Terkendala Dengan Paten 2 Busi, Bajaj Menjawab Dengan 3 Busi, Dan Pandangan Pribadi Tentang Paten Teknologi

Selamat malam masbro/mbaksist semua. Tentu masih ingat kan berita tentang ditolaknya paten Dual Busi oleh HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual – Karya atau Kekayaan ya ? CMIIW) yang diajukan BAI  ? Karena paten dual busi telah diajukan terlebih dulu oleh salah satu ATPM yang kalau tidak salah tahun 2006 (lohh..kok hampir barengan dengan munculnya Pulsar di tanah air, dan mana produknya yang dual busi sampai sekarang tidak ada di tanah air ?). Beritanya telah diulas oleh beberapa media online maupun cetak. Tidak terlalu heboh sih, apalagi jika dibandingkan peluncuran New Pulsar 200 NS, sehingga informasinya dilupakan begitu saja.

Beberapa waktu sebelumnya, Bajaj prinsipal juga berurusan dengan paten dua busi di negaranya. Yaitu klaim mereka atas paten dua busi yang juga dipakai oleh TVS sebagai salah satu pesaing produsen motor di negara asalnya. Otoritas paten di negara Hindustan tersebut akhirnya mengijinkan TVS untuk ikut membangun dan menggunakan teknologi.

Ironi sebenernya bagi pihak pabrikan berlambang bluetooth ini, dinegara asalnya klaimnya ditolak, di negeri subur tapi gak makmur  ini paten yang akan diajukannya malah diklaim oleh pihak lain yang produknya tidak ada.😀

Nah..nampaknya dengan kehadiran New Pulsar200NS (PZOONS) ini rupanya Pulsar menjawabnya dengan teknologi terbaru yang benar-benar baru dan pertama kali, yaitu penggunaan tiga busi dalam satu silinder (atau mungkin masbro/mbaksist punya informasi lain tentang triple spark yang sudah diaplikasikan pada motor sebelum Bajaj ? mohon dikoreksi jika penulis salah). Dengan singkatan nama yang sama namun kepanjangan berbeda, DTS-i, Digital Triple Sparks ignition.

Teknologi Triple Sparks (sumber : xBHp.com)

Bagaimana pandangan penulis mengenai hal ini terutama menyangkut paten-nya ?

Secara prinsip, penulis punya sikap, sebaiknya teknologi tidak dikekang demi kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Biarlah teknologi terus berkembang ke arah yang lebih baik. Jika suatu pihak sudah menemukan teknologi baru, maka biarkanlah pihak lain juga ikut andil terus mengembangkannya. In My Humble Opinion, pengajuan paten yang tidak tepat, akan menghambat kemajuan teknologi itu sendiri atau bisa disebut “pengekangan teknologi”.

Lantas apa hubungannya pendapat penulis dengan paten dua busi atau tiga busi ?

Sekali lagi IMHO, paten multi spark/multi busi pada teknologi otomotif, sebaiknya dihindari. Kalaupun paten itu perlu demi kelangsungan bisnis, maka patennya dalam bentuk detil. Maksudnya adalah, patennya harus dalam bentuk bagaimana multi sparks/busi itu diaplikasikan.

Misalnya.. Dalam teknologi dual busi, tentu tidak sembarangan meletakkan dimana kedua busi itu dalam mesin pembakaran, tentu ada ukuran posisi dalam ruang bakar, sudutnya, dan kapan busi yang satu berfungsi, kapan busi kedua berfungsi, seberapa besar pengapiannya diatur. Tentu itu membutuhkan penelitian dengan effort yang tidak kecil. Nah disisi inilah  yang boleh dan bisa dipatenkan, posisi busi, sudut kemiringan dalam ruang bakar, pengaturan pengapian. Jadi bukan pada sekedar keberadaan berapa banyak busi dalam satu silinder.

