Berbicara Teknologi Listrik Untuk Transportasi, Harus Dipikirkan Sumber Daya Listrik, Terutama Menyangkut Ekologi (PLTA)

Tinggalkan dulu polemik, apakah mobil listrik atau mobil Esemka yang seharusnya didukung (lebih dulu). Anggap saja Pemerintah lebih condong pada mobil listrik (nampaknya memang demikian). Mari kita berbicara Sumber daya dari Mobil listrik dari kesediaan tenaga listrik kita.

Penggunaan Listrik sebagai salah satu Sumber energi untuk kendaraan ramah lingkungan masa depan, menimbulkan banyak tanya bagi masyarakat, terutama masyarakat awam seperti penulis. Dari hal-hal teknis seperti bagaimana jika macet, bagaimana jika kehabisan power sementara pengisian masih jarang, hingga pada konteks penggunaan listrik terkait sumber dayanya, misalkan bagaimana jika semua kendaraan pakai listrik, apa PLN gak akan drop ?

Sebenarnya, menurut penulis, sebagian besar kekhawatiran tentang teknis itu memang wajar, tetapi bukan masalah yang krusial, walau memang perlu penyesuaian, karena bagaimanapun setiap perubahan membutuhkan perubahan kebiasaan.

Justru disini penulis ingin set back lebih ke belakang, yaitu bagaimana sumber listrik dihasilkan. Seperti kita tahu masbro/mbaksist, kita memiliki beberapa sumber daya pembangkit tenaga listrik. Dan kita tahu juga, sumber terbesar ada dari PLTA yang banyak bertebaran di pulau-pulau besar negeri kita. Nah..disini penulis ingin menyoroti.

PLTA tidak lepas dari adanya bendungan, karena dengan bendungan ini air bisa dialirkan sesuai kebutuhan. Dengan aliran yang bisa diatur, maka aliran ini bisa diarahkan untuk mengarahkan turbin pembangkit listrik. Berdasarkan fungsinya, ada banyak manfaat dari adanya bendungan, diantaranya, untuk pembangkit Listrik (PLTA), pengairan (irigasi), penahan banjir jika terjadi luapan air, sebagai sarana rekreasi, olahraga.

Begitu yang sering kita baca sejak kita berada di sekolah dasar. Tapi apa hanya manfaat yang bisa diambil dari pembangunan bendungan ? Tidak ada kerugian dengan adanya bendungan ? Ternyata ada masbro/mbaksist. Dan efek dari keberadaan bendungan ini mengancam ekologi. Kenapa begitu…

Sifat bendungan yang dibangun untuk banyak kebutuhan yang salah satunya sumber tenaga listrik, yang menahan aliran air, menyebabkan beberapa ekosistem berubah, yang tadinya air deras sebagai aliran sungai alami, menjadi terhenti. Perubahan ini bukan tanpa dampak. Dampaknya adalah habit dari spesies-spesies air (sungai) yang memanfaatkan aliran deras dalam siklus hidupnya akan terganggu.

Sebagai contoh yang mudah dicerna, mungkin masbro/mbaksist sering melihat acara kehidupan flora dan fauna di televisi. Tentu masbro/mbaksist juga pernah mengenal ikan Salmon dari acara-acara di tv tersebut. Nah..ikan ini salah satu ikan yang unik dalam siklus hidupnya. Ikan ini lahir (atau menetas) di hulu sungai, yaitu di pedalaman alaska atau di Asia Utara termasuk wilayah Sovyet. Setelah menetas, ikan ini melanglang buana ke lautan lepas. Ketika akan bertelur (yang biasanya juga akan menjadi akhir hidupnya), ikan ini akan berenang ribuan kilometer dari lautan lepas kembali ke tempat dia menetas, untuk bertelur agar generasi selanjutnya melanjutkan siklus itu.

Sekarang coba bayangkan masbro/mbaksist, jika semua sungai dibendung, betapa ikan atau spesies dengan siklus hidup ini akan terpotong generasinya, dan dipastikan akan punah selama-lamanya. Dan yang memanfaatkan siklus aliran sungai (alami) ini jelas bukan hanya ikan Salmon, yang dinegeri kita tidak ada. Walau sebagian tidak seperti Salmon yang bermigrasi, beberapa spesies memanfaatkan nutrisi yang terbawa secara alami oleh aliran sungai yang tidak terbendung. Ketika terbendung, nutrisi yang dibutuhkan ini hanya mengendap di dasar bendungan. Ini yang menyebabkan mereka terancam punah. Terbukti hampir disemua bendungan yang di bangun di belahan dunia, terdapat beberapa spesies alami yang tadinya menghuni aliran sungai tersebut susah ditemukan lagi, minimal terancam punah. Di antaranya beberapa spesies lele raksasa (big/giant catfish). (Kayaknya kalau di Indonesia terutama di jawa sudah tidak terlihat lagi lele raksasa yang alami di sungai😦 ).

Harapan pribadi penulis, dengan memperhatikan kelestarian ekologi, terutama di wilayah Jawa, adalah sangat penting bagi pemerintah untuk melihat sumber daya alternatif lain selain PLTA. Kita punya panas bumi, kita punya arah angin yang selalu berganti secara teratur. Tentunya sumber daya ini lebih mudah di dapatkan, tidak perlu diolah lagi.

Semoga bermanfaat

Wassalam

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Lain-lain and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Berbicara Teknologi Listrik Untuk Transportasi, Harus Dipikirkan Sumber Daya Listrik, Terutama Menyangkut Ekologi (PLTA)

  1. Aa Ikhwan says:

    saat ini pun penyaluran listrik bagi masyarakat masih belum ajib😀

  2. Gareng says:

    Pake Solar sel Kang. .

    • boerhunt says:

      Iya, sumberdaya yg gk pernah habis (kecuali matahari gk bersinar) hanya saja teknologi ini dikuasai barat, dan dijual dgn harga sangat tinggi ke negara dunia ketiga, pdhl bahan dasarnya kita punya, itulah barat, gk suka negara ketiga makmur

  3. gogo says:

    Nuklir kiliatany sumber energi yg pling besar dibanding PLT lain, tp jg termasuk tertingg dlm hal resikonya.
    bla kembali pd teori tesla, kmngkinan energi listrik akan mudah utk diciptakan dlm jmlh besar.

    • boerhunt says:

      Nuklir terkendala politik masbro, gk ada negara satupun yg bisa kembangin energi nuklir tanpa seijin amrik israel dan sekutunya, kalo gk ijin bakalan dicap bikin senjata nuklir, dan jd alasan buat ngobrak abrik negara lain, boleh asal syaratnyq sangat sangat ketat, bahkan harus “membayar” berupa deal-deal politik, ekonomi dll, bisa jd syaratnya amrik dan skutunya dibolehin bikin pangkalan militer dgn dalih menjaga teknologi nuklirnya..biyuuhhh

  4. warung DOHC says:

    PLTuap barangkali perlu di maksimalkan om 🙂

    • boerhunt says:

      Betul…byk sumber2 panas bumi, uapnya bisa disalurkan utk menggerakkan turbin, jgn semuanya hanya jd tempat rekreasi doank, secara makro jd kurang produktif

  5. listriknya dari energi bio gas eek manusia

    • boerhunt says:

      sudah dipake kalo itu pak, utk jadi gas dipake masak sama masyarakat yg memanfaatkan..😀 *tp nek dikumpulin sak Indonesia asyik kali yah..😀

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s