan jaringan, kekuatan brand, dan yang terpenting pemahaman mindset masyarakat otomotif tanah air, menjadi kelebihan Kawasaki (KMI) dibanding Bajaj. Artinya dengan adanya Kawasaki, Bajaj tetap berjualan melalui tangan KMI (Kawasaki Motor Indonesia).

Yah..itulah opini penulis dari terawangan ecek-ecek. Sebagaimana pengguna Pulsar/Bajaj yang lain, penulis mengharapkan Bajaj tidak hengkang. Tetapi mau gak mau itu keputusan Bajaj, sebagai konsumen, kita harus realistis juga. Harapannya paling tidak, untuk urusan sparepart, walaupun sebagian bisa disubstitusi, tetap di support melalui Kawasaki.

Semoga rumor tidak menjadi kenyataan. Aamiiinn..

Wassalam

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Tentang TVS, Bajaj, Kawasaki, Strategi (Marketing) Berbeda Pabrikan India Di Tanah Air, Dan Rumor Hengkang

  1. orong-orong says:

    ceeeeeeeeeeeeeeeeees, kasihan jika bajaj undur diri

  2. evant says:

    tapi tetap susah kang u cari partx😦

  3. kasamago says:

    begitulah, bisnis is bisnis.. kadang terjadi hal2 yg tak sesuai rencana, shnga mengharuskan mlkukan tindakan diluar harapan.

  4. Syarat jadi anggota AISI itu harus punya pabrik di Indonesia (pembuatan + perakitan), Bajaj cuma punya pabrik perakitan doang, dan kalo gak salah itu juga numpang apa nyewa gitu.

    Kandungan bahan lokalnya juga harus sekitar 80%, nah produk Bajaj semua nya CBU.

    Makanya Bajaj gak masuk AISI

    CMIIW

  5. Hans694 says:

    Pianggio apakah jual part vespa lama? Part pulsar untuk alternatif tokonya dimana?

    • boerhunt says:

      wah kalo itu kurang tahu masbro, kalo part umum vespa lama kyknya udah bukan piaggio lg yang nyediain, spt kabel kopling, sudah jadi part umum.. CMIIW

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s