KTM Duke 200 : (Sebagian Besar) Kita Menganggap Kemahalan, Tetapi Kenapa KTM125 Laku Keras Di Eropa ??

Tentu masbro/mbaksist yang sering update info otomotif sudah tahu, rumor Duke200 (DZOO) akan dilego seharga di atas 50 jutaan di tanah air.

It’s an ART bro !

Bagi sebagian besar kita tentu menganggap ini terlalu mahal hanya untuk motor dengan kubikasi 200 cc, terlepas dari sebagian menganggap ini harga wajar, mengingat yang terbiasa dengan motor standar Eropa, seperti R125 dan Aprillia 125cc juga harganya selangit. Tapi tentu suara ini lebih minor dibanding yang menganggap kemahalan bagi kebanyakan.

Tapi bagi penulis ada sebuah pertanyaan besar. Jika memang harga semahal itu, kenapa di Eropa Duke series 125cc (dan 200 cc) begitu laku yah. Bahkan mampu meningkatkan total penjualan KTM sebesar 22% (peningkatan dari penjualan Duke125). Angka 22% sangatlah fantastis bagi masyarakat Eropa yang secara ekonomi sudah mengalami stagnan, dan masyarakat yang cenderung mapan. Tidak mudah menjual dalam masyarakat yang mapan. Apalagi genre yang diusung KTM segmented.

Sebelum membahas lebih jauh, penulis hadirkan lebih dulu beberapa fakta dan asumsi-asumsi yang didasarkan fakta, diantaranya :

  • harga KTM Duke 125 cc di Europe £ 3,695
  • harga KTM Duke 200 cc di Europe £ 3,995
  • asumsi bahwa Duke 200 bukanlah versi downgrade dari Duke 125cc, berdasarkan pernyataan petinggi KTM sendiri (baca tulisan lalu Duke200 Bukan Produk Massal)

Kembali masalah dua fakta yang terlihat bertentangan, yaitu di satu sisi harga Duke200 (beserta Duke125) mahal, tetapi di sisi lain justru cukup tinggi antusiasme terhadap motor ini, terutama di pasar Eropa. Cukup unik sebenarnya fakta ini hingga membuat penulis berpikir dalam, kira-kira apa yang membuat antusiasme seperti itu. Akhirnya penulis menemukan jawaban (menurut penulis). Apa jawabannya.. ? Begini ilustrasinya ..

Pernahkah masbro mbaksist mengunjungi Bali, atau Yogja dalam rangka wisata ? Jika pernah, tentu brosist pernah berkunjung ke tempat pameran lukisan, dan melihat-lihat hasil karya lukisan. Kadang kita melihat object lukisan yang sama dari pelukis-pelukis yang berbeda.

Nah..ketika kita tertarik pada sebuah obyek yang kita inginkan dari sebuah lukian, pernahkah kita mempertanyakan pada pelukisnya dengan pertanyaan begini “Mas, lukisan seperti ini di sana harganya jauh lebih murah, masa disini lebih mahal”. Jika pertanyaan itu kita lontarkan, pasti akan menimbulkan kerut kening dari sang pelukis. Hehehehe..

Kenapa ? Karena si pelukis langsung bisa melihat bahwa calon pembelinya tidak mengerti arti seni.  Karya seni tidak bisa dilihat dari berapa biaya pembuatan yang sudah dihabiskan, berapa lama dibuat. Nilai karya seni tidak bisa di marginkan.

Bagi yang suka, mengerti nilai seni yang ingin dihadirkan sang kreator, cocok harganya, maka dibelilah. Sang pembeli tidak akan mempertanyakan lagi berapa ongkos produksinya.

Lho.. apa hubungannya ilustrasi di atas dengan Sang Bupati ?? Yang penulis maksud adalah, konsumen Eropa yang demen Duke, In My Humble Opinion, tidak hanya melihat Duke sebuah produk bermesin, melainkan ada unsur seni dalam desainnya yang memberikan nuansa tambahan dalam penilaian mereka. It’s an ART !

Trus..apakah penulis mengajak ikut-ikutan seperti mereka orang Eropa sehingga menganggap murah harga segitu. Tentu tidak, Eropa ya Eropa, kita ya kita. Kenapa di sana nilai seni bisa sedemikian tingginya, karena kemapanan mereka. Basic needs sudah diluar apa yang mereka ingin capai. Jadi jangan samakan dengan kita yang untuk basic needs saja banyak yang pontang panting.

