Seharusnya BAI Punya Plan B, Jika Rencana Bikin Pabrik Sparepart Gagal

Miris sekali membaca artikel masbro Haryowidodo tentang Permasalahan inden sparepart Pulsar (Mau Beli Bajaj Pulsar??? Pikir-pikir Dulu Deh), dan juga di re-blog oleh kang Taufik disini.

Masih hangat bagi kita dimana dalam banyak kesempatan BAI melalui petinggi-petingginya berjanji untuk memperbaiki aftersales-nya bersamaan dengan peluncuran PZZO yang lalu, terutama sparepart. Penulis yang juga pengguna Pulsar (PIES) berharap banyak dengan janji ini. Walau sampai detik ini baru 16 ribu km lebih alhamdulillah Pulsar penulis tidak mengalami permasalahan sehingga harus indent. Nah..sekarang mana janji itu ??

Sebagai perusahaan besar, tentu BAI sudah punya strategi tentang hal itu. Di antaranya, seperti kita tahu, BAI berencana mendirikan pabrik (sparepart) di Indonesia. Tetapi rencana itu sudah pasti harus ada persetujuan principal. Dan principal Bajaj yaitu Bajaj Auto Limited mensyaratkan sales 3000 per bulan (CMIIW) untuk dapat ijin mendirikan pabrik di tanah air.

Dan ternyata kabar buruk bagi BAI, juga bagi pengguna produk Bajaj di tanah air. Target tersebut tidak tercapai. Tentu saja ini kekecewaan besar bagi seluruh stake holder di tanah air.

Yang jadi pertanyaan, apakah BAI punya second plan alias plan B ketika target penjualan yang merupakan syarat pendirian pabrik tidak tercapai ? Kalau tidak maka konsumen lah yang akan dikorbankan.

Ada jalan jika memang serius. Di antaranya membuka peluang bagi yang lain untuk menjadi penyalur spare part yang mengambil langsung dari principal BAL. Mau tidak mau, karena pengguna Bajaj dalam hal ini Pulsar sudah banyak berkeliaran mengaspal. Atau kalau tidak melalui kerja sama pihak ketiga membuat sparepart yang kecil-kecil seperti karet-karet, spakbor, dll. Atau kalau perlu kerja sama dengan ESEMKA.

*Lah kok ngajarin.. mboh wes..

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

18 Responses to Seharusnya BAI Punya Plan B, Jika Rencana Bikin Pabrik Sparepart Gagal

  1. kuncen says:

    Semoga di dengar….#pinjam toa masjid trus teriak woy mr Tom San dengerin tuh

  2. kirana125 says:

    jd mikir2 jg.

  3. gogo says:

    BAI di ‘lokalin’ aj..

    • boerhunt says:

      Bener, yg bisa dibikin disini dibikin aja sendiri, pake merk lain, tp bs dipake produk pulsar, kalopun harga jadi mahalan dikit ane rasa gpp bagi konsumen asal ada sparepart..

  4. do2ldurian says:

    tagline baru bajaj, bukan Distinetly Ahead…tapi Always Indent !

  5. karis says:

    ironi…kualitas motor jempolan tidak diimbangi aftersales, kenapa tidak sekalian aja bikin program tukar motor, jika sparepart inden lebih dr satu minggu, motor lama diganti yang baru hehehe..

    nitip promosi mas
    http://karisnsz.wordpress.com/2012/02/27/undangan-untuk-mengikuti-olimpiade-tik-dan-pelatihan-pembuatan-media-pembelajaran-interaktif/

  6. pade says:

    ayo BAI kamu Bisaaaaaaaa

    • boerhunt says:

      Harus bisa..masak konsumen diberi janji mulu, ane yakinlah selisih harga dikit lebih mahal kalo bikin lokal masih diterima konsumen, asal ready stok

  7. ya2kzzz says:

    seandainya aku duwe duit luwih mas,,gelem aku dadi distributor..ngambil langsung dari india..:mrgreen:

  8. vixy182 says:

    bikin calon pembeli jadi mikir nih kalo kaya gini…apalagi di daerah kalimantan cari part nya …. makin susah…🙂

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s