China Dan India Punya Strategi Berbeda Dalam Memajukan Industri Otomotifnya (R2), Bagaimana Dengan Indonesia ?

Dalam pengamatan penulis, kedua negara, India dan China, mengambil pendekatan strategi berbeda dalam upaya mereka memajukan industri otomotif (roda dua) nasional.

Seperti kita tahu, terlihat kedua negara tersebut sedang membangun industri otomotif untuk mensejajarkan diri dengan negara-negara maju. Mereka tentu belum bisa menyamai Jepang dalam dunia otomotif, baik roda 2 maupun roda 4. Industri otomotif Jepang telah diakui dunia sudah sejajar dengan negara maju lainnya. Beberapa produk (roda dua) mereka pun juga tercatat sebagai produk yang cukup melegenda di Amerika dan Eropa. Begitu juga roda empatnya.

Untuk mengejar pencapaian itu, India dan China tidak akan bisa mengejar ketertinggalan mereka dengan “cara biasa”. Untuk itu mereka punya strategi masing-masing.

China yang sedang berkembang juga industri otomotifnya, mengambil strategi dengan memanfaatkan brand yang sudah terkenal. Di sini penulis hanya mengambil 3 contoh, yaitu Qianjiang-Benelli, KTM Inul, Minnerva. Lho.. KTM Inul dan Minnerva kan bukan dijual di China atau produk global, tapi dijual di Indonesia ? Iya, tapi penulis memasukkan keduanya karena keduanya sebenarnya punya basic mesin (awal) pabrikan dari China.

Kita ulas dari yang paling dekat dulu, yaitu KTM Inul dan Minnerva. Keduanya (pada awalnya) menggunakan mesin dari China (KTM Inul masih menggunakan mesin dari China). Dan keduanya sama-sama memanfaatkan nama besar dari sebuah brand. Seperti kita tahu, KTM Inul memakai nama KTM yang dimirip-miripkan dengan pabrikan motor specialist enduro dan garuk tanah asal Austria yang merajai banyak rally dunia, yaitu KTM. (Mau dibilang kebetulan ? ada yang setuju kalau itu kebetulan ? :) ) Sedangkan Minnerva memanfaatkan model/desain motor dari pabrikan yang sudah ternama, yaitu Honda melalui tampilan desain CBR150 (versi lama).

Begitu juga dengan pabrikan Qianjiang, yaitu dengan memanfaatkan nama besar Benelli. Disini juga ada perbedaan. Qianjiang melabeli produk mereka sendiri dengan nama Benelli setelah mereka mengambil alih saham mayoritas pabrikan asli Italy tersebut. Langkah ini menimbulkan reaksi dari para pemilik motor asli Benelli.

Benelli Pepe, produk asli Qianjiang yang dilabeli merk Benelli

Ketiga pabrikan memang berbeda langkahnya, tetapi secara garis besar intinya mereka memanfaatkan brand pabrikan yang sudah ternama.

Bagaimana dengan India ? Beberapa pabrikan negeri hindustan punya strategi sendiri. Ambil contoh Bajaj dan Hero Moto corp. Dengan cara yang berbeda, keduanya memilih strategi menyerap ilmu dan teknologi dari pabrikan ternama melalui kerja sama, dan kemudian mengaplikasikannya pada produk mereka.

Ambil contoh pabrikan berlambang blutut. Pabrikan ini pada awalnya bekerja sama dengan pabrikan dari Jepang, yaitu Kawasaki. Disinyalir banyak pihak, ada hasil serapan ilmu dari pabrikan Kawasaki yang diaplikasikan pada generasi Pulsar awal. Walau untuk hal tertentu kerja sama mereka tetap ada, yaitu bisa kita lihat dengan penjualan Pulsar yang dilabeli dengan nama Kawasaki Rouser di negara tertentu (contoh Filipina), termasuk juga penjualan Ninja250 yang jadi salah satu line-up Bajaj di India, tetapi bukan lagi pada pengembangan mesin. Langkah selanjutnya yang diambil oleh BAL adalah dengan mengambil alih kepemilikan saham mayoritas pabrikan asal Austria KTM.

Dengan cara yang sama seperti Qianjiang, yaitu dengan membeli sebagian saham perusahaan otomotif ternama, namun strategi berikutnya berbeda. Bajaj justru mengambil langkah penyerapan ilmu dan teknologi pengembangan mesin dari KTM, bukan melabeli produk Bajaj dengan nama KTM. Langkah ini lebih strategis dan elegant menurut penulis. Karena dengan langkah ini Bajaj tidak mencederai nama KTM, sekaligus menaikkan nilai dari produk Bajaj sendiri melalui perbaikan teknologi.