So kesimpulannya..bagi masbro mbaksist yang basic needs bukan menjadi masalah lagi, jika tertarik ya monggo, I think worth it. But bagi kita-kita yang masih memikirkan basic needs, mending buat yang lain aja dananya.

Gimana menurut masbro/mbaksist ?

Semoga bermanfaat.

Wassalam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

48 Responses to KTM Duke 200 : (Sebagian Besar) Kita Menganggap Kemahalan, Tetapi Kenapa KTM125 Laku Keras Di Eropa ??

      • inline4 says:

        bang burhan saya mau nanya keanehan KTM Indonesia dalam memasang harga,kita lihat dari harga di india jika dibandingkan dengan disini…
        kita bandingkan ya mas :
        p200ns di india harga 18 juta,disini 23 juta,naiknya sedikit sekali.
        bandingkan dengan
        KTM duke200 di india 22,8jt tapi disini 60 an juta atau naik 3x lipat…
        kira2 itu strategi KTM Indonesia atau bagaimana mas?kok beda banget selisihnya antara p200ns sama duke200…
        mohon pencerahannya mas,nuwun.

      • banyak hal om, salah satunya adalah kesiapan ATPM dalam menangani after sales..

        tar kalo dijual 35 jt, misalnya, bisa kayak kacang goreng itu duke, lha, yang nyerpis sapa? bengkel aja bisa diitung pake jari..

        IMHO & CMIIW

      • boerhunt says:

        permainan strategi product management, tp justru itu menunjukkan punya strategi, tidak asal byk jual belakangan kalang kabut, ada yg terukur walo juga pasti gk akan sempurna

    • inline4 says:

      kualitas sama aja kaya motor jepang……KTM duke 390 di india hanya 29,4jt saja….
      harga dieropa segitu berarti setara dengan harga yamaha yzf r125 yang dieropa dan jepang dihargai 60jt an…..

      • boerhunt says:

        makanya utk YZF R125 agak mustahil dijual di ind😀
        emang harusnya lebih fair ngebandingin harga duke dengan yzf series, bukan yg lokalan🙂

      • inline4 says:

        ada importir umum di jakarta yang jual yzf r125,kalo gak salah pro bike,harganya 90jt atau lebih mahal 30jt dari duke 200

  1. Gogo says:

    that’s right, very true right.. Duke is an ART..
    hnya sja daya beli kita blm merata spt negara maju, jg maunya murah..😀

  2. GrandV says:

    Terlalu jauh klo menganggap Duke 200 memiliki desain yang sangat bagus sehingga wajar dihargai tinggi, much less dianggap sebagai karya seni… emangnya desain motor-motor jerman/inggris dan Italy tidak lebih baik / lebih nyeni ketimbang Duke ?
    Jika mengingat Duke 200 nantinya dibuat di India dgn spare part made in India, harga 60 juta jelas kemahalan. Bisa jadi Duke200 yang di eropa memiliki parts asli eropa, cuma dirakit di India, jadi harganya tetap lebih mahal.

    • boerhunt says:

      Italy ya masbro..Italy malah lebih tinggi..Aprillia yg 125cc seharga 90an juta🙂, justru duke keliatan rendah harganya, utk Duke125 yg laris di Europe, jelas produk asli buatan India, tentu saja dgn kontrol ketat pihak KTM Austria, seandainya Duke125 dibikin di Europe, bisa jadi harganya akan lebih mahal lg mendekati Aprilia125, aplg Duke200 kalo dibikin di Eropa …itu pendapat ane sih..IMHO

      • inline4 says:

        setahu saya aprillia 125 terbaru harganya sekitar 55jt di eropa atau sedikit lebih murah dari YZF r125,tapi lebih mahal dari cbr125 yg harganya 45jtan

    • @grandV:
      Mas, Duke 200 itu ngerakitnya cuma di India gak di Itali, entah kalo yang Duke125. Oh, iya, awalnya Duke 200 itu untuk pasar Asia sedangkan Duke 125 itu untuk pasar Eropa, entah kenapa sekarang Duke 200 juga dipasarkan di Eropa, mungkin karna peminatnya banyak dan harga lebih murah dari Duke125 (cuma beda 300 pound)..

      ya kalo menurut si mas Duke mahal, ya ndak usah dibeli.. :p

      @boerhut:
      kalo ndak salah untuk suspensi, D125 pake Ohlins, tapi D200 pake Endurance..

