Air Terjun Tancak (Jember), Cocok Banget Bagi Biker Yang Suka Hiking, Ajiiib..

Liburan Lebaran baru lalu tidak penulis sia-siakan untuk mencari tempat-tempat eksotis yang ajib banget buat dikunjungi. Setelah dalam tulisan beberapa waktu laku mengulas Pantai Rowo Cangak (baca Pantai Rowo Cangak Yang Tersembunyi) , kali ini penulis mengulas tentang hawa pegunungan, tepatnya air terjun di pegunungan.
Yaitu Air Terjun Tancak yang berada di wilayah Kabupaten Jember, Kecamatan Panti.

Lokasi Air Terjun Tancak
Lokasinya cukup terpencil. Yaitu berada di salah satu anak gunung Argopuro yang berada di wilayah Kabupaten Jember. Gunung Argopuro sendiri berada pada dua wilayah kabupaten (kalau tidak salah), yaitu Bondowoso dan Jember. Dan Air Terjun Tancak sendiri juga berada pada wilayah pemeliharaan PT. Perkebunan Nusantara.

Untuk bisa mencapai lokasi pun perlu perjuangan yang tidak mudah. Maklum, untuk mencapainya harus memarkirkan kendaraan cukup jauh dari lokasi, menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dengan mendaki lereng Gunung. Jangankan mobil, motor trail alias offroad pun tak akan  mampu menjangkaunya. Lucunya awal datang kami tidak lewati begitu saja tempat parkir, langsung terus menanjak jalan setapak dengan menggunakan 2 motor, 1 motor bebek 1 motor batangan, boncengan terpaksa turun. Dengan yakinnya terus melaju pelan-pelan. Hehehe..

Petunjuk Arah Menuju Lokasi

Bagi yang berada di pusat kota Jember, atau dari arah timur dan utara kota Jember, perjalanan mengarah ke Surabaya melalui pusat kota Jember (jangan melalui lingkar luar). Sampai perempatan lampu lalu lintas Mangli, ambil arah kanan. Selanjutnya jika menemui persimpangan pertama, ambil arah kiri. Dan selanjutnya akan ada petunjuk menuju Air Terjun Tancak.

Sedangkan jika dari arah Surabaya, atau arah barat kota Jember, tidak perlu memasuki kota Jember. Setelah melalui pasar Rambipuji, akan menemui lampu lalu lintas pertigaan. Ambil arah kiri ke arah Rambi Gundam terus ke Panti, dan lanjutkan perjalanan hingga menemui petunjuk arah ke Air Terjun Tancak. Pertigaan ini tempat bertemu dari arah kota atau timur Jember.

Hingga setelah masuk daerah Serut, akan menjumpai jembatan kayu, jembatan yang sedang diperbaiki karena rusak terkena banjir bandang beberapa waktu lalu.

Jembatan bekas hancur terkena banjir bandang, harus bergantian

Begitu melewati jembatan kayu dihadapkan pada jalur lurus dan ke kanan, ambil arah kanan. Untuk selanjutnya ikuti jalur utama yang berupa jalan yang terus menanjak sepanjang jalan.

Perjalanan menuju Air Terjun Tancak

Perjalanan kami awali dari arah kota Jember. Kami start pukul 2 siang lebih. Perjalanan cukup menyenangkan. Dengan udara yang sudah tidak terlalu terik namun langit cukup cerah, bisa menikmati udara yang cukup bersih. Maklum bukan kota besar seperti Jakara😀.

Perjalanan kami tempuh dengan kecepatan sedang, antara 30-50 km/jam. Setelah jembatan kayu, kami disuguhkan jalur jalan yang cukup bagus, tetapi terus menanjak. Sampai kemudian memasuki wilayah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara.

Jalan Desa yang cukup mulus, walau ada lubang di beberapa titik tapi keseluruhan mantab..🙂

Mulai memasuki wilayah pengelolaan PT. Perkebunan Nusantara

Setelah jalan desa, memasuki wilayah pengelolaan PT. Perkebunan Nusantara. Selanjutnya kami melewati area perkebunan, dengan jalanan aspal menyusuri lereng perbukitan.

bebas mah gk ada yang menilang, tapi keselamatan anda tanggung sendiri :p

Pose dulu ah….

Setelah itu kami melewati sebuah sungai yang pernah memutus desa karena longsor dan banjir sekitar pertengahan tahun 2000an (kalau tidak salah).

Sungai ini yang dulu ketika jembatannya runtuh akibat banjir bandang, memutus dan mengisolasi desa sekitar air terjun. (Foto ini diambil dari arah kebalikan, alias pulang, sengaja untuk memperlihatkan posisi gunung ke arah air terjun)

Setelah melewati jembatan, beberapa kami melewati 2 titik tempat perparkiran. Dengan santainya kami melewati, ternyata jalanan semakin parah, karena memang melewati jalanan setapak menyusuri lereng gunung.

nekad mencoba terus naik…kirain bisa.. hehehe

Sampai beberapa ratus meter dari lokasi perparkiran darurat, berpapasangan dengan pengunjung yang sudah balik, dan ngomentari “Kok nekad mas, gak bisa naik terus, pake trail juga gk bakalan bisa..harus parkir dibawah, di atas tidak ada yang menjaga..