Jadi kesimpulannya, penulis tidak setuju Bajaj mengklaim teknologi dual busi terhadap dual businya TVS jika detil teknologinya berbeda. Penulis juga tidak setuju HAKI menolak pengajuan paten teknologi dual busi oleh BAI jika ternyata detil penerapan teknologinya berbeda dengan yang sudah diajukan oleh ATPM lain. Dan terakhir penulis juga tidak setuju Bajaj akan mempatenkan teknologi tiga businya jika tidak disertai dengan detil pengaplikasiannya.

Semoga bermanfaat.

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

43 Responses to Terkendala Dengan Paten 2 Busi, Bajaj Menjawab Dengan 3 Busi, Dan Pandangan Pribadi Tentang Paten Teknologi

  1. Aa Ikhwan says:

    keluar dari hambatan license dengan tantangan n teknologi yg baru, ato akan ada yg klaim paten 3 busi😀

    • boerhunt says:

      Paten gk bisa dihindari a’ krn itu memang kekuatan sebuah produk, tetapi ane rasa seharusnya paten lebih detil, tidak sekedar dual busi atau tiga busi, sama aja kan dgn penggunaan karbu, siapa yg pertama menggunakan..

  2. mario says:

    klo gara2 paten ntar kek samsung ma apple, perang mulu pdhl klo diliat dr mksud mas burhan yaitu klo mw mematenkn teknologi jgn trlalu umum, hrz lbh spesifik patek ny. cmiiw
    《♥p200ns♥》

  3. tunas says:

    smoga pngmbangan teknologi bajaj dpt mmbntu kmajuan teknologi otomotif scr kseluruhan

  4. gogo says:

    teknologi utk kita semua..

  5. raya says:

    paten dua busi diklaim oleh honda mobil, dan dulu juga dijual di indonesia, cmiiw.. idsi, intelegent dual sequential ingnition..

    • boerhunt says:

      Terus terang blm tau sih paten teknologi dua busi honda menyatakan utk mobil atau gk, ada 2 kemungkinan, pertama kalo menyatakan mobil, dan sifatnya tidak detil, yg pertama dual busi itu bukan honda melainkan alfa romeo sejak 1914, bahkan nama twinsparks sendiri trademark alfa romeo, kedua tidak menyatakan itu utk mobil atau roda dua, tentu berbeda donk penerapannya motor dgn mobil, dr dua kemungkinan itu nurut saya tetep tdk ada alasan bagi HAKI utk menolak pengajuan teknologi baik oleh Bajaj (Indonesia) maupun pihak lain, spt misalkan mobil esemka pake dua busi😀

    • boerhunt says:

      Jd yg sy maksud tidak ada produknya di tanah air adalah dua busi yg roda dua, pdhl ada produknya diluaran yaitu utk mesin VT500 yg dipake di honda shadow keluaran 80an..cmiiw

  6. agungsevi says:

    kayaknya mubazir.. buat pa banyak busi tapi letoy???
    ada g korelasi jumlah busi dan tenaga motor yang dihasilkan???
    hahahaha lucu..

  7. ubrium says:

    Menarik tulisannya masbro

    salam kenal.

  8. DJ Yankuro says:

    3 busi di 4 katup…cuman Bajaj yg punya !

    masih ada yg mo ngaku2???…sungguh…terlalu !

  9. wakwaw says:

    kapitalisme oom

  10. Dr.Feelgood says:

    boros busi, sebenarnya ada cara yg lebih efektif yaitu dengan menerapkan seluruh sistem kelistrikan untuk ke mesin menggunakan tipe racing, dari mulai sepul, magnet, koil, CDI, dan kop busi. dijamin sistem pengapiannya juga lebih dari yg menggunakan 2 atau 3 busi.

    • boerhunt says:

      Tadinya ane juga mikir gitu..tp kepikir jg kemungkinan teori lain..dgn pemantik yg lebih besarmu memang daya bakarnya lebih besar, shg mampu menjangkau ruang bakar lebih jauh, shf pembakaran lebih maksimal, tetapi bisa jd dgn cara itu jg bisa menyebabkan daya letup yg berlebihan, berbeda jika dua pemantik ditempatkan pd posisi yg tepat, akan memantik bersamaan, daya bakar lebih luas, tp mengurangi kemungkinan letupan yg berlebihan..hanya pemikiran ane sih..blm terbukti sama sekali..