      CMIIW

      • boerhunt says:

        Betul om.. analisa ane, knp yg tadinya DZOO hanya utk Asia dimana regulasi utk umur pengguna tidak dibatasi, kok jadi dipasarkan di Eropa juga, kemungkinan antusiasme masy Eropa thd DZOO krn utk umur 17-20, yg memungkinkan hanya sampai 250cc dengan power dibawah kurang dari 34 hp, dan ini nurut ane jumlahnya gk byk (Ninja250cc dan CBR250), dan DZOO SEPERTINYA jadi primadona gk ada saingan secara genre..mungkin ini jg sebabnya ogah2an bikin KTM Indonesia, dialihkan ke pasar Eropa, yg ada malah lewat IU.. CMIIW.. sayang banget kalo analisa saya benar..krn kalo lewat IU (utk Indonesia), skenario-nya akan disamakan dengan moge, dianggap ada PPnBM, spt RS125 dkk..hikss..

      • GrandV says:

        Ane masih tetep yakin, walaupun sama-sama berjudul KTM Duke 200, tapi parts Duke 200 India yang harganya murah pasti specdown dari parts Duke 200 untuk pasar eropa. Klo barang/parts-nya persis plek-plek, gak mungkin harga versi Eropa >2 kali lipat ketimbang harga versi India. Nah, ntar coba liat aja Duke200 yang di sini dihargai 60+ juta, apakah finishing parts-nya setara Pulsar atau setara motor-motor eropa

      • boerhunt says:

        bisa jadi sih gan, mungkin part2 yang tidak cukup significan, untuk part2 utama, mesin, chasis, velg..ane yakin masih part yg sama dgn di Europe, sayang sekali kita tidak punya pembanding shg bisa dibuktikan benar tidaknya..dan jika ada yg bisa melihat part2 aslinya, bisa dilihat kode2 partnya pasti dibedain utk produk pabrik yg berbeda..

      • @granV:
        entah saya yang kelewat atau mata saya yang siwer pas baca, setau saya semua DUKE200 yang diproduksi itu gak dibedain untuk pasar Eropa atau Asia.

        Kalo njengan bilang bahwa part (bukan mesin) DUKE 200 itu spek down dari DUKE125, saya malah percaya. tapi gak semua, spido, sama kok…

        CMIIW

      • boerhunt says:

        mungkin perlu investigasi om.. tiap part dgn pabrikan beda (negara/lokasi), pasti kode-nya beda.. hehehe

      • GrandV says:

        Di dunia permobilan, udah jamak spek satu negara berbeda dengan negara lain, walaupun namanya sama. Untuk motor aku kira kurang lebih sama. Untuk disc aja, bisa jadi seri eropa pakai brembo, sementara seri India pakai Bybre.. selisih harganya aja bisa 2-3 kali lipat kan

      • boerhunt says:

        pembedaan brembo atau bybre, setahu ane hanya masalah cc gan, dua2nya dipakai motor premium, dibedainnya berdasarkan power yg dimiliki motor.. cmiiw

      • inline4 says:

        baik brembo,bybre maupun nissin dan tokico itu sama saja yang jelas mereka membuat sesuai spek yang diminta pabrikan motor…
        contoh saja nissin dan tokico yang biasa dipake motor besar jepang performanya bisa setara dengan brembo yg dipakai kepanyakan motor eropa,walaupun faktanya banyak eropa yang memakai jasa tokico n nissin.
        juga sockbreker motor eropa biasa memakai buatan ohlin,wp atau sachs,tetapi suspensi moge sport jepang tak kalah walau pake showa.bahkan saya pernah baca brosur motor husqvarna untuk type daily offroad mereka pake sockbreaker buatan sachs jerman tapi untuk type special engine (SE) mereka malah pake buata kayaba jepang.juga trttle body dan injeksi beberapa type pake keihin dan beberapa lainnya pake dell’orto.

    • preed says:

      Menurut sy juga msh indah ninja 250 2013 dah gitu powerfull

  3. Aa Ikhwan says:

    ajiiib laku,..ada seni ada harga yg barangkali gak bisa dilukiskan ya😀

  4. kebogiras says:

    perkiraanku adalah suatu strategi dari BAL India, bahwa kualitas hasil produksi mereka sudah setara standart Eropa, menghindari persepsi dari pihak konsumen bahwa KTM Duke 125/200 yang di produksi BAL adalah produk down grade, sebelum di luncurkan dulu sudah banyak komentator2 yang beranggapan KTM Duke produksi BAL akan down grade yang akhirnya akan mempengaruhi kualitas semua produk BAL secara Global ( pulsar, discover, dll )

    • DUKE itu tetep Produksi KTM om, tapi pabriknya pake Pabrik si Bajaj. Kalo mau nyebut produk down grade, NS bisa dibilang down grade dari Duke..

