KTM Indonesia Memasarkan Duke Series Yang Lebih Besar, Akankah Terkendala Hak Patent Dual Busi ?

Seperti kita tahu masbro, KTM Indonesia melalui PT. Moto KTM Indonesia (MKI) sebagai Agen Pemegang Merk (APM), tidak berhenti pada memasarkan Duke 200 di tanah air. Selain motor-motor enduro dan garuk tanah, KMI juga memasarkan Duke series yang lebih besar, yaitu Duke 390 (yang ini rumornya batal), 690, dan 1190.

Yang jadi pertanyaan jika memang akan dipasarkan di tanah air, bagaimana dengan patent dual busi ? Sebagaimana yang penulis uraikan di tulisan sebelumnya, yaitu tentang penggunaan dual busi pada KTM RC8R 2011, ternyata teknologi dual busi juga diaplikasikan oleh KTM. Mau tidak mau ini pasti erat kaitannya dengan kerja sama KTM dengan Bajaj sebagai pemegang saham. Tadinya penulis baru tahu pengaplikasian ini bukan pada pada RC8R, melainkan pada Duke690, tetapi penulis kaget ketika menelusuri lebih jauh, ternyata produk flagship KTM yaitu RC8R 2011 juga menggunakan dual busi ! Itu makanya penulis ulas di tulisan sebelumnya.

Oke kita simak gambar berikut (sumbernya disini).

Tampak benar ketika di bedah, Duke690 sudah menggunakan dual busi (lingkaran kuning)

Tampak benar ketika di bedah, Duke690 sudah menggunakan dual busi (lingkaran kuning)

Ketika blok atas dibuka, terlihat lebih jelas, Duke690 mengaplikasikan dual busi

Ketika blok atas dibuka, terlihat lebih jelas, Duke690 mengaplikasikan dual busi

Terlihat kan dengan dual busi-nya. Nah kembali ke pertanyaan besarnya, apakah pemasaran Duke690 akan mengalami kendala dengan patent dual busi di tanah air ?

Pertanyaan-pertanyaan lanjutannya, apakah lempeng saja ketika pabrikan menjual tanpa patent (lokal), selama pemilik patent (tanah air) tidak mempermasalahkan ?

Dan jika itu dipermasalahkan, apakah tidak akan kelihatan konyol, patent seperti ini sudah tidak berlaku secara global, seperti keumuman mesin, (sebuah contoh) yang punya patent 1 busi siapa ? Karena menyangkut hal-hal yang sudah bukan dalam ruang lingkup patent, atau bisa dibilang masih terlalu umum yang dipatentkan. Dan seterusnya dan seterusnya…

Monggo tanggapannya.

Semoga bermanfaat.

Wassalam

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to KTM Indonesia Memasarkan Duke Series Yang Lebih Besar, Akankah Terkendala Hak Patent Dual Busi ?

  1. Aa Ikhwan says:

    bajaj aja kan masih bermasalah hak paten 2 businya kl gak salah, tp tetap jualan jg😀

    • boerhunt says:

      permasalahannya ada 2, pertama mematenkan, yg kedua memasarkan produk yg tidak memiliki patent atau dipatentkan pihak lain, yg dihadapi Bajaj adalah mematentkan, sedang utk permasalahan kedua tergantung ada yg menggugat atau tidak, jika ada yg menggugat baru bermasalah

  2. ipanase says:

    dual businya ktm dah wajar😀

    • boerhunt says:

      yg gk wajar kondisi yg punya patent, patentnya bersifat lokal, tp gk ada produknya (utk roda dua), pengelola patent justru yg aneh memungkinkan hal ini bisa terjadi

  3. kasamago says:

    KTM perlu negosiasi dg si pemilik patent..

    • boerhunt says:

      kalo ada gugatan, pasti nanti akan ada banding, yg di dalamnya akan ada uji materi, nah di uji materi ini pasti terlihat patent yg secara teknis memiliki perbedaan, ibarat produk china yang meng-copy produk jepang, tp tdk kena sangsi hak patent, krn dgn dimensi dan perbedaan2 dalam ukuran, pdhl niatnya lebih jelas utk meniru.. just my opinion

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s