Menutup Diri itu Merugikan Diri Sendiri..

Apa yang diutarakan oleh Kang Haji Taufik tentang Penilaian spontan thd Bajaj Bergantung Jenis Motornya menarik sekali.
Bukan hanya materinya, tetapi komentar-komentarnya pun beragam, termasuk berupa pertanyaan. Pada intinya 3S lah mendasari pertanyaan-pertanyaan itu. Begitu pula saya.
Tapi ada hal yang bikin saya juga heran. Ketika ada yang mempermasalahkan kualitas Bajaj. Kalau saya menuruti dorongan untuk klarifikasi, bisa jadi saya akan bilang “siapa yang mempermasalahkan kualitas ? Kalau penggunanya sih sudah mengakui kualitas, yang belum pernah nyoba saja yang asal ngomong tentang kualitas. Kalau ada coba cari info tangki bocor di Pulsar, atau coba tanyakan tukang velg yang pernah menangani velg bawaan Pulsar
Tetapi tidak teman-teman. Sikap meragukan kualitas (secara eksplisit melalui tulisan/komentar) adalah potret kondisi masyarakat kita. Inilah esensinya.

Semua pasti tahu, mindset masyarakat tentang otomotif itu Jepang.
Di luar pabrikan Jepang dan Eropa/AS, semua produk dianggap kelas bawah.
Itu mindset yang salah tapi kenyataan (menurut saya).
Nah, disitulah kita banyak terjebak, makanya saya pribadi tidak mau mengcounter informasi begitu saja, apalagi dengan emosional. Saya tidak mau ikut-ikutan terjebak dalam mindset. Mayoritas masyarakat terjebak mindset Jepang minded, saya terjebak Bajaj minded, konyol kan ???

Tetapi yang saya sangat sayangkan adalah, kita yang memiliki akses lebih mudah terhadap internet, terutama para blogger (kalau saya pribadi belum berani menyebut diri blogger, karena belum apa-apa), mampu menjangkau informasi lebih jauh, menganalisa, bahkan informasi dari belahan dunia lain, seharusnya bisa menjadi agent of change, dari mindset masyarakat yang sudah salah kaprah. Bukan ikut-ikutan terjebak mindset.
Kalau boleh saya bilang, brand minded terhadap merk tertentu itu salah satu bagian dari sikap menutup diri. Karena dengan brand minded, kita menutup diri untuk mendapatkan informasi diluar minded yang ada.
Dan dalam literatur apa pun, baik dunia marketing, managerial, maupun kepribadian, menutup diri itu adalah sikap yang merugikan diri sendiri, merupakan kemunduran.

Ada banyak kerugian ketika kita terlalu brand minded, dan sekaligus keuntungan jika kita open mind diantaranya adalah :

  •  dengan brand minded, kita akan buta bahwa diluar brand yang kita cintai ternyata ada produk yang juga berkualitas, bahkan menawarkan pricing yang lebih menarik, dll. Jika kita open mind, akan ada banyak pilihan yang mungkin menguntungkan kita. Sayang kan. Saya sendiri baru-baru saja tahu kalau Kanzen itu produk dalam negeri, setelah saya banyak baca tentang otomotif roda dua. Sungguh sangat disayangkan Kanzen tidak mampu berbuat banyak. Dan saya yakin masyarakat pun sama seperti saya, apriori terhadap Kanzen yang dikira mocin, baik produk maupun kualitas. Seandainya kita bisa open minded, tentu Kanzen masih bisa tertolong dan bisa berbuat banyak.
  • dengan brand minded, kita tidak bisa tahu seberapa tingkat kualitas produk yang kita sukai, dibanding produk lain. karena belum-belum sudah menutup diri. Apalagi jika itu sudah bertahun-tahun, mana kita tahu kalau ternyata produknya secara kualitas dikurangi sedikit demi sedikit. Baru kita sadar setelah dalam waktu yang lama. Tetapi itupun kalau sadar, karena sudah menutup diri. Mungkin sering kita mendengar apa kata mekanik “wah..kalo yang sekarang memang gak kayak dulu mas, cepet aus”. Dan biasanya mekanik tahunya pun setelah membongkar setelah pemakaian beberapa waktu lama. Bagaimana bisa tahu, penurunan kualitas materi sebuah produk itu blue print yang merupakan rahasia perusahaan. Gak sembarang orang boleh tahu. Intinya, dengan brand minded, otomatis kita tidak memiliki pembanding.
  • dengan open minded, sebenarnya kita mem-push produsen dari produk yang kita sukai agar terus menjaga kualitasnya. Ibaratnya kalau menyangkut pasangan, dengan membikin pasangan cemburu, akan mendorongnya untuk lebih mencintai kita. Terlalu percaya (dalam kasus ini brand minded), akan merugikan diri kita.