      CMIIW..

      • inline4 says:

        menurut pengalaman dari para pulsarian,bajaj pulsar itu mesinnya bagus,tahan lama dan jarang rusak…satu lagi biar kata harganya jauh lebih murah tapi pulsar gak ada masalah overheat dari baru gak kaya kasus duke(walaupun kasuistik,tidak general)
        saya malah masih ragu sama si NS jangan2 kasus overheat juga bakal ada soalnya daleman mesin sama persis baik bahan logam maupun spesifikasi.perbedaannya cuma cylinder heat (DOHC satu busi sama SOHC tiga busi) serta injeksi di duke dan karbu di NS.

      • boerhunt says:

        overheat itu hanya istilah krn ada indikator temperatur di motornya gan, kalo di pulsar series, tdk terkecuali pulsar 135, gejala mati mendadak, ngempos, tiba2 hilang tenaga ketika tanjakan, ya itu sebabnya overheat gan, solusinya ya didiemin sebentar, alhamdulilah di p135 sy gk ngalamin, tp temen yg bareng riding ngalamin bbrp kali, itu makanya sy pake olie yg lambat panasnya

      • inline4 says:

        saya baru tahu kalo pulsar 135 ada kasus over heat sampai macet piston(indikasinya berhenti mendadak,soalnya teman2 pulsarian yg saya kenal kebanyakan pake yang 180 sama 200 dan tidak pernah ada kasus ngempos atau mati mendadak.pokoknya kalau turing lancar2 saja no problem kaya turing pake tiger or scorpio.yang pernah kasus adalah terbakarnya spul magnet p180 ketika turing.tapi itu kasuistis saja macam overheatnya duke200

      • tahan lama dan jarang rusak itu kalo yang punya gak “jorok”. kalo “jorok” saya yakin, Pulsar lebih ancur dari motor merek Jepang.

    • boerhunt says:

      Nurut ane pribadi, langkah BAL ini sangat jitu dan strategis, bisa meraih beberapa keuntungan dengan langkah ini.. bisa dicontoh seandainya kita punya pabrikan sendiri… sayang..😦

  5. xhinobix says:

    kalo menurut ane yang ngebedain tu daya beli di suatu negara cb bandingin dengan pendapatan perkapita antara india-eropa-Indonesia, dipasar eropa gk da h***a tigi sm y****a vixi, bebek apalagi, masa iya ‘karya seni’ ini di india bisa dibawah 25 jt trus di Indonesia ntar (kalo beneran jadi) bisa 50 jt, berarti diluar india BA-KTM pukul rata, daya beli mayoritas di Indonesia gk sama dengan eropa, kalo memang dgn harga 50 jt di Indonesia bisa setidaknya menyamai penjualan di Eropa tu karna orang Indonesia yg menang jumlah penduduknya……jumlah itu pasti jumlah minoritas penduduk Indonesia yg ‘mampu’ beli motor diatas 30jt…

    kl yang mampu ya..monggo….

    • boerhunt says:

      Betul gan..itu strategi pabrikan jepun yg jitu selama bertahun2, mrk sngaja menciptakan produk lokalan yg tdk ada diluar, shg konsumen lokal tdk bisa membandingkan produk head2head dgn produk diluaran, kualitasnya spt apa kecuali diatas kertas doank spt kubikasi, power, torque, tetapi tentu saja membandingkan head2head hrs dikendarai dua2nya.. kalo mengenai harga di India nurut sy itu anomali gan, ada unsur harga special bagi konsumen disana..spt ulasan sy di artikel terdahulu.. http://wp.me/p1H3JW-eO (KTM : Thanks to Bajaj-India)

      • inline4 says:

        honda supra x125 dijual di inggris dengan nama innova 125 lho boss?itu sebenarnya produk honda untuk negara2 berkembang seperti asia dan amerika latin,tapi karena di inggris ada permintaan maka akhirnya dipasarkan disana…

  6. Dismas says:

    So kesimpulannya..bagi masbro mbaksist yang basic needs bukan menjadi masalah lagi, jika tertarik ya monggo, I think worth it. But bagi kita-kita yang masih memikirkan basic needs, mending buat yang lain aja dananya.

