Pembatasan Jarak Tempuh Untuk Motor ?? Hmmm…

Tentu masbro/mbaksist sudah mendengar, tentang wacana pembatasan jarak tempuh untuk motor, yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri Perhubungan.

Jujur saja, penulis tidak bisa memberikan opini secara tepat. Sampai tulisan ini penulis susun, masih mencoba mencari, seperti apakah formatnya, bagaimana (rencana) pelaksanaannya, batasan-batasan apa yang akan diberlakukan, hingga penulis bisa mengambil sikap/opini pribadi. Penulis tidak ingin memberikan opini terhadap apa-apa yang belum jelas. Tapi nampaknya wacana ini terus bergulir tanpa kejelasan detilnya. Mau gak mau penulis ingin berbagi opini juga.

Pada dasarnya setiap kebijakan pasti ada plus minusnya. Entah dari filosofi dasar pengambilan keputusan, atau bahkan di ujung pada saat pelaksanaanya. Nah.. berhubung keputusannya belum keluar, draftnya saja belum ada yang tahu seperti apa (?), apalagi detil dan pelaksanaannya, penulis hanya memberikan opini berupa batasan-batasan yang mungkin bisa dipertimbangkan agar kebijakan-kebijakan ini tidak berdampak buruk bagi masyarakat, utamanya masyarakat bawah.

Dasar Pemikiran

Latar belakang kenapa kebijakan ini akan diambil, alasannya sudah benar, bahkan baik sekali (niatnya). Seperti banyak diberitakan, semakin hari korban kecelakaan lalu lintas makin tinggi. Dan mayoritas korban itu adalah pengendara roda dua. Terutama dalam musim mudik. Setiap tahun meningkat. Semangat ini tentu kita apresiasi.

Tetapi tentu saja sebuah kebijakan tidak hanya berdasarkan alasan dan dasar pemikirannya, tentu harus dipikirkan bagaimana kebijakan itu diperuntukkan, objek-objek yang terkena kebijakan, ruang lingkupnya, dan pelaksanaannya sendiri di lapangan. Jangan sampai tujuan yang baik tidak banyak memberi manfaat, tetapi malah menyulitkan di lapangan, baik bagi pelaksana, maupun bagi masyarakat pada umumnya. Mari kita bahas satu-satu.

Objek atau Sasaran Kebijakan

Dari dasar pemikiran di atas, tentu penentu kebijakan harus mendefinisikan lebih detil, siapa atau jenis kendaraan roda dua yang bagaimana yang akan terkena dampak. Apakah nanti akan diklasifikasikan berdasarkan jenis kendaraan. Kenapa penulis melontarkan ini, karena kalau dilihat secara statistik, peristiwa kecelakaan terbanyak adalah saat mudik. Dimana saat mudik banyak pemudik yang lebih memilih membawa kendaraan roda dua yang nota bene banyak jenis kendaraan roda duanya bukan diperuntukkan untuk jalan jauh. Padahal di sisi lain kendaraan bertipe-tipe tertentu yang memang digunakan untuk jarak jauh. Apa ini juga terkena aturan ?

Itu pertama, kedua adalah menyangkut pengendaranya sendiri. Mungkin harus dibedakan pengendara yang dari golongan pemudik yang tidak terbiasa melakukan perjalanan jauh dengan yang memang sudah terbiasa atau bahkan emang sudah kegiatannya sehari-hari melakukan perjalanan jauh dengan roda dua.

Definisi Waktu

Yang penulis maksud di sini adalah kapan kebijakan ini diberlakukan, ketika musim-musim tertentu, ataukah sepanjang tahun. Mengingat tingginya kecelakaan saat mudik, bisa jadi kebijakan ini hanya diberlakukan pada musim mudik berlangsung. Jika diberlakukan sepanjang tahun, tentu tidak relevan donk dengan dasar pemikiran awal kebijakan ini. Toh kecelakaan tertinggi ketika mudik.

Pengaturan Pelaksanaan

Hal ini juga sangat penting menurut penulis. Kita lihat saja di beberapa kota di mana terdapat pusat-pusat industri seperti Karawang, Bandung, atau Jakarta. Banyak bahkan sangat banyak karyawan-karyawan dari industri itu berasal dari kota-kota di sekitarnya, dimana kota tersebut berplat nomor berbeda dengan kota dimana mereka bekerja. Seperti Bandung, banyak yang pekerjanya berasal dari Cianjur dengan Plat No F atau dari Garut dan Tasik sekitarnya yang berplat nomor Z, atau Karawang yang karyawannya dari Tangerang atau Bogor.