Begitu pula dengan Hero Moto Corp, pabrikan ini awalnya bekerja sama dengan Honda dalam mengembangkan dan menjual produknya. Setelah ilmu dan teknologi telah didapat, mereka memisahkan diri dari principal-nya. Lepas dari bagaimana kerjasama mereka bisa terputus, penulis melihat memang sudah skenario besar penarapan strategi “menyerap dan melepaskan diri“.

Salah satu produk andalan Hero Moto Corp

Nah..dari situ timbul pertanyaan, bagaimana dengan Indonesia ? Mau seperti China ataukah seperti India ? Atau cukup puas hanya jadi Agen dari produsen motor luar negeri ?

Semoga bermanfaat

Salam

Jika ada saran, kritik atau masukan, bisa menghubungi penulis di email atau YM : nice_guy2208@yahoo.com

About these ads

About boerhunt

Hanya sekedar ingin menuangkan corat coret, punya hobby olahraga, otomotif, IT world, nature, tapi blog ini lebih byk penulis dedikasikan untuk otomotif terutama roda dua
This entry was posted in mobil, Otomotif, Roda Dua and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to China Dan India Punya Strategi Berbeda Dalam Memajukan Industri Otomotifnya (R2), Bagaimana Dengan Indonesia ?

  1. Aa Ikhwan says:

    kl lihat dari china n india, intinya Indonesia masih sulit kalo membuat sendiri produksi dalam negeri,..mesti ada sedikit kolaborasi dengan brand yang sudah ada n terkenal :D.

    tingal dari pemeritah kita mau apa enggak memajukan otomotif dalam negeri dan mengutamakannya daripada pabrikan yg sudah ada,..nah itu mungkin sulit :D. CMIIW

    nice artikel kawan

  2. Karis says:

    cukup agen saja kang… :)
    ada kesamaan dari tiga negara di atas, pemerintahnya sangat mendukung kemajuan otomotif negerinya, kebijakan pajak misalnya

  3. nanared says:

    seharusnya china ini lebih berhak pake tagline
    SELANGKAH DIDEPAN :mrgreen:

  4. ya2kzzz says:

    indonesia??paling sak marine ESEMKA beres cak.. :lol:

  5. kirana125 says:

    coba astra pisah sama honda, jadi astra motor corp. Terus bikin motor sendiri, lalu beli sahamnya aprilia.. Pasti mantaf…..

    • boerhunt says:

      Kalo ane malah yakin, kalo astra misah, 10 atau paling lambat 15 thn kemudian bisa masuk moro gp atau WSBK ..orangnya pinter2 kok..kalo pembalap kan gk mesti dr lokal ya toh hehehe

  6. gogo says:

    india dan cina yg industri dah maju aj msh hrs berjuang keras, negeri ini masih santai2 duduk d kursi goyang..

    seandainya indomobil bs jd pabtikan nasional dg menyerap ilmu sr suzuki, peluang keren kan.. dan baru2 ini pemerintah china mwajibkan birokratny memakai produk sendiri..

    • boerhunt says:

      Nahh..itu dia masbro, pemerintah kita melalui 3 mentrinya malah ngerangkul pabrikan luar bikin mobil murah..pdhl ada anak bgs yg sedang berjuang, maksudnya apa coba ??

  7. opanowski says:

    Indonesia banyak ilmuwan pintar, adu balap liar pintar,… tapi bikin motor n mobil meragukan…. bukannya ga bisa, tapi ga da dukungan pemerintah. Kalo kita bisa buat motor/mobil yang berkualitas bisa ga laku produk luar yang artinya ga da pemasukan buat pemerintah dan para penguasa. Coba ja lihat bahan bakar alternatif karya anak bangsa begitu hebohnya, bulan2 yang lalu saat kenaikan BBM… BBM dari air, dari singkong…SINGKONG Man….!!! belum lagi alternatif lainnya,… mana dukungan pemerintah??!! MANA??!…. TANYA KENAPA??! OK lah kalo memang industri otomotif dirasa terlalu tinggi, TAPIIIII,…. gimana dengan Pertanian kita??! dari sabang sampai merauke begitu subur tanahnya luas lautannya , Beras Impor, garam pun di impor… sebenarnya fungsi utama departemen2 di negara kita itu apa sih??! Hutan gundul, pertanian gagal, minyak ludes,… Birokrasi yg sulit dan pemerintahan yang KORUP lah penyebabnya…. Rakyat disuruh minum pil PAHIT, dah dari dulu kaleee….!!!

    • boerhunt says:

      Sama gan, itu yg ada dipikiran ane, keseriusan pemerintah sama sekali tdk terlihat, dulu orientasi angkutan massal dgn bikin PT. INKA PT. PAL IPTN, bisa dianggap tinggal cerita (mudah2an msh bisa dibangkitkan lg), skrg sdh tdk ada lg massal maupun pribadi yg serius digarap..

Tulisa balasan | Leave a reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s