Bikin Bensin Oktan 90 ? Langkah Tepat, Kenapa Gak Kemaren-kemaren Juragan

Berhembusnya berita tentang akan diproduksinya Bensin oktan-90, sebenarnya mereview kembali obrolan warung kopi ala penulis saat break-lunch di kantor. Biasalah, akhir Maret kemaren semua obrolan dari mulai pinggir jalan sampai di sela-sela rapat eksekutif top managament pasti tidak lepas dari obrolan tentang kenaikan BBM.

Penulis waktu itu mengatakan :

Sebenarnya Pemerintah kurang cerdas, jangan Premiumnya yang dinaikkan, tapi bikin jenis BBM baru, dengan nama baru, dan harga yang baru yang mengurangi subsidi. Tetapi dengan catatan, harus ada nilai plus dari kenaikan itu, misalkan timbal-nya dihilangkan dengan oktan tetap, atau oktan-nya dinaikkan dikit. Lah kalau barang sama nama beda tambah marah masyarakat ya toh.. Nah terus perlahan-lahan bensin bersubsidi (premium) dikurangi secara signifikan. Alasan kenaikan oktan masih dalam taraf masuk akal bagi masyarakat, apalagi alasan bensin tanpa timbal.

Memang seperti kata pepatah orang tua bilang, jer basuki mawa bea (semua membutuhkan biaya), tidak gampang buat bensin baru, pasti ada cost. Tetapi paling tidak ini bisa menjadi langkah awal mengurangi subsidi yang sudah susah dikendalikan.

Langkah ini sebetulnya memberi 2 nilai positif :

  • dengan oktan-90, mesin premium maupun pertamax, masih dalam rentang yang bisa ditoleransi, jadi tidak ada alasan lagi, “mobil saya memang untuk premium, dikasih pertamax malah ketinggian”. Karena kita tidak bisa memungkiri, mobil-mobil keluaran lama (tahunnya saya lupa) memang didesain untuk Indonesia nenggak premium.
  • dengan harga yang baru, tentu selisih subsidinya tidak terlalu besar dibanding sekarang dengan premium,  sehingga mencegah mereka-mereka yang tidak layak dapat subsidi mengambil bukan haknya, kecuali yang bener-bener tebal muka saja yang masih nenggak bukan peruntukannya.

Tetapi ada catatan penting dari penulis :

  • Subsidi jangan hilang, sesuai UUD bahwa bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya….digunakan sepenuhnya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Disini tugas pemerintah, sebagai pengelola, bukan pedagang minyak ke rakyatnya sendiri, hanya memang harus tepat sasaran dan tepat nilainya, tidak njomplang seperti sekarang yang ujung-ujungnya memberatkan negara dan pasti secara makro memberatkan rakyatnya juga
  • BBM yang notabene efeknya menjalar kemana-mana, terutama untuk yang dipakai secara mayoritas seperti premium atau penggantinya, jangan sampai harganya dilepas sesuai harga pasar. Ini akan berpotensi besar menimbulkan spekulan-spekulan dibidang minyak. Mending kalau spekulannya lokalan. Kalau spekulan macam Jos Ngoros (sengaja disamarkan namanya😀 ), pemain kaliber internasional yang ingin ngacak-ngacak perekonomian kita bagaimana. Mereka beli minyak sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara dan trik, kemudian melepas ke pasar dengan harga tinggi. Woww…gak kebayang, kalo harga BBM naik turun sesuka mereka (para spekulan bermodal gede). Bisnis-bisnis terutama pemain lokal susah jalan masbro dengan harga BBM yang fluktuatif. Dan Hanya pemodal besar yang mampu memainkan. Naik turunnya pertamax mungkin gak terasa baik kita semua, karena memang sedikit yang nenggak pertamax. Coba bayangkan jika itu terjadi di BBM seperti premium. Isu kenaikan saja sudah langsung menaikkan harga-harga barang. Lagian kalau BBM premium alias BBM jutaan umat dilepas dengan harga pasar, lantas apa fungsi pemerintah kalau apa-apa selalu dilepas harga pasar ? Jadi pencatat administratif doank heh ??

Yah..itulah analisa cetek penulis, tentu mereka-mereka yang diatas sudah paham, cuman mau gak memperhatikan dengan mencari solusi terbaik.

Dan terakhir, seharusnya langkah ini sudah ditempuh jauh-jauh hari, tidak perlu ada demo hingga jatuh korban.. :((

Semoga bermanfaat.

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

19 Responses to Bikin Bensin Oktan 90 ? Langkah Tepat, Kenapa Gak Kemaren-kemaren Juragan

  1. lontong balap says:

    ya memang sudah seharus nya hanya ada buat konsumsi daily use sama buat kompetisi …
    avtur boss avtur (
    ^^,)

  2. dara says:

    Harga pasar internasional ga ada RON 88.. Ya udah bertahap premix.. trus yg disubsidi pertamax aja…😀😀
    Subsidi misal 2000.. terserah harga pasar berapa…

    • boerhunt says:

      untuk BBM yang tidak ada padanannya di pasar internasional, bukan berarti tidak bisa diambil harga internasionalnya, yg akan dijadikan patokan bukan Ron 88-nya, tetapi harga minyak mentah plus ongkos produksi, dr situ bisa dilihat equivalensinya jika dilepas di pasaran internasional..

  3. Aa Ikhwan says:

    yup premix mode on nih…ane setuju langkah ajib menurut ane n pas di tengah “krisis minyak dunia” (entah krisis menurut versi siapa):mrgreen:

  4. aditninjamaniac says:

    setuju…harga pertamax skrg menurut ane pribadi, udah masuk kategori kemahalan..tapi ya apa daya..harga minyak dunia tinggi..motor minta minum pertamax..yasudahlah..😀

    • boerhunt says:

      Kalo ane mikir..bbrp terlihat alphard terlihat beli premium, sebenarnya mrk sdh memperhitungkan konsumsi bbmnya, tp perhitungan mrk pertamax kisaran 8ribu, skrg 10rb, ya mrk mikir realistis lah 10 ribu itu angka yg diluar perhitungan mrk, mungkin mrk bentar lg jual tuh alphard hehe

  5. Gogo says:

    ato ad cara yg lebih maju, mensejahterakan masyarkat dan menaikan PDB kek negara maju, jadi bisa mampu dan kerasa enteng beli Pertamax

  6. tarzankecil says:

    Inilah akibat rakyat yg pinter2 dipimpin pemerintah yg kata masbro “kurang cerdas” maunya pemerintah rakyat pake gas, giliran wahasiswa udah bikin konventer gas buat motor, ga ada tanggapan malah mau bikin bensin baru, klo sekelas perusahaan swasta enak tinggal beli konventer lpg lng atau cng langsung pnp, yg cuma rakyat spt saya mau cari konverter dari mana,

  7. langkah yg bagus.
    tinggal bagaimana realisasinya.

  8. dimitrianshah says:

    bro , nanya neh , ada nggak yg pernah njoba ngoplos premium dg bioetanol 95 % ,kalo ada, bisa ceritain pengalamannya , itu dulu ya , trims

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s