    Setuju sekali sama simpulannya😀

  7. Model Duke emang keren… tapi imho, belum layak disebut sebagai karya seni…. sangat aneh membandingkan duke dengan sebuah karya seni… pendapat saya, sesuatu yang dibuat secara masal tidak bisa disebut sebagai karya seni…
    opini saya tetap menganggap harga duke kemahalan… kalau tidak salah, di india, dimana duke itu diproduksi saat ini, duke tidak dijual semahal itu…

    • boerhunt says:

      pan Duke emang bukan produk massal masbro.. sudah dinyatakan sendiri sama Chief Marketing Officernya yaitu Hubert Trunkenfold (bener gk yah nulisnya), ketika beliau ditanya pricing strateginya.. karya seni atau bukan, nurut ane itu murni subyektif juga sih..sebagian mungkin nganggap itu karya seni (secara desain) sebagian lain menganggap biasa2 saja..sah2 aja sih..

  8. kompor panas says:

    Salah besar bagi bangsa eropa, harusnya mereka niru jepang, produk masal harga murah dan untung semakin bny. Kl produsen eropa ga bisa seperti jepang ya siap2 ekonominya mundur terus ga maju2. Pabrikan manapun sekarang basis produksinya di asia krn upah tenaga kerja murah, bentar lg bny orng eropa jd pengangguran, masa karyawan ngecat motor aj gajinya 25 jt/bl, mending gaji orng thailand 4 jt atau orng indo 2 jt.

    • boerhunt says:

      mungkin gini masbro…kita lihat skrg ini siapa stake holder KTM, salah satu Stake holder KTM adalah Bajaj yg bisa dibilang punya saham cukup dominan dgn 40an % sahamnya..dgn stakeholdernya Bajaj, tentu mrk akan meniru pabrikan2 italy atau eropa yang punya brand tertentu utk segmen tertentu, jadi Bajaj akan diposisikan sbg segmen menengah bawah sedang KTM segmen atas, jd dgn segmentasi itu, KTM bebas memainkan mindset ttg kualitas, bukan volume… just IMHO..

  9. preed says:

    Sangat beda dg lukisan krn dibuat cm 1 ga ada duanya tp duke ada puluhan ribu di dunia. Menurut orng eropa duke murah krn penghasilan rata2 mereka 20 jtan/bl, tukang kebun aja gaji 3 bl udh bisa beli duke. Lha disini gaji 3 jt aj dah tinggi msh butuh 2 tahun baru bisa beli duke

    • boerhunt says:

      jgn lupa Bajaj dgn saham yg cukup dominan juga punya suara utk menentukan, kalo KTM dijual “murah” dan bermain di level menengah bawah, bisa tabrakan dgn produk Bajaj sendiri, jd mungkin sdh strategi Bajaj utk membiarkan KTM dengan Duke seriesnya tetap bermain di level atas

  10. eko says:

    kapan hari test ride motor duke…

    rasanya kayak naek mochin broo… masih jauuuuh dibawah yamaha byson… ^_^

    dijual 40jt aja gwa masih mikir-mikir kok… malah dijual 60 jt.. wkwkwkwk… gak tau diri ni ATPM-nya..

    • boerhunt says:

      kalo test drive ane blom nyoba gan, tp animo masy eropa masak segitunya mocin mrk tetep beli…itu pemikiran ane sih..

      • inline4 says:

        tentu kita ingat produk jerman yang bernama sachs mad ass 125 yang di eropa dijual seharga rp29jt.motor itu menggunakan mesin bebek buatan loncin yang mereka telan bulat2.mesin 4 speed itu blog silindernya mengkopi honda bebek 125cc blok mesin kanan mengkopi honda c70 dan daleman tranmisi mirip honda win.di indonesia dikenal dengan nama minerva sach madass 125.dijual seharga 13,5jt.barangnya sama mazbro yang dijual disina sama di eropa tetapi kok harga bisa beda ya?

    • dave says:

      @Eko : hahhh?? kayak naik mocin bro.?? gak salah loe, test ride nya di mana?? lbh enak byson hahahahaha,….aduhh mas mas,……

      • boerhunt says:

        test ride mungkin di JMCS kemaren cmiiw, dgn kondisi trek terlalu pendek, dan mesin cuma coba ditest.. mesin ini kan high compression, tenaga keluar di rpm tinggi, begitu juga suhunya.. kalo dingin dan cuman bbrp meter ya gk ada bedanya ama matic biasa

  11. adib says:

    tadi ane test ride di ktm center taman tekno bsd, torsinya gila2an, remnya aduhai, test unitnya yg udah pakai akrapovic full system… tenaga katanya naik 2dk dari standar, berarti sekitar 27 dk, Enteng banget dibawanya gk kaya byson yg baru sebentar lengan pegel banget.
    Antara ninin 250 ane dan ktm ini, ane pilih KTM… just my oppinion kok..

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s