Untuk itulah saya dengan tulus mengajak semua rekan-rekan, yang jelas mudah berinteraksi dengan internet, untuk tidak ikut-ikutan terjebak dalam mindset salah masyarakat. Seharusnya bisa menjadi Agent of Change.

In case Pulsar, kenapa saya masih beranggapan ada brand minded dan menutup diri, karena tentunya yang punya akses  internet dengan mudah bisa membaca review-review pengguna Pulsar yang sudah melanglang buana lintas pulau Sumatera Jawa Bali Lombok, atau ke daerah2 terpencil. Kalau kualitasnya rendah, sudah rontok ditengah jalan. Boleh saja dianggap saya membela Pulsar, tetapi lebih dari itu, ini hanya saya jadikan contoh atas keprihatinan saya dengan kondisi mindset masyarakat yang merugikan diri kita sendiri. Dan saya bukan hendak mengajak rekan-rekan ikutan saya membeli Pulsar, tetapi mengajak lebih kritis dan open mind. Bagi saya jika rekan dengan tunggangan pilihan rekan, tetapi bersifat open mind dan kritis, lebih saya sukai daripada sekedar ikut-ikutan beli Pulsar tanpa tahu esensinya. Toh Pulsar juga bukan produk anak negeri.

Mudah-mudahan apa yang sajikan ini bermanfaat, dan mohon maaf sekali jika ada tulisan saya yang menyinggung pihak tertentu. Sekali lagi maaf.

Salam

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in mobil, Otomotif, Roda Dua and tagged , , , . Bookmark the permalink.

20 Responses to Menutup Diri itu Merugikan Diri Sendiri..

  1. Taufik says:

    what an article !! mantafff

  2. #99 bro says:

    dua jempolllll

  3. Arif Rakhman says:

    sesama indiahe (bajaj vs tvs) pun sama, brand minded, n menutup diri.

  4. hfd says:

    Muantap bgt… Rencana bulan september ane meminang salah satu motor keluaran bajaj.. Yakni seri 220.. Ane dah ngerasain, f1ZR, supra fit, smash, suzuki shogun, yamaha Vixion and megapro 2008.. So gw setuju bgt ma review di atas.. Hehehehe.. Sekarang umur ane dah 32 jadi ya cari motor yang enak aja makanya pilih pulsar 220 maslah spare part yang mesti indent.. Bukan bajaj aja H, Y S sama aja biar dealernya banyak susah juga nyari orinya banyakan yang imitasi.. Ane dah ngalamin.. Hehehehe…

    • boerhunt says:

      Kekurangan utama pulsar atau tvs dan produk selain Jepang, adalah kurangnya third party parts, yaitu parts non ori yang diproduksi oleh selain pabrikan yang buatan lokal

  5. Pak Bambang Nunggang Byson says:

    apik apik apik

  6. sabbath says:

    setujuh bro! Kg ad gunanya qt cinta buta produk2 nipon,india,cina,as,eropa dll,KAGAADA GUNANYA!!! Yg jlas qt smua nih korban!! Korban ketidakbecusan pemerintah dlm mengelola transportasi. Sy juga pk pulsar,sy tau kelebihn n kekurangn mtr sy,tp sy td cinta buta pulsar