Opss… ya sudah, motor balik lagi dah untuk diparkirkan😀

Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki. Dan ternyata betul, tidak mungkin walau trail/offroad sekalipun untuk melewati.

Ini belum seberapa

Ini juga belum seberapa

Selanjutnya kami melewati kebun kopi, sayangnya bukan musim berbunga, melainkan sudah musim berbuah, karena ketika pohon kopi berbunga, baunya segeeeerrr banget…bukan wangi seperti bunga..tapi wangi bunga kopi..pasti banyak yang gak tahu kan.. hehehe.

Di kebun kopi ini kami menemui persimpangan kanan dan kiri. Terpaksa menunggu orang yang lewat untuk mencari tahu.😀

Di persimpangan jalan😀

Ndilalah kok bukan ke kanan atau ke kiri..melainkan agak kanan ambil lurus naik…untungnya menunggu, karena ketika kami menunggu orang yang kembali, ternyata muncul dari tempat tak terduga..

Nah lohh… ternyata justru rombongan orang balik muncul dari semak2 pohon kopi..hakdeziigg…

Selanjutnya kami menyusuri jalan setapak sekitar kebun kopi, menjumpai rerimbunan pohon bambu, hingga melintasi selokan-selokan kecil yang airnya sangat jernih, pohon tumbang, dengan mengikuti naluri, terlihatlah air terjun dari kejauhan. Sempat juga harus climbing, biyuhh..motor trail pun tak mampu climbing.

jalan setapak yang kudu dilalui..

*foto diambil saat pulang*

Nah loh..motor mana bisa lewat sini, dengan kemiringan lebih dari 45 % jalanan krikil lepas.. hati2 lewat sini..bisa2 meluncur terus kebawah.. *diambil saat pulang

capek hiking serasa langsung hilang melihat air terjun dan gemuruh air di kejauhan..😀

Akhirnya sampai juga …fiyuhh.. jarak tempuh kira-kira “hanya” 4-5 km, tetapi medan yang tidak ramah, menanjak, dan beberapa spot harus sangat hati-hati, sehingga harus ditempuh dalam waktu 1 jam.

fiyuuhhhh…

asiiiikkkk….segeerrr….

chibi style..😀

nyoba langsung minum.. xixixi

Perjuangan berat selama perjalanan ke lokasi terbayar sudah.

Tetapi sulitnya medan untuk mencapai lokasi, menurut penulis justru malah baik, karena jika lokasinya mudah, biasanya cenderung akan tidak terpelihara, kotor, dan lingkungan tercemar.

Beberapa catatan :

  • Jarak tempuh dari pusat kota Jember sekitar 25 km menuju lokasi terakhir parkir
  • Jarak dari tempat parkir menuju air terjun kira-kira 4 km dengan jalan setapak dengan beberapa titik cukup terjal dalam mendaki,  dan perlu kehati-hatian
  • Ada bagusnya menggunakan sandal atau sepatu gunung
  • Disarankan untuk sedikit membawa bawaan, cukup makanan kecil dan air minum secukupnya, kecuali jika memang ingin camping.
  • Camping masih dimungkinkan untuk 1 – 2 tenda ukuran sedang di sekitaran air terjun, (jika diijinkan oleh penjaga, tidak semua kondisi diijinkan, ketika musim hujan tinggi-tingginya biasanya dilarang)
  • Tidak ada tiket masuk, hanya membayar parkir 2000 untuk motor dan mobil (?)
  • Dulu memang banyak pacet atau lintah darat yang biasa menempel ketika kita menyusuri jalan setapak menuju lokasi, tetapi mungkin karena sedang musim kering, udara tidak lembab, sehingga kami tidak menjumpai pacet satupun nempel, padahal sudah siap-siap beli tembakau untuk mengusir pacet jika menempel ditubuh😀
  • Semua foto-foto diatas diambil secara pribadi, dan penulis membebaskan bagi yang berminat untuk mendownload dan memanfaatkannya dan pemanfaatannya di luar tanggung jawab penulis.

Next target, pantai pasir putih puanjaanggg..di semenanjung Blambangan.. Jika masbro/mbaksist naik pesawat dari arah Jakarta atau Surabaya ke arah Bali, tentu masbro/mbaksist akan melihat pantai pasir putih yang panjang banget ketika melintasi selat Bali di sisi pulau Jawa. Entah apa namanya.. Lokasi jelas sangat sulit dijangkau, kecuali menggunakan perahu dari pantai Banyuwangi timur, maka harus melintasi hutan Alas Purwo yang terkenal sangat angker.😀

Semoga bermanfaat.

Wassalam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Wisata Biker and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Air Terjun Tancak (Jember), Cocok Banget Bagi Biker Yang Suka Hiking, Ajiiib..

  1. Aa Ikhwan says:

    ajib2😀

  2. gogo says:

    well, memang ternyata masih bnyk tempat2 eksotis yg blm terjamah di pulau jawa..

  3. astralist says:

    wes asik tempate iso ngo xcnan

  4. lanangbagus says:

    mak badunduk ceweke metu….hadegh:-)

  5. yubroz says:

    mantap infonya… kalo boleh minta ijin sya pasang link halaman ini di http://jemberajib.wordpress.com thank you!

  6. Juan Hadi Cahya says:

    tp tlong buad bang admin, jgn cuma kesenangan saja yang di posting

    kendaham dan kealamianharustetap di jaga

    terima kasih

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s