Hikmah Kecelakaan Tugu Tani : Keprihatinan Bersama Atas Lalu Lintas Dan Keperdulian Terhadap Pengguna Jalan Lain

Sebelumnya penulis menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga kecelakaan di (dekat) Tugu Tani Jakarta. Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Sungguh miris jika kita simak apa yang telah terjadi. Berbagai sumpah serapah dan tudingan ditujukan kepada pelaku (pengemudi) yang bertanggung jawab atas melayangnya 9 nyawa tak bersalah (8 orang tewas ditempat, 1 orang tewas dalam penanganan).

Betapa tidak, para korban berada pada tempat seharusnya, dan pelaku tidak memiliki SIM dan STNK yang sah. Ditambah lagi pelaku dalam pengaruh obat (shabu-shabu atau extacy- menurut berita press conferrence Polda Metro). Lengkap sudah. Belum lagi pengakuan pelaku yang mengaku rem blong yang ternyata tidak terbukti berdasarkan penyelidikan. Sudah gitu pelaku diberitakan sempat marah-marah. Nyaris tidak ada halangan bagi siapapun untuk melontarkan sumpah serapah, biadab, tak bermoral, tak berperasaan. Dan tidak ada celah lagi pelaku untuk membela diri. Hmmm…

Peristiwa ini tentu bukan seperti berita yang dibuat-buat untuk menutup isu-isu besar, karena peristiwa ini memang peristiwa besar yang wajib menjadi keprihatinan bersama. Mengingat peristiwa ini seperti sebuah gunung es, dimana kejadian ini sebagai puncak dari banyak permasalahan yang terkait satu sana lain. Dan dari perbincangan-perbincangan (yang penulis yakin tidak akan selesai dibahas dalam dua hari), bisa kita simak sorotan berbagai ahli mengenai permasalahan ini. Kebijakan pemerintah (daerah) dalam mengatur lalu lintas, pelaksanaan dan pengawasan pihak yang berwenang di lapangan, dan kecenderungan masyarakat sendiri dalam berlalu lintas.

Kebijakan pemerintah (daerah) disorot dalan hal seberapa serius memberikan perhatian dalam melindungi pengguna jalan, khususnya pejalan kaki. Ini bisa kita simak dalam berbagai perbincangan yang masih menjadikan peristiwa ini sebagai hot topic.  Selama ini kebijakan yang disorot kurang berpihak pada pejalan kaki. Peristiwa tugu tani ini mempertegas hal ini, dimana sebagian besar korban berada di halte.

yang artinya halte pun bukan tempat yang aman bagi pejalan kaki. Padahal seharusnya halte merupakan tempat paling aman di jalanan pagi pejalan kaki.

Begitu juga pengawasan di lapangan yang dirasa kurang dan sekedar formalitas. Rasanya pengemudi teler/mabuk/dalam pengaruh obat baru tertangkap ketika ada peristiwa kecelakaan seperti ini, tidak dalam pemeriksaan rutin di jalan yang seharusnya lebih sering digelar. Padahal selebritis mancanegara sering diberitakan dipenjara karena tertangkap dalam pemeriksaan rutin mengemudi dalam keadaan mabuk. Apakah memang sudah sering digelar operasi seperti ini (pemeriksaan yang bukan sekedar kelengkapan surat-surat), tapi kurang pemberitaan? Entahlah.. Kalau iya, perlu ada publikasi penangkapan pengemudi mabuk/teler/terpengaruh obat bius kepada masyarakat, tidak perduli siapa yang ditangkap, agar masyarakat tahu keseriusannya, jangan sampai menunggu jatuhnya korban seperti kejadian ini.

