Seberapa Siap Sebuah Pabrikan Berani Menjamin Ketersediaan Part Hingga Menggratiskan Yang Tidak Ready

Tulisan ini bukan bermaksud mengajari pabrikan, hanya sebuah wacana pembelajaran diri, dan menebak-nebak kira-kira bikin program gratis itu persiapannya seperti apa๐Ÿ˜€

Masbro/mbaksist sekalian, tentu sebagian sudah mendapat kabar, bahwa dengan langkah berani BAI meluncurkan program “Spare Part Challenge 2×24 Jam atau Gratis”.

Siapapun yang mendengar ini, terutama pemilik Pulsar, tentu menganggap ini sebuah langkah yang sangat berani dari BAI. Betapa tidak, sudah menjadi rahasia umum ketersediaan spare part menjadi momok bagi sebagian Pulsar rider. Tentu saja tidak semua part, beberapa part memang tersedia dan dibeli dengan mudah, alias ready stok. Pernah penulis dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Dan di artikel ini penulis tidak membahasnya lagi. Namun disini penulis menganalisa seberapa siap kira-kira APM mencanangkan program seperti ini.

Dalam menilai kenekad‘an ini, tentu kita perlu memahami, kira-kira kenapa sih part bisa langka. 2 alasan utama menurut penulis :

  • memang langka, artinya barang memang tidak banyak, sebaliknya kebutuhan (konsumen) banyak
  • distribusi yang tersendat

Untuk barang yang memang langka, penulis tidak akan bahas. Kenapa, karena kalau (saat ini) barangnya emang langka dari sononya, tidak akan mungkin APM seperti BAI berani. Benar-benar harakiri namanya. Untuk itu penulis membahas yang kedua, yaitu distribusi yang tersendat. Karena 2 alasan :

  • bisa jadi selama ini memang sebenarnya part tidak langka, hanya jalur distribusi yang tidak bagus sehingga bermuara pada kelangkaan part di sisi konsumen
  • ini yang harus jadi fokus APM yang meluncurkan program Gratis Part sekian jam mengingat beberapa titik krusial bisa menjadi sebab kelangkaan part.

Nah, bahasan selanjutnya artikel ini tidak membahas BAI secara khusus, melainkan secara umum kira-kira bagaimana kesiapan pabrikan bisa menjamin menggratiskan part jika tidak tersedia dalam waktu tertentu. Dan fokus kita pada proses distribusi.

Ada banyak tahapan bagaimana sebuah barang/part bisa dijual atau siap dijual, atau dalam kasus ini siap menjadi ready part. Secara umum terbagi beberapa proses, yaitu :

  • Purchase Requisition/Purchase Order atau bagi yang familiar dengan Material Management disingkat PR/PO. Tahapan ini adalah tahap dimana proses pemesanan barang dilakukan. Entah melalui online atau melalui surat biasa. Dalam case ini, ada 2 PR/PO, yaitu disisi APM ke Principal (jika barangnya dipesan melalui pusat) dan di sisi Dealer (Dealer memesan barang ke APM). Proses approval juga bisa lama disini, tergantung birokrasi masing-masing.
  • Invoice yaitu dari proses order akan diterbitkan invoice untuk proses pembayaran atas barang yang di order
  • Good Recieve yaitu proses penerimaan barang dari vendor, vendor dalam hal ini bisa principal pabrikan (bagi APM) atau APM (bagi dealer). Catatan : aplikasi di lapangan Good Recieve dulu baru Invoice, terutama bagi pembelian barang yang sudah ada kontrak di awal. Barang diterima dulu baru kirim/bayar/transfer biayanya. Nah untuk sparepart asumsi penulis hampir pasti demikian.
    Dan kendala yang bisa jadi sebab dalam proses ini adalah verifikasi barang, terutama jika dalam jumlah besar, tentu membutuhkan waktu.
  • Inventory Management, alias Pengelolaan persediaan barang yang juga merupakan bagian dari Asset Management atau Pengelolaan Asset. Di dalamnya ada Pergudangan, dimana dikelola barang keluar masuk gudang, persediaan, pemindahan barang dari satu gudang ke gudang lain (Good Movement), dan lain-lain. Dari sini juga diperhitungkan berapa barang yang perlu di order agar jangan sampai barang di gudang kosong. Kalau sampai kosong, program seperti program gratisnya BAI bakalan bikin masalah. Baik kekosongan di sisi APM ataupun di sisi dealer. Dan kendala terbesar disini adalah inventory management yang buruk akan berakibat pada terlambatnya barang untuk dijual/dideliver ke pelanggan, bisa jadi barang ada, tapi belum siap dijual secara administratif.๐Ÿ˜€
  • Dan terakhir tetapi juga proses yang sangat penting, yaitu Shipment, atau pengiriman. Di sini salah satu titik krusial. Sering hal ini diluar kendali system, karena berdasarkan kebiasaan shipment bekerja sama dengan pihak ketika yaitu jasa pengiriman. Keterlambatan pengiriman bisa jadi kendala. Apalagi di sini ada peran pihak ketiga yang diluar kendali system.

Apa yang penulis sebutkan di atas hanya sebagian yang menurut penulis jadi titik kritis utama. Just IMHO.. Masih banyak proses-proses yang terlibat sebenarnya secara end-to-end, terutama sub proses dari proses-proses di atas, dan lebih njelimet lagi. Jadi mohon maaf buat suhu-suhu Material Management jika penjelasannya kurang.

Nah, apakah semua itu sudah dijamin untuk keberhasilan program seperti Gratis Part oleh APM ? Hanya yang bersangkutan yang tahu๐Ÿ˜€

Semoga bermanfaat.

Wassalam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Seberapa Siap Sebuah Pabrikan Berani Menjamin Ketersediaan Part Hingga Menggratiskan Yang Tidak Ready

  1. Gogo says:

    langkah berani..
    kerja keras bg BAI neh..

  2. Aa Ikhwan says:

    mungkin sama kayak sistem kl di pintu tol macet maka akan digratiskan:mrgreen: (gaya Pak Dahlan)

  3. tovavanjava says:

    mungkin masalah BAI selama ini cuma masalah distribusi aja…dan melalui program ini..masalh distribusi mau ditingkatkan..dan harusnya seperti itu…๐Ÿ˜€
    http://tovavanjava.wordpress.com/2012/05/10/ketika-si-belang-jadi-bebek-beneran/

  4. Mas Huda says:

    kalo emang pelayanan kayak gini jadi semakin tertarik dengan pulsar aku

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s