    • kayaknya kalo busi tiga biji harganya masih lebih murah ketimbang sama yang resing..

      contoh, P200 dua busi, artinya dua koil
      1 koil 33 ribu, 2 koil 66 ribu..
      1 busi 10 ribu, 2 busi 20 ribu..

      total = cuma 86 ribu..

      koil racing 1 biji 250 ribu..
      busi racing 1 biji 35 ribu (paling murah)
      cop busi racing 1 biji 10 ribu
      magnet ama spul kagak tau..

      total = 295 ribu, itu aja belom ama magnet + spul..

      kalo dibandingin, ya murahan yang busi 2 kan?

      • boerhunt says:

        Setuju om…secara analogi, menyulut petasan dgn dua sumbu yg saling berlawanan posisinya lebih efektif dibanding 1 sumbu walopun lebih besar dayanya sumbu y satu

  11. jeng3 says:

    link beritanya mana om??kalau memang patennya ditolak kok bajaj jualan terus disini?apa mereka bayar?
    entahlah kalo indonesia..tapi diindia bajaj pernah berseteru ama tvs soal dual ignition TVS Flame..bajaj menang di pengadilan,akhirnya TVS Flame hanya make 1 busi
    http://www.2wheelsindia.com/2008/02/tvs-to-relaunch-125-cc-flame-with.html

  12. Kalo yang aku tau, penggunaan dua busi punya Bajaj itu adalah pertama kalinya untuk mesin kecil (motor), nah, kalo TVS kan sama2 motor, makanya di tuntut sama Bajaj.

    dan penolakan paten ini kan cuma di Indonesia, di dunia kayaknya Paten ini udah punya Bajaj kok..

    • boerhunt says:

      Kalo utk multi silinder dual busi per silinder sdh dipunyai honda motor dgn mesin vt500, hanya saja sistem dual businya dinilai tidak efisien (cmiiw) makanya gk dikembangin selanjutnya, seharusnya di point ini hak paten bajaj tdk bisa digugat, mengingat ada perbedaan

      • nah, honda kan multi silinder dua busi, kalo Bajaj satu silinder dual busi, teknologi dua busi di satu silinder itulah yang disebut pengembangan dan akhirnya dipaten kan..

        ya entah apa pertimbangan penolakannya, karna saya ndak terlalu paham aturan Hak Paten..

      • boerhunt says:

        Betul om, yg beda satu baut aja gk bisa diklaim, aplg yg secara detil teknologi beda..ane rasa ini juga purely bisnis..

  13. good day says:

    Apalagi yg ngaku2 puxa hak paten 2 busi’ produkx gg pernah kelihatan batok kplx beredar daspal indonesia??? Heeeem,,,,,,,,klo memang tlh mematenkn hak 2 busi??? Y seharusx ada produkx!!! Trus gg ush jauh2 yg lawas ajj qt bahas duliu’ ntu yg pakai 1 busi bknx beberapa merk tu’ knp gg saling mentenkn hak 1 busi??? Biar cmn produkx yg 1 busi ajj yg beredah dindonesia??? Sampel: “honda” tlh mematenkan 2 busi’ y semua produkx harus menggunakan 2 busi!!!, bajaj 3 busi so produkx harus 3 busi, suzuki 1 busi, kawasaki 4 busi,,,,,,bla n bla n bla,,,,,seterusx,,,,,,sya yakin salesx honda ajj klo dtaxa ada gg produkmu yg pakai 2 busi??? Pasti jawabx tdk ada,,,,,,,

  14. Pingback: Polemik Patent Dual Busi : Masukan Jalan Tengah Buat Regulator Hak Patent (HAKI) « Boerhunt's Blog

  15. Right away I am going to do my breakfast, afterward having my breakfast coming again to read further news.

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s