Dan yang terakhir masalah keperdulian masyarakat sendiri. Sudah sering dibahas bagaimana pengemudi atau pengendara hampir di seluruh tanah air, terutama di kota-kota besar, kurang memiliki rasa empati terhadap pengguna jalan lain. Contohnya, sering kali kita lihat ketika banyak orang sedang menunggu kesempatan untuk menyeberang di zebra cross, para pengendara atau pengemudi sama sekali tidak perduli atau tidak memberi kesempatan penyeberang jalan. Padahal jelas-jelas lokasinya di zebra cross. Bahkan penulis beberapa kali mengalami, ketika memberi kesempatan menyeberang, malah diklakson berulang-ulang sama kendaraan dari belakang. Padahal jelas sekali terlihat penulis berhenti karena ada yang akan menyeberang jalan DI ZEBRA CROSS !! Karena kalau tidak bawa motor, penulis membawa roda empat jenis sedan yang notabene pendek, sedang kendaraan belakang tipe lebih tinggi SUV atau MPV, so tidak ada alasan tidak melihat penyeberang jalan. Tetapi tetap saja membunyikan klakson beberapa kali. Dan lagi penulis tidak sembarangan memberi kesempatan penyeberang jalan. Lihat-lihat kondisi di belakang, sehingga tidak menyebabkan kendaraan lain berhenti mendadak. Dan itu terjadi tidak sekali dua kali. Coba saja masbro mbaksist praktekkan. Hampir pasti akan diklakson berulang-ulang oleh kendaraan dari belakang.
Ya.. itu hanya salah satu contoh, betapa egoisnya pengendara/pengemudi di tanah air.
Entah harus bagaimana memulai memperbaiki hal ini. Hal yang sudah berurat akar, apakah perlu melalui proses revolusi ? Entahlah..
Pengawasan yang terus-menerus untuk hal-hal seperti diatas rasanya juga susah. Mengingat memberi kesempatan penyeberang jalan lebih pada kesadaran dan itikad baik atau moralitas dibanding aturan-aturan tertulis. Seperti yang banyak dikatakan pemerhati lalu lintas, disamping patuh peraturan lalu lintas, masih ada aturan tidak tertulis atau norma/etika yang sebaiknya harus dipahami oleh semua pengguna jalan.

Masalahnya, yang tertulis saja susah ditegakkan dengan benar, bagaimana pula menegakkan norma/etika yang nota bene tidak memiliki hukum tertulis ?

Sungguh pekerjaan rumah bagi kita bersama.

Semoga bermanfaat.

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in lalu lintas, Otomotif, Transportasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Hikmah Kecelakaan Tugu Tani : Keprihatinan Bersama Atas Lalu Lintas Dan Keperdulian Terhadap Pengguna Jalan Lain

  1. bapakeValen says:

    hidup di negeri yg lambat laun empati penduduknya semakin terkikis…
    miris juga..

  2. Aa Ikhwan says:

    peraturan ada untuk mengontrol..tp ternyata di lapangan sulit untuk mengontrolnya

  3. cafebiker says:

    semoga kita bisa mengambil hikmah dibalik semua ini..

  4. gogo says:

    yup, pelajaran yg berharga bagi para kita semua.. miris dah.

    semua harus berawal dari diri sendiri..

  5. Dr.Feelgood says:

    tak ada tempat yang aman sebenarnya jika kita berada di jalan dan disekitarnya. hal sekecil apapun jika kita lengah sedikit, bisa berakibat patal. mudah2an kejadian yang seperti ini tidak terulang untuk kesekian kalinya. amin.

  6. smartf41z says:

    Memprihatinkan…. turut berduka dengan kondisi moral bangsa kita yang makin lama makin ambruk😦

  7. Supremasi hukum harus tegas, 6 tahun penjara terlalu ringan, karena 9 nyawa terlampau banyak hilang sia sia

  8. ya2kzzz says:

    turut berbela sungkawa..

  9. Mereka mengajukan promulgate hukum untuk menjamin keteraturan order dan keseragaman uniformity , seperti pada kasus regulasi lalu lintas.

  10. Wow, this piece of writing is pleasant, my sister is analyzing such things, therefore I
    am going to inform her.

  11. I like the valuable information you provide in your articles.
    I will bookmark your weblog and check again here frequently.
    I am quite certain I’ll learn plenty of new stuff right here!
    Best of luck for the next!

  12. khoirul amin says:

    It’s actually a nice and helpful piece of info. I am happy that you
    shared this useful information with us. Please stay us informed like this.
    Thanks for sharing.

  13. Thanks , I’ve recently been searching for information approximately this subject
    for a while and yours is the greatest I’ve discovered till now.
    However, what about the bottom line? Are you sure concerning the supply?

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s