  7. kebandur says:

    Ini ulasan yg bener bener mantapppp, SALUTTTTT MAS BRO

  8. Tarzan says:

    sementara masih suka produk jepun(tergantung tipe), karena teknologinya terbuka buat org indonesia (tanpa pengaruh atpm), bajaj belum sampai tahap itu baru tvs aja

  9. NirmanaDwipa says:

    Worrrggghhh utk roda 2 emg harus open mind…
    Tapi utk alat gambar(penggaris dan kawan-kawan) pilihan saya tetep ‘made in germany’

  10. fairly says:

    nah ini baru netral…mangstap masbro…kita mang dah kejebak di paradigma lama yang dah berakar….jempolllllllll….

  11. ralm says:

    semua juga harus open minded. sama kayak roda 4. banyak produk murah tapi berkualitas. masalah yang di hadapi di produk indonesia… ya itu iklan dan dealer kurang mendukung. pemasarannya kurang di geber. kalo menurut saya.. banyak kok produk indonesia yang laku. selaen motor ya.. hehehe. selaen kanzen ada lagi happy. itu produk indonesia. tapi ya pemasarannya kayak ga niat. itu saja.

  12. karis says:

    Misal kita cuma punya 1 motor mas, dari dulu sampe sekarang ya itu-itu saja karena masalah finansial, bagaimana men-setting mind kita agar tidak brand minded, kan kita makenya cuma itu. Mau membandingkan, misal meminjam motor lain, apa iya bisa dibandingkan, satu pemakaian tahunan satu lagi pemakaian pinjaman yang paling lama sehari, kalau kita membandingkan dengan hanya dari komentar, apa itu adil? apalagi komentar dari internet yang kita tidak tahu dia beneran sebagai pemakai atau pengamat, atau malah salesnya? Pertanyaan saya lebih ke semua brand, baik japan atau other.
    No offense ya mas bro, kita diskusi saja…

    • boerhunt says:

      Sorry masbro br balas (kyk sms aja :D) IMHO..melepaskan diri dr mindset terhdp brand tidak perlu harus pernah memiliki semua merk yang ada, tp dgn cara lain, contohnya kita punya temen, tentunya temen2 gk akan seragam dlm memilih merk, dr situ sebetulnya kita bisa berbagi sbg sesama konsumen, apalg kalo sampe bisa punya temen ngobrol mekanik yg bukan bengkel resmi tp sdh berpengalaman, yg otomatis biasanya sdh menangani berbagai merk..tp itu jg tidak akan mutlak bisa open mind secara langsung, tetap saja subyektifitas ada, namanya jg manusia, punya cita rasa, cuman dgn cara itu bisa dgn efektif mengurangi mindset yg salah, dan tergantung dr kitanya jg, mampu tidak menjadikan teman yg beragam utk memperluas wawasan, jgn2 cuma menang2an hehe ya sami mawon..dan mengenai info dr internet, bener banget kata masbro, tdk menjamin seratus persen benar, tetapi dr byk informasi sebenarnya bisa kita pilah infonya satu persatu, tdk langsung kita generalisir dan pukul rata..dan tentunya didukung data, tanpa data infonya tdk byk memiliki manfaat, dan lepas dr itu semua masbro, dlm dunia otomotif roda 2, tdk ada yg sempurna, semua punya kekurangan, bahwa semua kelebihan ada pada satu produk itu nonsense, semua kembali pd kebutuhan kita dan peruntukannya produk itu..
      Maaf ya masbro..bukan bermaksud menggurui, itu hanya pemikiran saya yg mungkin saja bisa berbeda dan tdk cocok bagi org lain, setiap orang jelas punya pendapat sendiri dan sangat tdk etis memaksakan pendapat pd org lain..

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s