Oke, mereka mungkin tidak tiap hari pulang pergi, tetapi penulis bisa pastikan, hampir semua para karyawan itu hari Senin berangkat dari rumah ke tempat bekerja. Atau kebalikan saat week end.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana hal itu bisa dilakukan (secara benar) oleh pelaksana di lapangan nanti. Bisa diperhitungkan setiap menit ada puluhan bahkan ratusan kendaraan roda dua yang melintas. Jika ada pemeriksaan, apa tidak akan menimbulkan kemacetan luar biasa ??

Belum lagi pemikiran, bahwa kebijakan ini akan menjadi peluang bagi para oknum untuk memanfaatkannya dengan cara tidak benar.

Dari situ jelaslah perlu peninjauan di lapangan oleh para penentu kebijakan, apa efek negatifnya di masyarakat. Harus terjun ke lapangan, jangan hanya melihat dari angka-angka statisik.

Penutup

Lepas dari itu semua beberapa poin penting dari (jika diberlakukan) kebijakan ini bisa penulis simpulkan :

  • ini akan menjadi satu-satunya aturan  yang aneh, hanya ada di Indonesia, apalagi jika aturan ini tidak didesain lebih detil, aneh kalau ada motor yang oleh pabrikan didesain jarak jauh malah tidak boleh jalan jauh
  • akan berpotensi kemacetan luar biasa pada hari-hari awal week day (senin) di titik dimana menjadi perbatasan antar kota. Dengan asumsi aturan ini akan dijalankan kosisten. Lah kalo tidak dijalankan konsisten buat apa donk aturan ini dibuat, mending gak usah ada aturan sekalian. Ya tohh…
  • yang terbaik adalah dijalankannya ketika sudah terbukti secara statistik momen-momen yang banyak terjadi kecelakaan roda dua, seperti musim mudik

Dan yang paling penting dari semua itu adalah :

Perbaiki transportasi publik, terutama lintas kota, agar masyarakat memandang bepergian jauh menggunakan kendaraan roda dua adalah bukan pilihan terbaik. Selama masyarakat masih menganggap motor adalah transportasi terbaik baik dari sisi kepraktisan, ekonomis, flexibilitas, maka penerapan aturan ini adalah kekonyolan.

Semoga bermanfaat.

Artikel terkait :

Kecewa Berat Dengan Pernyataan Menhub Seputar Meningkatnya Kecelakaan Mudik

Tradisi Mudik, Masih Perlukah ?

Wassalam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, Otomotif, Roda Dua, Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Pembatasan Jarak Tempuh Untuk Motor ?? Hmmm…

  1. Aa Ikhwan says:

    masih aneh n janggal menurut ane😀
    sudah terlalu banyak aturan yg pelaksanannya masih mesti diperhatikan lagi😀

    • boerhunt says:

      aturan yg hanya ada di Indonesia a’ hehehe dan betul sekali sebaiknya terapkan aturan yg sudah ada lebih konsisten, spt pembatasan muatan dlm motor, harus disesuaikan dengan pertimbangan keselamatan, terutama di saat musim mudik..

  2. yudha depp says:

    enggak perlu dibahas, wacana ini emang sengaja dilemparkan
    sebagai isu pengalihan tindakan korupsi yang dilakukan oleh
    anggota polisi
    http://yudhadepp.blogspot.com/2012/10/new-vixion-wajib-facelift-ulang.html?m=1

  3. er purpone says:

    kayaknya ini juga merupakan titipan dari atpm roda 4 dalam rangka proyek mobil murah. Dengan kata lain menyuruh masyarakat kalo mau pergi keluar kota pakailah(belilah) mobil… Hanya pendapat pribadi

  4. tovavanjava says:

    hanya di endonesia yg aturannya aneh2… kok gak mikirnya pemerintah itu..oyaa…yang pada mudik naik motor itu gmna caranya biar naik transportasi umum aja…??..eee….malah batesin jarak tempuh motor.?? opo tumon…??!😛

    • boerhunt says:

      Iya…Apa transportasi umum/publik sdh mampu memberi layanan yg mudah, murah dan praktis utk mudik, baik ketika perjlnan mudik maupun di kampung? Nyatanya gk..

  5. z1rider says:

    It’s not all about the money money money😉

  6. Gogo says:

    ambigiu..
    aturan dikertas, faktanya bebas..

  7. Pingback: Jika Pembatasan Jarak Tempuh Motor (Saat Mudik) Diberlakukan, Siapa Sebenarnya Yang Diuntungkan ? « Boerhunt's Blog

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s